BOGOR – Dalam industri motorsport, kehadiran tim pabrikan kerap menjadi momok yang mungkin menakutkan bagi beberapa tim privateer. Alasannya, mereka memiliki resource yang bisa dikatakan mumpuni, baik dari ketersediaan spare part sampai kru yang membantu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Namun bagi BJB Delta Garage Racing Team, hal tersebut bukan sebuah rintangan yang harus mereka taklukan. Sebab, tim ini sukses mencuri perhatian pada gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) khususnya pada gelaran Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1600 Max.
Lewat pembalap andalannya, Avan Abdullah, tim ini mampu meruntuhkan kedigdayaan skuad pabrikan dengan berhasil mencuri tiga kali podium pertama di kejuaraan bergengsi tersebut. Melalui hasil tersebut, ini memberikan sinyalemen bahwa kerja keras serta data yang telah didapatkan BJB Delta Garage Racing Team sejak pertengahan tahun 2022 berhasil memberikan dampak positif bagi persaingan.
Dalam bincangnya bersama FastnLow usai melakoni partai terakhir Kejurnas ITCR 1600 Max akhir pekan kemarin (19/11/2023), Avan Abdullah, menjelaskan bahwa kehadiran tim pabrikan memang menjadi magnet bagi pihaknya untuk mengukur kemampuan internal.

Haridarma Manoppo (kiri) dan Avan Abdullah (kanan) (Foto: Agung Lawerissa)
“Kalau dari saya, di mana ada tim pabrikan, itu menandakan kelas itu balapannya bergengsi. Dengan adanya tim seperti kami ini yang privateer, kalau menang melawan mereka artinya kan sebuah pencapaian yang baik sehingga kita sudah punya benchmark,” ujarnya.
Namun bila sebaliknya, hal tersebut mengartikan bahwa ada kerja keras yang masih harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Menurut Avan, dari data tersebut pihaknya bisa mengumpulkan beberapa data penting terkait set up mobil, sehingga nantinya akan diaplikasikan pada seri berikutnya apakah racikan tersebut berhasil atau belum.
“Alhamdulillah, dari enam seri, kita sudah bisa merajai tiga seri dengan meraih podium pertama,” tambahnya.
Meski tim tersebut terbilang berhasil memberikan shock therapy, bukan berarti pekerjaan rumah sudah selesai. Avan kembali menjelaskan, di mana masih ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk membuat racikan baru untuk diimplementasikan pada Toyota Yaris berkelir biru ini.

Persaingan TGRI dengan Tim Privateer berlangsung sengit (Foto: Agung Lawerissa)
“Tahun depan, saya sudah mulai untuk mengatur dengan mempersiapkan dua mobil. Namun dengan catatan, mereka (tim pabrikan) tetap ikut di balap Kejurnas ITCR 1600 Max. Sejauh ini, pengembangannya sudah dilakukan karena untuk resep durability sudah mulai kita temukan,” bebernya.
Meskipun pada akhir musim ini Toyota Gazoo Racing Indonesia sukses mengunci gelar Juara Nasional ITCR 1600 Max, BJB Delta Garage Racing Team tidak patah semangat. Berbekal data yang telah dimiliki, mereka begitu optimis bisa mengalahkan rival utamanya.
“Nanti, setelah balap S1K di Sepang, Malaysia, minggu depan. Kita akan lakukan latihan, dan kita ingin melihat progres dari mesin mana yang lebih proper untuk dijadikan senjata utama. TGRI kan sudah mulai balap dari 2016, dan mereka sudah punya data yang banyak. Tapi kita baru balapan Yaris itu taun lalu, dan datanya belum seberapa, jadi masih minim. Tapi, Alhamdulillah meskipun data yang kita miliki sedikit, namun udah bisa tampil sangat perform,” pungkasnya. (*)

