Kejuaraan Nasional Slalom Seri 3 Yogyakarta kembali jadi panggung unjuk gigi tim-tim besar, termasuk BTX Slalom Team yang membawa pulang sejumlah hasil positif meski menghadapi dominasi Starlet KP di kelas B. Kehadiran Demas, pembalap kawakan dengan 12 gelar juara nasional, terbukti membawa warna baru bagi tim.

“Dengan adanya Demas, banyak sekali ilmu yang bisa dibagikan, baik untuk pembalap pemula, pembalap wanita, maupun saya sendiri,” ujar salah satu punggawa BTX. “Mulai dari cara balap hingga setelan mobil, semuanya terasa meningkat berkat masukan beliau.”
Performa impresif ditunjukkan di kelas A, khususnya mobil Honda Jazz andalan BTX. Kelas A1 berhasil disapu bersih dengan raihan juara 1, mengalahkan para rival Jazz lain di siang hari. Tak hanya itu, pembalap wanita tim juga menempati posisi ketiga, sementara pembalap pemula finis di urutan kesembilan.
Meski demikian, ada evaluasi penting saat balapan malam. Settingan yang digunakan masih menyesuaikan dengan kondisi siang, sehingga performa menurun. Tim bertekad memperbaikinya dengan latihan khusus malam hari untuk mengoptimalkan grip ban dan setelan mobil.

Di kelas B, persaingan semakin ketat karena dominasi Starlet KP. Mobil BTX yang turun justru belum sepenuhnya siap. Setelah rombakan besar-besaran, mobil baru selesai dua hari jelang lomba sehingga minim waktu latihan. Hasilnya finis di posisi enam, delapan, dan sepuluh.

Namun ada yang unik, BTX masih setia menurunkan pick-up Daihatsu Hi-Max di tengah gempuran Starlet KP. “Kami percaya Hi-Max ini masih punya potensi untuk melawan. Kami ubah kaki-kaki, pakai suspensi belakang BMW, dan setup baru yang lebih matang. Tinggal perlu jam terbang latihan lagi,” jelas perwakilan tim.
Meski sempat kehilangan peluang Victory Lap di kelas A akibat kesalahan tekanan ban malam hari, BTX yakin dalam dua seri ke depan mereka bisa tampil lebih sempurna. “Ini jadi pelajaran besar, tapi kami percaya bisa kembali bersaing di papan atas,” tutupnya penuh optimisme.

