Connect with us

Slalom

Canya Prasetyo Petik Pelajaran Baru dari Seri Terakhir Kejurnas Slalom 2024

Canya Prasetyo peslalom Banteng Motorsport
Canya Prasetyo peslalom Banteng Motorsport (Foto: Mathew Anakotta)

BANDUNG – Peslalom wanita dari tim Banteng Motorsport, Canya Prasetyo, mengaku mendapat pelajaran baru pasca melakoni seri pamungkas Kejurnas Slalom 2024 yang berlangsung akhir pekan lalu (2/11) di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat.

Hal ini dikarenakan pada saat Heat Final yang berlangsung malam hari, cuaca berubah menjadi hujan dan membuat permukaan kontur lintasan beton menjadi basah dan licin.

Lantaran kondisi tersebut, ia mengaku dapat pembelajaran mengingat ini adalah pengalaman baru  untuk melakoni balapan dengan kondisi ‘wet race’. Namun, meski posisinya berada di peringkat keempat berdasarkan hasil akhir Kejurnas Slalom Bandung 2024, ia tetap happy lantaran persaingan di Kelas Wanita sangat kompetitif.

“Ini merupakan hal baru bagi saya untuk balapan di track basah. Mungkin ini pengalaman pertama saya untuk kondisi seperti itu, dan melihat situasi pada heat final, saya benar-benar nothing to lose,” ungkapnya.

Canya Prasetyo berhasil menempati peringkat kedua nasional di kelas wanita

Canya Prasetyo berhasil menempati peringkat kedua nasional di kelas wanita (Foto: Mathew Anakotta)

 

Kendati dihadapkan dengan kondisi hujan, namun ia melihat bahwa persaingan menjadi lebih sengit. Sebab, sepengetahuan dari Canya, gap antar peslalom wanita hanya terselisih 0,0 detik sehingga membuat persaingan menjadi lebih menarik.

“Sedih sih jelas sedih, karena tidak bisa raih Juara Nasional, tapi ada sisi positif lain yang saya dapat, yaitu melihat persaingan sudah semakin sengit, dan saya dapat semacam ilmu baru kalau balap pada kondisi basah itu seperti apa,” tambahnya.

Di samping itu, meskipun hasil kerja kerasnya pada musim ini belum bisa mengantarkannya untuk meraih gelar yang paling diburu oleh peslalom wanita di Indonesia, tetapi ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tampil maksimal pada akhir musim.

Adapun hal lainnya yang lebih penting bagi puteri Prasetyo Edi Marsudi adalah performa yang dilakukan kini bisa sama rata dengan para peslalom pria. Setelah konsisten selama empat tahun di ajang ini, ia mulai bisa mengejar ketertinggalan dari kaum Adam untuk menaklukan persaingan.

Kondisi basah jadi salah satu tantangan yang dihadapi Canya Prasetyo

Kondisi basah jadi salah satu tantangan yang dihadapi Canya Prasetyo (Foto: Mathew Anakotta)

 

“Saya belajar slalom itu 4 tahun lalu, terus saat ini saya sudah bisa mengejar waktu para peslalom pria. 4 tahun itu bukan waktu yang lama, dan untuk berada di posisi ini bahkan sampai bisa mengalahkan senior saya Alinka di beberapa seri, menurut saya ini adalah pencapaian yang luar biasa,” bebernya.

Adapun hasil akhir dari pertempuran di atas lintasan slalom selama satu musim, Canya Prasetyo berada di peringkat kedua nasional di Kelas Wanita. Sementara Alinka Hardianti, peslalom Toyota Gazoo Racing Indonesia, mengamankan peringkat pertama nasional di Kelas Wanita.

Berbekal pencapaian serta pengalaman yang telah ia lakukan selama satu musim ini, peslalom yang sempat bernaung di bawah tim pabrikan merasa tahun depan akan lebih seru untuk persaingan. Ia juga telah mempersiapkan diri untuk bisa tampil lebih kompetitif lagi agar bisa menaklukan persaingan pada musim depan. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect