Bukan berarti sudah menyandang gelar juara nasional Wahyu Lamban dapat puas begitu saja. Targetnya untuk menjadi juara seri masih harus dikejarnya, walau pun masih terganjal beberapa pembalap terutama Dek Rai dan Hendry Dunan yang poinnya menempel ketat.
Sudah sembuh dari kerusakan pada kaki-kaki ban kanan depan karena terlalu memaksakan finis di SS 5, Wahyu Lamban siap tancap gas di SS 6. Ini merupakan SS penentuan apakah dia menjadi juara seri.
Sedangkan Aan, akhirnya memang harus menetap kan hati untuk bertahan diposisi keempat. Karena secara perolehan poin posisi Aan untuk mengejar ketinggalan dengan hanya tersisa 1 SS saja sudah tidak mungkin.
Setelah semua start dan finis dengan sempurna, Wahyu Lamban yang sejak kejadian rusaknya kaki-kaki mobilnya sudah pasrah dengan keadaan, ternyata dia berhasil memperoleh catatan waktu terbaik di SS terakhir ini yang otomatis dia menjadi juara berturut-turut tiga seri Indonesia Extreme 4×4 Individual 2014 ini. Luar biasa.
Wahyu Lamban memang dia kui oleh beberapa rekan terdekatnya adalah orang yang cukup cerdas dalam menghafalkan medan/lintasan, dan dia dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan kendaraan.Sehingga tidak bisa disangkal lagi dia tidak akan sulit mengatur strategi kemenangan disetiap medan/lintasan di setiap seri dari offroad.
Setelah menjadi Juara Nasional untuk kedua kalinya pada tahun 2014 ini, bagaimana kelanjutan Hardy’s Land dengan Sencaki Management? Melalui perwakilannya Hardy’s Land, Putu Ary Widiartha (Executive Director) “Bapak I Gede Hardy sudah bilang kalau akan terus mensupport Wahyu Lamban. Jangankan untuk tahun depan untuk tahun-tahun berikutnya dia akan siap support”
Selamat kepada mas Wahyu sang ‘Kura-kuraBalap’, kita tunggu kejutan-kejutan berikutnya.







