Kalian pasti sudah pernah liat bagaimana perjalanan seorang Ikhsan Utama dalam membangun BMW E36 nya kan? Kalo belum, coba deh buruan liat channel YouTube di Ikhsan Racing.

Kalian disana bakal terkesima bagaimana dia membangun mobilnya seorang diri.

Ikhsan Utama turun dengan membawa nama tim BMW Team Astra yang sebenernya sudah cukup tersohor di dunia balap Touring. Tim ini sudah ada di Touring selama 15 tahun, dan baru tahun ini masuk dalam ajang Drifting. Dan Ikhsan merupakan pembalap yang dipercaya untuk pengembangan sayap ini.

Singkat cerita, Ikhsan tahun ini hanya fokus pada ajang Drifting “Indonesian Drift Series” (IDS) yang diadakan oleh J99. Dan ini adalah sudah masuk di seri kedua nya. Pada seri 2 IDS ini Ikhsan mendapat peringkat 3 dengan mesin M52B25 N/A nya melawan para pembalap bermesin turbo. Mudah? Tentu saja tidak. Walaupun mesin itu sudah di “sentil” sedikit dengan NOS ya.

Peringkat 3 di seri IDS kemarin bukan tanpa perjuangan. Sebelumnya di seri 1, Ikhsan gagal menorehkan juara. Namun dia mendapatkan data, mulai dari data log mesin hingga data setingan kaki.

Ternyata pada seri 1, Ikhsan yang pertama kali mencoba mobilnya di Edutown BSD mendapatkan data sedemikian rupa yang ternyata cukup bebeda dengan karakter track yang ada di J99.

Jelas, disana setingan suspensi, power band, ratio gear semua berbeda. Btw, kenapa gear ratio cukup dipikirkan oleh Ikhsan? Lha, jelas dong bro.. mobil ini N/A, mungkin kalo turbo masih bisa ketolong dengan “push” tenaga dari turbonya.

Akhirnya di seri kedua persiapan lebih dimatangkan di H-1 minggu sebelumnya, dengan penyesuaian pada pengapian, air fuel ratio dan tentunya seting ulang suspensi yang di support penuh oleh Stancelab dengan Coilover ISX nya.

Walaupun sudah dipersiapkan H-1 minggu, namun bagi Ikhsan yang mengerjakannya seorang diri, akhirnya tetap harus testing hasil ramuannya di tengah event berjalan. Dan ternyata setingannya DAPET! Ini yang membuat dia sangat percaya diri di event seri 2 ini.

Bagi Ikhsan dalam sebuah kemenangan, mental adalah poin utama yang kemudian disertai dengan kepercayaan diri dengan setingan mobil.

Selama berjalannya event, Ikhsan berhasil membuktikan hasil karyanya dapat bersaing dengan mobil-mobil turbo lainnya. Di babak qtt, dia menduduki posisi 4 yang hanya bermodal mesin bertenaga 260bhp atau sekitar 140-160whp. GILAK!

Pesaingan dari babak ke babak tidak begitu mulus juga. Dimana Ikhsan sempat bertemu dengan Noval si juara nasional tahun lalu yang persaingannnya cukup ketat. Ban kiri depan sempat bebenturan yang mengakibatkan lower arm dan long tie rod bengkok. Sayangnya part tidak ready, alhasil Ikhsan dengan kesaktiannya cuma mengandalkan palu memukul-mukul hingga “setidaknya” tie rod lurus kembali.

Show must Gogon (eh.. Go on), dengan keadaan seadanya ditambah sempat lost power Ikhsan berhasil menduduki peringkat 3 yang hanya kalah oleh Ziko dan Danny yang dimana mesin dan tim support mereka jauh lebih mumpuni dari Ikhsan.

SALUTE buat lo BRO..

