Connect with us

Touring Car

Haridarma Manoppo Harus Beradaptasi Kembali dengan Mobil Balap GT 4

Toyota Gazoo Racing Indonesia lakoni debut balap GT 4 Asia

THAILAND – Tim balap pabrikan Toyota Gazoo Racing Indonesia, resmi melakoni balap GT 4 Challenge Asia seri pertama yang dilangsungkan di Sirkuit Buriram, Thailand, pada akhir pekan ini (14-15/05/2023).

Adapun pembalap yang nantinya berada di balik kemudi Toyota GR Supra GT 4 tersebut adalah Haridarma Manoppo dari Indonesia dan Seita Nonaka dari Jepang. Keduanya akan bekerjasama untuk memaksimalkan potensi mobil balap tersebut.

“Memang ada adaptasi yang harus saya lakukan lagi. Terakhir melakukan pengetesan itu kan tahun lalu (2022). Saya juga beradaptasi cara masuk ke dalam pit saat balapan berlangsung, karena kan itu ada regulasinya,” jelas Haridarma Manoppo.

Haridarma Manoppo didapuk untuk jadi pembalap Indonesia yang menggeber GR Supra GT 4

Selain itu, ia juga menambahkan di mana dalam balapan GT 4 Challenge Asia ini akan ada pergantian pembalap. Dan hal tersebut juga harus diadaptasi, di mana harus dengan cepat berganti posisi antara ia dan Nonaka.

“Ya itu juga, harus adaptasi untuk switching pembalap saat di tengah balapan,” tambahnya.

Di samping hal tersebut, adapun adaptasi yang paling penting harus dilakukan adalah menyatukan feeling ia dengan mobil balap. Pasalnya, setelah lama tidak bercumbu dengan Toyota GR Supra GT 4, ada beberapa hal yang harus disesuaikan lagi.

“Cuma yang jadi poin penting adalah terbiasa dengan mobil dulu. Dan saat saya pertama kali mencoba mobil itu di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, waktunya enggak lebih dari 30 lap dan menurut saya itu masih butuh adaptasi serta jam terbang yang lebih banyak,” beber Hari.

Toyota Gazoo Racing Indonesia lakoni debut balap GT 4 Asia

Toyota Gazoo Racing Indonesia lakoni debut balap GT 4 Asia

Sementara ketika disinggung mengenai karakter lintasan Sirkuit Buriram, Thailand, pembalap yang telah lama malang melintang di dunia motorsport ini mengatakan sirkuit tersebut memang susah-susah gampang.

“Karakternya itu kalau melihatnya secara kasat, sirkuitnya gak susah dan gampang dihafalin. Cuma karena saya belom mencoba, jadi menurut saya seperti itu. Dan menurut beberapa pembalap lain juga ada yang bilang susah-susah gampang,” tandasnya. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect