BOGOR – Menutup rangkaian putaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yang berlangsung Minggu (19/11/2023), Raden Rauf, pembalap Rauf Motorsport yang turun di ajang ETCC Indonesia berhasil menambah gelar Juara Umum untuk kedua kalinya.
Setelah pada 2022 lalu ia sukses mengunci gelar Juara Umum di Kelas Novice, kini ayah dari dua orang anak tersebut kembali menyegel status Juara Umum ETCC Indonesia yang kedua kalinya namun untuk kelas yang lebih bergengsi, yakni Promotion.
Menanggapi pencapaiannya tersebut, pria lulusan S1 Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengungkapkan bahwa sangat senang dapat pencapaian yang ia raih. Terlebih, selama melakoni full series tahun ini, ia beberapa kali mengalami pasang surut yang membuatnya banyak belajar lagi.
“Alhamdulillah target tahun ini tercapai melalui Juara Umum ETCC 3000 Promotion, jadi saya berhasil tutup musim dengan gelar baru. Jadi tahun kemarin (2022) Alhamdulillah Juara Umum ETCC 3000 Novice, lalu tahun ini naik kelas ke Promotion, dan Alhamdulillah bisa jadi Juara Umum lagi,” buka Raden Rauf, ditemui di sela-sela rangkaian ISSOM 2023 di Sirkuit Internasional Sentul, Minggu (19/11/2023) sore.

Persaingan di ETCC Indonesia Kelas 3000 diakui Raden Rauf begitu sengit
Dengan keberhasilannya tersebut, tantangan tahun depan akan menjadi lebih berat lagi bagi dirinya. Terlebih, Kelas Master dihuni oleh beberapa pembalap yang memiliki jam terbang lebih banyak dari dirinya. Adapun beberapa nama yang bakal menjadi pesaingnya tersebut adalah Gerhard Lukita, Alvito Hardianto, dan Lucky Aziz.
Kendati sudah menganalisis tantangan yang bakal dihadapi tersebut, pria kelahiran Kudus 8 September ini telah mempersiapkan beberapa penyempurnaan pada mobil balapnya, BMW F30 berkelir merah marun agar performanya pada musim 2024 bisa menjadi lebih maksimal lagi.
“Tahun ketiga, nanti naik ke Kelas Master, di sini agak berat, karena lawannya juga lebih berat semua. Tapi tahun depan, kita akan prepare mobilnya lebih baik, termasuk pembalapnya sendiri juga akan ada peningkatan skill lagi. Dan untuk mobilnya, diupgrade untuk beberapa sektor,” tambah Raden Rauf.
Meski terlihat moncer dalam mencapai target, namun di balik keberhasilannya, pembalap dengan nama lengkap Raden Abdul Rauf ini sempat mengalami fase-fase yang tidak mengenakkan. Terlebih pada seri keempat saat mengalami insiden yang membuat harapannya pupus.
“Masalah di mobil yang paling berat itu, ketika remnya bermasalah. Jadi kaya prepare mobilnya agak kurang, dan pas balap remnya ternyata bermasalah. Terus sempet ada accident sekali, dua seri lalu, jadi selama satu musim paling jelek di situ yang habis kena accident jadi posisi kelima. Sisanya Alhamdulillah masih podium satu atau podiun dua,” bebernya.

BMW F30 jadi andalan Raden Rauf untuk bertarung di ETCC Indonesia Kelas 3000
Ia juga mengaku bahwa selama satu musim ini, latihan dengan simulator menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Untuk lebih membiasakan dan beradaptasi dengan cepat, mobil balap yang digunakan pada game tersebut disesuaikan spesifikasi seperti mobil balap sungguhan yang ia punya.
Bahkan saat mendekati pekan balap, jadwal bermain simulator menjadi lebih intens, agar feel terhadap mobil dan karakter sirkuit menjadi lebih menyatu sehingga ia mampu menganalisis kemungkinan yang terjadi saat balapan berlangsung.
“Jadi sebelum-sebelumnya, kurang intens, dan makin ke sini, seminggu dua minggu memang rajin banget untuk latihan simulator dengan spesifikasi mobil yang mirip dengan aslinya. Dan asya salut sama semua pembalap ETCC Indonesia, karena mereka semua bermain sportif dan benar-benar main bersih selama balapan,” pungkasnya. (*)

