Connect with us

Event

Koh Petrus Perdana Turun Rally: Catatan Waktu Mengesankan

Sabtu dan Minggu kemarin, Kejurnas Sprint Rally seri 2 digelar di POJ City, Semarang. Event ini mencatatkan jumlah peserta yang luar biasa besar, mencapai 147 starter, menjadikannya salah satu seri rally paling meriah dalam kalender nasional. Di tengah hiruk pikuk persaingan, perhatian penonton sempat teralihkan pada sebuah mobil yang cukup langka: Mitsubishi Galant Pertamina tahun 72. Mobil ini punya cerita unik, karena awalnya masuk ke Indonesia sebagai kendaraan operasional Pertamina, bukan lewat jalur komersial. Kehadirannya di lintasan rally otomatis jadi daya tarik tersendiri, terlebih setelah dimodifikasi secara serius untuk siap tempur.

Adalah Koh Petrus, sosok peslalom senior yang sudah malang melintang di dunia slalom nasional, yang membesut mobil ini. Menariknya, ini adalah kali pertama Koh Petrus turun di ajang rally. Dengan status debutan, ia menghadapi tantangan besar untuk menyesuaikan diri, terutama karena karakter mengemudi rally sangat berbeda dibandingkan slalom.

Namun, berbekal pengalaman panjang di dunia balap dan bimbingan navigator kawakan Kukuh Prastowo, Petrus berhasil menunjukkan progres nyata. Dari empat special stage (SS) yang dilalui, catatan waktunya selalu meningkat di tiap leg: SS1 mencatatkan waktu 06:21.1, lalu membaik di SS2 menjadi 06:06.9, semakin cepat di SS3 dengan 06:00.3, dan akhirnya tembus di bawah enam menit pada SS4 dengan 05:54.3. Konsistensi peningkatan ini memperlihatkan bagaimana adaptasi Koh Petrus berjalan sangat baik hanya dalam satu akhir pekan balap.

Mobil yang diturunkan Koh Petrus juga bukan sembarangan. Galant Pertamina tersebut telah mendapat penguatan penuh pada bodi menggunakan tubular, sementara jantung pacunya diganti dengan mesin 3S Beams. Mesin ini kemudian diolah menggunakan ECU Djowo, hasil karya Pak Biess dari Jogjakarta, yang sudah lama dikenal sebagai “seniman elektrikan mesin mobil” di kalangan otomotif. Dengan paket itu, Petrus berlaga di kelas R3, kelas bebas modifikasi untuk mobil penggerak belakang berkapasitas 1600–2000 cc.

Hasilnya cukup menjanjikan untuk seorang pendatang baru di rally. Koh Petrus finis di posisi 7 kelas R3 dan posisi 8 overall grup R. Catatan ini patut diapresiasi, mengingat mayoritas pesaing di kelas tersebut memiliki pengalaman rally yang lebih matang serta dukungan teknologi kendaraan yang tak kalah mumpuni. Petrus sendiri mengaku masih terus belajar memperbaiki gaya mengemudi, sembari menyesuaikan diri dengan karakter mobil yang baru benar-benar rampung menjelang balapan.

Perjalanan debut ini juga tak lepas dari dukungan sponsor. Koh Petrus mendapat support dari Castrol, brand oli internasional yang sudah identik dengan dunia motorsport, serta HS, rokok pendatang baru yang mulai menancapkan branding-nya lewat ajang otomotif. Kehadiran sponsor ini jelas memberi semangat tambahan bagi Koh Petrus dalam membangun langkah barunya di dunia rally.

Kehadiran Galant Pertamina di ajang ini membuktikan bahwa mobil langka sekalipun tetap bisa berjaya di lintasan modern jika digarap serius. Lebih jauh lagi, langkah Koh Petrus yang berani mencoba lintasan rally setelah lama berkecimpung di slalom menambah warna baru dalam perjalanan kariernya. Sprint Rally Semarang kali ini bukan hanya soal jumlah peserta yang membludak, tapi juga tentang bagaimana sebuah mobil bersejarah, seorang pembalap senior, dan dukungan sponsor bergabung membuka lembaran baru di panggung rally nasional.

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect