Connect with us

Touring Car

Raih Podium Kedua ETCC, Lucky Aziz Dibayangi Masalah Teknis

BOGOR – Seri perdana European Touring Car Championship (ETCC) Indonesia yang diselenggarakan di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu (3/3/2024), menyajikan pertarungan yang begitu menguras tenaga bagi Lucky Aziz, pembalap SAV Motorsport.

Dalam bincangnya bersama FastnLow, ia mengisahkan bahwa ada kendala teknis yang ia alami saat balapan dimulai sehingga membuat perjuangan cukup berat.

“Pas waktu start, mobil saya kesulitan masuk gigi dua, jadi posisi saya yang semula ada di nomor dua sempet turun kelima,” ujar Lucky mengawali wawancara di paddocknya.

Lucky Aziz (kiri) raih podium kedua di ETCC Indonesia

Lucky Aziz (kiri) raih podium kedua di ETCC Indonesia

Dengan kondisi yang kurang mengenakkan tersebut, membuat ia harus memacu mobilnya dengan sangat maksimal. Wajar, hal ini dilakukan untuk mengamankan poin serta bisa merebut kembali posisi kedua yang telah diambil alih oleh pembalap lain.

“Akhirnya mau gak mau, harus ngepush mobil sampai 7.000-7.500 rpm, saya paksa terus supaya bisa sampai kedua lagi,” sambungnya.

Namun, setelah memacu mobilnya dengan begitu keras, ia kembali dihadapkan pada sebuah permasalahan, yakni indikator engine check nyala, dan ini menadakan ada sesuatu yang tidak beres pada bagian enjin mobil. Beruntungnya, masalah tersebut tidak berlangsung lama, dan ketika mobil kembali normal ia kembali memacu untuk menyelesaikan balapan.

“Enggak lama kemudian mobil sempet trouble karena check engine nyala. Akhirnya sempet ke susul sama Alvito, dan tiba-tiba mobil normal lagi engine check pun hilang. Dan gak taunya, Alvito dapat drive thru penalty jadi saya bisa dapat posisi kedua lagi,” kenang Lucky.

Terkait perseteruannya dengan Raden Rauf yang menjadi pemimpin balapan, Lucky, mengungkapkan bila secara spesifikasi mobil terdapat perbedaan mendasar yang membuat ia sedikit kesulitan mengejar BMW F30 berkelir merah.

“Secara spesifikasi memang beda dengan mobil Raden Rauf, dia kan turbo, sedangkan saya masih Naturally Aspirated saya mesin pakai M54 B30 3.000 cc,” jelas Lucky.

Meski demikian, hasil yang diraih dengan mengamankan podium kedua menurutnya sudah sangat cukup, mengingat balapan perdana ini memang ada sedikit kendala.

“Menurut saya race kali ini, memang rezekinya di Kelas Master kedua, dan di overall kedua, sudah yang terbaik,” tutup Lucky dalam wawancaranya. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect