JAKARTA – Anandyo Dwiky berhasil mengarungi seri pembuka Kejurnas Slalom 2025 di Surabaya, Jawa Timur, dengan perolehan dua trofi kemenangan. Peslalom Banteng Motorsport ini sukses menggondol juara ketiga di Kejuaraan A Umum dan juara kelima di Kejuaraan F umum.
Kendati sukses naik podium, namun lelaki yang akrab disapa Eky ini merasa belum puas lantaran ada satu dan lain hal yang masih mengganjal performanya pada laga tersebut. Honda Jazz yang ia andalkan untuk mengarungi kejuaraan mengalami kendala teknis di sisi pengereman, dengan kondisi tersebut ia belum bisa tampil maksimal untuk bertarung di podium tertinggi.
“Kalau secara pribadi, saya merasa cukup senang, cukup baik, tapi belum merasa puas. Kenapa kaya gitu? Karena kalau dari saya hasil tersebut belum sesuai target nih, dan belum bisa juara satu atau melakukan victory lap,” ujar Eky, kepada FastnLow.

Honda Jazz yang dikemudikan mengalami kendala teknis (Foto: Nudhiya Ghulam)
Dengan pencapaian yang berhasil ia raih tersebut, ia tetap bersyukur bisa tampil kompetitif meski ada kendala di mobil balapnya. Jika bicara perolehan waktu di Kejuaraan A Umum, torehan waktunya memang sangat kompetitif, di mana Adrian Septianto dari Whooosah Motorsport berada di peringkat pertama dengan catatan waktu 44,697 detik. Kemudian di posisi kedua dikuasai oleh peslalom Toyota Gazoo Racing Indonesia, Anjasara Wahyu, dengan menorehkan waktu 44,879 detik.
Kemudian, waktu yang dibukukan oleh Eky dengan kondis mobil yang tidak 100 persen fit sangat kompetitif di mana dirinya sukses mengemas 44,962 detik.

Canya Prasetyo (kiri) dan Anandyo Dwiki bernaung di bawah Banteng Motorsport (Nudhiya Ghulam)
“Kondisi mobil sebenarnya sudah oke, cuma hand brake saja yang tidak mau bekerja maksimal. Komunikasi dengan tim mekanik juga sudah berjalan lancar, hanya saja mulai dari heat pertama itu mobil sudah error karena rem tangan enggak mau ditarik. Padahal sudah ganti master rem, cuma belum sempurna,” bebernya.
Terlepas dari problem yang ia hadapi dengan mobil balapnya, namun Eky merasa Banteng Motorsport mulai melakukan improve yang lebih baik dari musim lalu. Tidak hanya dari performa yang mulai menunjukkan tren positif, tetapi komunikasi antar peslalom dan tim mekanik sudah mulai menemukan irama yang sejalan untuk menemukan settingan terbaik untuk mobil. (*)

