JAKARTA – Seri Kejurnas Slalom Purwokerto yang berlangsung pada 18 Oktober 2025, menjadi momen yang paling berharga bagi Canya Prasetyo, peslalom wanita Banteng Motorsport.
Bagaimana tidak, catatan waktu pada heat final sukses menempatkan ia sebagai wanita tercepat dengan torehan waktu 54,559 detik. Perolehan tersebut sekaligus menyingkirkan Alinka Hardianti, peslalom wanita andalan Toyota Gazoo Racing Indonesia.
Adapun catatan waktu yang diraih oleh istri dari Andi Baihaki tersebut adalah 54,718 detik atau terpaut 1,59 detik dari Canya yang berhasil menguasai podium pertama.
Menurut Canya, pencapaian tersebut memang di luar ekspektasi lantaran ia bermain tanpa beban dan tidak terpaku dengan torehan waktu dari masing-masing peslalom di kelasnya.
“Jujur pada seri kemarin itu saya bermain tanpa beban, lebih seperti ya sudah have fun saja dan tidak ada target. Alhamdulillah dengan kaya gitu saya justru bisa victory lap, tidak bisa berkata-kata karena terharu juga melihat hasilnya,” ungkap Canya, kepada FastnLow.

Victory lap kemenangan Canya Prasetyo di Purwokerto
Di samping itu, kejayaan yang berhasil diraih oleh puteri dari Prasetyo Edi Marsudi ini memang tidak datang dengan sendirinya.
Meski ia tampil tanpa beban, namun kerjasama mekanik dengan peslalom di bawah naungan Banteng Motorsport mampu memberikan kolaborasi yang apik sehingga memberikan setup mobil yang sesuai baik kepada pembalap ataupun lintasan GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah.
“Jadi kalau menurut saya setup di tim ini sudah ketemu dan menurut saya ini juga buah dari kekompakan tim. Sejak awal juga mobil memang dalam kondisi yang sudah enak dan siap balap, kemudian dapat inputan lagi sehingga membuat pembalap juga semakin percaya diri,” tambahnya.
BOYONG BANYAK KEMENANGAN DI PURWOKERTO
Tidak hanya Canya Prasetyo yang berjaya di Kota Purwokerto, tetapi peslalom lainnya juga berhasil menyumbangkan kemenangan melalui tangan-tangan dingin mereka dari balik kemudi.
Terlebih performa Alief Rendy Renaldy yang baru dipinang pada awal musim ini, ia berhasil meraih posisi runner up di Kelas F dengan torehan waktu 45,657 detik atau terpaut 1,94 detik dari Adrian Septianto dari Whooosah Motorsport yang berada di peringkat teratas dengan catatan waktu 45,463 detik.
“Ya menurut saya pencapaian tim ini pada seri Purwokerto ini fantastis dan bombastis. Karena bukan hanya saya yang ada di peringkat pertama di Kejuaraan Wanita, tapi Kejuaraan Nasional Tandem Eky (Anandyo Dwiki) dan Alief Rendy berhasil menang juga. Kemudian di Kejuaraan Nasional Tim A dan Tim B, juga kita berhasil peringkat pertama,” pungkas Canya. (*)

