MALANG – Pereli Tubagus Moerinsyahdi atau yang lebih dikenal sebagai Tb Adhi, berhasil mengunci gelar Juara Nasional Sprint Rally Group J tahun 2024, bersama co-driver yang juga putra sematawayangnya, Tb Fateh.
Meski perolehan gelar prestisius tersebut sudah menjadi sebuah langganan bagi Tb Adhi, tapi pada perolehan tahun ini ada hal yang memang dituju. Perolehan gelar ini diakui telah didedikasikan untuk kepentingan akademis dari putranya tersebut untuk masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui jalur prestasi.
Hal ini secara langsung dibeberkan oleh pereli berkacamata tersebut, pada akhir pekan lalu di Malang, Jawa Timur. Dalam bincangnya, ia menceritakan terkait pencapaiannya tersebut.
“Juara Nasional ini memang untuk Fateh. Alasannya adalah untuk bisa masuk melalui jalur prestasi ke SMA. Karena bicara secara akademis, dia sudah bagus. Dan lewat jalur prestasi ini kan berbeda, terlebih ini juga statusnya di tingkat nasional,” buka Tb Adhi.
Setelah secara de Facto ia telah berhasil membawa pulang gelar Juara Nasional Sprint Rally Group J, ia merasa sangat senang lantaran bisa mewujudkan keinginan Tb Fateh untuk bisa masuk ke sekolah impiannya melalui jalur yang berbeda dari yang lain, yakni melalui jalur prestasi.

Tb Adhi (kiri) dan Tb Fateh (kanan) ayah dan anak berhasil raih Juara Nasional Sprint Rally Group J 2024
Di samping itu, dengan keikutsertaannnya Tb Fateh sepanjang musim 2024 juga dimaksudkan untuk menurunkan ilmu yang ia miliki kepada anaknya tersebut. Pasalnya, ia melihat ada ketertarikan dari anaknya untuk bisa secara langsung turun di ajang balap nasional yang memang berada dalam kompetisi sengit.
“Ya sudah pasti saya ingin menurunkan ilmu kepada dia. Fateh juga belajar untuk membuat pacenote, dan dia berpikir bagaimana untuk membuat pacenote yang sesuai. Di samping itu, ingin mengajarkan keberanian, di mana tidak hanya sembarang ngebut, karena saya juga memberikan dia kesempatan untuk mengambil keputusan, apakah mobil harus ngebut sekarang atau seperti apa,” tambah pereli yang berhasil mentas di ajang Baja 500 bersama Toyota Gazoo Racing Indonesia.
Tidak sebatas itu, untuk lebih memberikan gambaran yang lebih detail terhadap persaingan di kompetisi, Tb Adhi, juga turut mengajarkan kepada Tb Fateh untuk bisa menerima kekalahan ketika memang kita sedang kalah.
Bicara persaingan yang terjadi pada seri pamungkas di Sirkuit Puslatker TNI AL Bedali Lawang, Malang, Jawa Timur, pereli yang bernaung di bawah HRVRT BGM HBM BMB ini mengaku sempat khawatir sebelum kompetisi dimulai.
“Saya sudah menyiapkan mesin baru, dan dua hari sebelum seri terakhir ini, mesinnya failed dan terpaksa pakai mesin yang lama. Gagal karena kompresi mesin ketinggian, jadi horse power mesin berada di bawah Dika (rival utamanya di Group J), dan kondisi seperti itu membuat saya deg-degan, itu yang bikin saya pas sesi latihan agak was-was dan tidak mau terlalu ngepush,” pungkasnya.
Meski demikian, performanya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan menggeber Jeep Cherokee berkelir orange, Tb Adhi, berhasil menempati peringkat kelima tercepat secara overall dengan perolehan waktu tercepat 16 menit 27,3 detik. (*)

