JAKARTA – Promotor Mercedes-Benz One Make Race Championship (MOMRC), Iswachyudi, kembali memberikan kejutan kepada para pembalap yang berhasil meraih podium pada putaran ketiga MOMRC yang diselenggarakan akhir pekan lalu (25/8) di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Pria ramah ini memang dikenal dengan kreativitasnya dalam menghadirkan trofi kemenangan. Baru-baru ini, ia menjelaskan bahwa pada piala kemenangan tersebut, terinspirasi dari teknik balap Heel and Toe.
Seperti diketahui, Heel and Toe tersebut merupakan gerakan yang dilakukan oleh kaki kanan secara bersamaan sambil menginjak pedal gas dan rem. Di mana pedal gas diinjak menggunakan tumit, dan pedal rem menggunakan ujung kaki sehingga mobil balap dapat momentum terbaik saat bermanuver.

Setiap bagian memiliki arti dan filosofi yang berbeda
“Teknik balap inilah yang menginspirasi kami untuk diaplikasikan dalam bentuk trofi kejuaraan di putaran ketiga ini. Jika trofi tersebut kita balik, maka akan terlihat seperti bentuk pedal rem dan pedal gas yang disatukan dengan logo MB Club INA dan logo MOMRC, dan bentuk tersebut seakan merepresentasikan teknik Heel and Toe tadi,” jelas pria yang akrab Yudi.
Tidak sebatas itu, masih menurutnya, ia sebagai promotor berharap bahwa melalui teknik tersebut pembalap dapat mempertajam waktu di atas lintasan dan berakhir di atas podium kebanggaan. Sementara kehadiran dua logo yang ditempatkan, menjadi sebuah arti bahwa MB Club INA dan MOMRC siap untuk menjadi pijakan para anggota untuk berkarir di ajang balap nasional.

Selebrasi kemenangan pembalap di MOMRC Seri ketiga 2024
“Kami berdua siap akselerasi untuk lebih memberikan yang terbaik dan kami berdua pun siap menahan kekurangan di masa lalu agar tidak terulang dan timbul kembali dengan kekurangan-kekurangan lainnya. Keberadaan ornamen untaian bunga, menyimbolkan bahwa kita semua selalu tumbuh berkembang dalam memberikan keharuman dan nama baik di dunia Motorsport khususnya balap mobil,” tambah Yudi.
Selain filosofi tersebut, ia mengungkapkan adanya ornamen chequered flag yang berbahan stainless stell dan memiliki lubang, menjadi simbol bahwa semua pembalap diharapkan mampu menggapai prestasi.
“Jika kita miringkan, trofi ini maka terbentuk lengkungan seolah siluet bibir bawah. Hal ini menggambarkan senyuman, hal ini mempunyai makna apaun hasil dari balap round ini kita semua tetap tersenyum bahagia. Sebagaimana semngat kita bahwa balapan ini kita jadikan sebuah rekreasi sambil mendulang prestasi,” pungkasnya. (*)

