Connect with us

Event

Julian Johan Turun Rally Dakar : Harus Lebih dari Tekad yang Kuat

JOGJAKARTA – Seperti yang kita tahu, Julian Johan atau yang lebih sering di sapa Jeje pada tahun 2026 nanti,  akan menjalani debutnya di balapan legendaris Dakar Rally, sebuah ajang gila yang menggabungkan kekejaman gurun, skill, dan penuh petualangan ekstrem.

Bagi FnL cita-cita ini sudah lama kami dengar, ini merupakan mimpi seorang Jeje sejak dia masih kecil dulu. “Aku pernah cerita kan, cita-cita pengin banget ke Dakar. Dari kecil tuh udah suka. Rally dan adventure digabungin, ya itu Dakar,” ungkapnya santai. Cita-cita itu ternyata bukan sekadar “isapan jempol” doang. Setelah menyelesaikan AXCR tahun lalu, Jeje nekat ambil langkah dengan sebuah lompatan yang cukup berani kalo kita bilang, yaitu mendaftarkan diri untuk mengikuti Rally Dakar tahun 2026 nanti.

Kita bilang dia cukup nekat. Kenapa begitu? Karena ternyata untuk bisa ikut ajang top class nya motorsport ini persiapannya gak main-main. Masalah mental sudah pasti harus siap. Jam terbang juga tentunya turut andil. Latihan fisik maupun teknis juga sudah harus wajib dilakukan. Tapi yang bisa kita bilang nekat salah satunya adalah tentang total dana yang harus disiapkan.

Jeje cerita saat mengajukan proposal kepada para sponsornya, “Saat proposal aku kasih, pihak sponsor pada kaget. Yang dikira akan turun AXCR 2025 ini, ternyata aku bakal turun di Dakar” ucap Jeje dengan ketawanya yang khas. Dibalik proposal tersebut tertera nominal diatas 3M (Milyar) yang harus dipersiapkan untuk bisa mengikuti event Dakar 2026 nanti. Semua itu termasuk didalamnya biaya pendaftaran, operasional tim, sewa mobil, mekanik, bahan bakar, sparepart, asuransi dan lain-lain.

“Modal nekat. Aku langsung DP duluan buat pendaftaran, padahal dana belum 100 persen. Tapi kalau nunggu semuanya matang, bisa-bisa malah telat.”

Dari apa yang dipersiapkan, pastinya ini bukan sekadar gaya-gayaan. Bukan juga demi konten. Tapi kombinasi dari mimpi masa kecil, mencari pengalaman dan kemauan untuk membuka jalan baru buat dunia motorsport Indonesia di kancah dunia.

Karena tahu medan ini keras dan bukan tempat main-main, Jeje yang nantinya kembali ditemani Recky Resanto navigator andalanya, pun pilih strategi aman: mobil dan kru semua disiapkan dari Eropa. Dia nantinya bakal ikut di kategori Dakar Classic, kelas khusus mobil-mobil tahun 2005 ke bawah. Selain biaya yang sedikit lebih rendah dari kelas lainnya, kelas ini juga punya sisi nostalgia dan atmosfer yang khas. “Kelas Dakar Classic itu rame banget sekarang. Mobilnya tuh legend semua, dan penontonnya suka karena nostalgic.” Ujar Jeje. Tapi jangan salah, walau terlihat “lebih murah”, tantangan tetap sama gilanya.

Tahun 2026 ini jarak yang akan ditempuh +- 8000 km. Start dari kota Yanbu, Arab Saudi dan finis kembali ke kota Yanbu yang dimulai dari tanggal 3 – 17 Januari 2026. Pastinya fisik dan mental tetap digerus.

Dan apakah akan ada dokumentasinya lagi? Ooh, tentu saja ada. Namun untuk kali ini sepertinya yang akan diberangkatkan hanya Junior. “Media crew aja kita harus bayar pendaftaran per orang. Makanya aku cuma bawa Junior doang. Itu pun nantinya juga harus mikirin juga hak siar, produksi, dan efisiensi konten.” Hal ini bisa dipahami, karena value ataupun impact dari Rally Dakar ini akan besar, dan juga nantinya crew juga akan di fasilitasi berbagai hal seperti penginapan, kendaraan, hingga asuransi jiwa.

Nantinya mobil tempur utama Jeje nanti adalah Toyota Land Cruiser, tapi saat ini latihan di Indonesia masih pakai Fortuner pinjaman dari Toyota-Astra Motor yang memang merupakan salah satu sponsor dari Jeje pada Rally Dakar 2026 nanti.

Seperti yang kita ketahui, Jeje sempat melakukan Latihan di gumuk pasir Parangkusumo Yogyakarta. Latihan ini bertujuan untuk simulasi berkendara diatas padang pasir. Tentunya mempelajari karakter pasir, rescue, driving style dan hal-hal teknis lainnya “Fortuner dan gumuk pasir Jogja cuma buat latihan awal. Latihan seriusnya nanti pakai Land Cruiser-nya langsung di Afrika, September nanti.”

Akhirnya langkah Jeje ini bukan cuma tentang dirinya. Tapi juga jadi motivasi buat anak-anak muda dan pecinta otomotif di Indonesia. Bahwa mimpi besar itu bisa dikejar. Bisa dibiayai. Bisa diwujudkan—asal ada kerja keras dan tekad yang kuat!

Jadi, siap-siap, tahun 2026 nanti bakal ada nama Julian Johan di barisan pembalap Dakar. Bukan buat sekadar numpang lewat. Tapi buat nunjukin bahwa dari Indonesia punya nyali untuk turun di Rally Dakar.

sumber foto : Julian Johan
photo by : Fauzan Pasha

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect