Yogyakarta – Ada sesuatu yang berbeda dari gelaran Kustomfest 2025: MADCHINIST di Jogja Expo Center tahun ini. Selain deretan karya gila para builder dan seniman otomotif, suasana festival terasa lebih hidup lebih ramai, lebih beragam. Tak hanya karena dentuman mesin dan aroma cat baru, tapi juga karena wangi kuliner yang menggoda dari deretan tenant makanan lokal yang ikut meramaikan.

Ya, tahun ini Kustomfest berhasil menyalakan kolaborasi lintas dunia: bukan hanya antara automotive freak dan seniman, tapi juga dengan Dyodoran, food vlogger asal Jogja yang dikenal dengan konten kuliner hits-nya. Lewat kolaborasi ini, Dyodoran mengajak berbagai UMKM kuliner dan brand makanan populer Jogja untuk membuka booth di area khusus menciptakan semacam “street food district” di tengah festival custom culture terbesar di Indonesia.

Dari burger juicy, steak dari grup Casademia, ayam goreng Tojoyo, Sushi Tei, H Kebab, hingga Mil’s Kitchen salah satu restoran mewah di Jogja, semua tampil berdampingan dengan pameran motor, mobil, dan karya seni custom yang menggila. Ada pula booth ramen, kopi, dan deretan dessert kekinian yang membuat pengunjung tak berhenti mampir.

Kolaborasi ini menyalakan warna baru dalam perjalanan Kustomfest. Biasanya identik dengan suasana gothic, suara knalpot, dan karya eksentrik builder, kini festival terasa jauh lebih inklusif. Pengunjungnya bukan hanya para biker, builder, atau penikmat kendaraan kustom. Banyak keluarga muda, pasangan, hingga anak-anak kulineran yang datang sekadar ingin mencicipi makanan hits Jogja tapi justru terpapar keindahan dunia custom yang selama ini mungkin terasa jauh dari mereka.

“Bisa jadi seseorang datang ke Kustomfest hanya karena ingin kulineran, tapi pulangnya malah jatuh cinta dengan dunia custom. Atau sebaliknya builder yang datang buat show, akhirnya nongkrong bareng keluarga sambil makan ramen atau steak di area food court,” ujar salah satu pengunjung yang kami temui di lokasi.

Fenomena ini membuktikan bahwa Kustomfest tidak lagi sekadar festival otomotif ia telah menjadi panggung lintas budaya dan gaya hidup kreatif. Tujuan utamanya tetap sama: memperluas edukasi dan apresiasi terhadap dunia kustom. Namun kini jalannya jauh lebih cair. Tidak lagi terbatas oleh komunitas atau genre, melainkan terbuka untuk semua kalangan.

Dengan keberanian berkolaborasi di luar pakem, Kustomfest 2025 “MADCHINIST” bukan hanya menghidupkan kembali semangat kreatifitas, tetapi juga menjembatani dunia mesin dan selera makan masyarakat. Dua hal yang terlihat berbeda, tapi ternyata bisa berpadu dengan harmonis dan di Jogja, hal itu terasa sangat alami.
Karena di kota ini, budaya dan kreativitas selalu menemukan caranya untuk bertemu. Bahkan lewat piring makan dan blok mesin yang bersebelahan.

