THAILAND – Haridarma Manoppo, pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia, menceritakan perihal penyesuaian yang ia lakukan saat melakoni balap dengan mobil Toyota GR Supra GT4 left hand drive.
Meski terlihat kurang familiar, namun berdasarkan penuturannya, hal tersebut bukan sesuatu yang menjadi rintangan untuk tampil maksimal di ajang balap tersebut. Saat berbincang dengan FastnLow, pembalap yang doyan makan ini menjelaskan secara detail terkait pengalamannya tersebut.
“Kalau menyetir di sebelah kiri, ini bukan yang pertama. Karena kalau di luar negeri kan sudah pernah menyetir mobil dengan setir kiri. Tapi kalau untuk balap, ya ini memang yang pertama kali balap pakai setir kiri,” ujar Haridarma Manoppo.
Sementara terkait penyesuaiannya tersebut, tidak ada sesuatu yang begitu besar. Menurutnya, salah satu aspek yang harus dipelajari lagi adalah sudut ujung kanan yang menjadi patokan.

Interior Toyota GR Supra GT4 yang dikemudikan Haridarma Manoppo di GT World Challenge Asia
“Kalau setir kiri, yang membedakan adalah saya harus belajar titik sudutnya saja. Sudutnya saya harus bisa membayangkan sudut ujung kanan sampai di mana, dan penyesuaian itu enggak lama,” tambahnya.
Dengan memperhatikan ujung-ujung sudut depan tersebut, maka untuk beberapa hal lainnya akan bisa memudahkan dalam beradaptasi saat balapan.
“Setelah mengetahui sudut-sudut tadi, jadi saya tidak mikirin belakang, karena semua kan satu arah jadi itu yang menurut saya mempermudah, dan yang dirubah untuk beradaptasi dari mobil balap itu, hanya ujung titik kanan saja,” bebernya.

Toyota GR Supra GT4 pakai setir kiri, Haridarma Manoppo lakukan beberapa penyesuaian
Selain posisi left hand drive, adaptasi yang dilakukan oleh Haridarma saat melakoni GT World Challenge Asia 2023 putaran pertama ini adalah adanya beberapa tombol yang disematkan di bagian lingkar kemudi.
Berbeda dari mobil balap Toyota Yaris GR Sport yang biasa ia geber di gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), pada Toyota GR Supra GT4 ini dibuat dengan lebih modern lewat beberapa teknologi di dalamnya.
“Oke, kalau dari tombol-tombol kayaknya enggak banyak. Maksudnya ini enggak susah, karena ini gampang dan ada tulisannya, bukan sesuatu yang sulit dihafalin. Dan dari semua tombol itu, bisa cepat diadaptasi . Setelah beberapa kali bawa mobil akan lebih cepat hafal,” tandas Haridarma. (*)

