JAKARTA – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) berhasil mengamankan podium pertama di putaran kedua Kejurnas ITCR 1200 yang digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, melalui salah satu pembalapnya, Amato Rudolph. Ia sukses menyingkirkan dominasi Andri Abirezky, pembalap Honda Racing Indonesia (HRI), pada balapan yang berlangsung Minggu (20/07/2025).
Salah satu resep keberhasilannya, Amato, mengungkapkan bahwa ada improvement yang dilakukan oleh tim engineer untuk memaksimalkan potensi New Agya GR Sport. Hasilnya terbukti, sepanjang 12 putaran mobil dengan nomor 11 ini mampu memberikan perlawanan terhadap rival utamanya sekaligus tampil konsisten dengan pace yang optimal.
Usai menaklukan persaingan tersebut, Amato, menjelaskan sejatinya dirinya tidak berharap bisa mengovertake Andri di lap awal. Hal ini dikarenakan adanya tambahan beban lantaran ia berhasil finish di podium kedua. Begitupun dengan lawannya yang turut mendapatkan balast 50 kg.

Amato Rudolph kuasai podium pertama di Kejurnas ITCR 1200 (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
“Saya sempat merasa optimis karena dia juga mendapatkan tambahan beban. Tapi beruntungnya, meski sama-sama memiliki beban tambahan, tapi saya berhasil overtake dia di awal balapan dan saya behasil menjaga pace untuk menjauh dari dia,” buka pembalap lulusan Universitas Indonesia.
Namun perjuangannya untuk menjauh dari rivalnya harus tertahan lantaran ada insiden yang menyebabkan Race Director mengeluarkan instruksi Red Flag. Jalannya balapan harus diselingi pit in untuk menunggu informasi mengenai lintasan sampai akhirnya Race Director memutuskan untuk kembali menjalankan race dengan posisi statis start bukan rolling start.
Kondisi tersebut tidak membuat Amato mengendurkan semangat juangnya. Seketika balapan dilanjutkan, ia langsung mengambil langkah seribu untuk menjauh dan lebih memfokuskan untuk memimpin balapan di kategori Seeded B.
“Balik ke grid, start lagi, dan begitu mulai ,Jordan langsung fight lagi sama Andi terus. Dengan kondisi tersebut, saya berusaha menjauh dan Alhamdulillah bisa mengatur pace sampai akhir balapan,” tambah Amato.

Dominasi New Agya GR Sport di Kejurnas ITCR 1200 (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
Kemudian, di luar faktor kepiawaiannya melakukan strategi menyerang dan mempertahankan laju kendaraan sepanjang balapan, performa Amato juga ditopang melalui setup mobil yang harus disempurnakan. Sebab, dengan adanya tambahan beban, tim engineer juga harus kembali melakukan settingan.
“Pas baru kualifikasi seri kedua, baru dapet data lagi dengan kondisi mobil mendapat tambahan beban. Dari situ kita olah datanya, kemudian kita implementasikan meskipun ini gambling, tapi bersyukur setupnya pas dan mobil sangat kompetitif,” pungkasnya.
Bicara hasil yang diraih oleh Amato, ia sukses menjadi pembalap pertama di kategori Seeded B yang menuntaskan balapan dengan total waktu 23 menit 25,256. Sementara rivalnya yang menggeber Honda Brio mengemas total waktu 23 menit 31,998 detik. Di posisi ketiga ditempati oleh Jordan Johan, rekan satu tim Amato di Toyota Gazoo Racing Indonesia dengan total waktu 23 menit 32,090 detik. (*)

