QUEENSLAND – Pembalap Indonesia, Glenn Nirwan, mencatatkan akhir pekan terbaiknya selama berkiprah di dunia balap Australia.
Berlaga pada putaran GT4 Australia 2026 di Queensland Raceway, Glenn sukses meraih podium ketiga pada race pertama dan podium kedua pada race kedua bersama rekan setimnya, Zac Soutar, menggunakan McLaren Artura GT4 di bawah bendera Tufflift Racing.
Bagi Glenn, hasil ini terasa spesial karena Queensland merupakan tempat yang sudah sangat dekat dengan kehidupannya selama berada di Australia.
“Ini mungkin menjadi weekend terbaik saya selama balapan di Australia, baik saat masih di TCR maupun selama dua tahun terakhir di GT4. Saya memang punya ekspektasi cukup besar karena Queensland bisa dibilang rumah kedua saya, jadi rasanya seperti balapan di kandang sendiri,” ujar Glenn.

McLaren Artura GT4 yang digunakan Glenn Nirwan
Perjuangan Glenn menuju podium pertama tidak berjalan mudah. Setelah Zac Soutar menyelesaikan stint pembuka dan menyerahkan mobil di posisi keempat, Glenn justru mengalami insiden saat berduel dengan pembalap lain dari kelas Pro.
Kontak tersebut membuat mobil keluar lintasan dan masuk ke area gravel sehingga posisinya melorot hingga ke belakang.
Namun kondisi tersebut tidak membuat Glenn menyerah. Memanfaatkan performa mobil yang kompetitif serta momentum safety car di penghujung lomba, ia perlahan kembali menembus barisan depan.
“Saat masuk stint saya, kami ada di posisi empat. Tapi setelah dua lap saya sempat bersenggolan dengan pembalap lain dan masuk gravel. Posisi langsung turun jauh. Untungnya pace mobil sangat bagus sepanjang akhir pekan dan safety car di menit-menit akhir memberi peluang untuk kembali menyerang,” katanya.
Kerja keras tersebut terbayar saat Glenn berhasil merebut posisi ketiga tepat pada lap terakhir balapan.
“Empat menit menjelang finis saya sudah kembali ke posisi lima. Di lap terakhir saya berhasil merebut posisi tiga. Hasil yang benar-benar tidak saya duga setelah insiden di awal stint,” lanjutnya.
Momentum positif berlanjut pada race kedua. Berbekal hasil kualifikasi yang baik, Glenn memulai balapan dari posisi kedua dan sempat memimpin jalannya lomba.

Zac Soutar (kiri) dan Glenn Nirwan (kanan)
Sayangnya, regulasi GT4 Australia memberikan tambahan waktu pit stop selama lima detik bagi tim yang berhasil naik podium pada balapan sebelumnya. Aturan tersebut membuat Zac Soutar kembali ke lintasan di posisi kedua setelah pergantian pembalap.
Meski demikian, pasangan Glenn dan Zac mampu mempertahankan posisi tersebut hingga bendera finis dikibarkan.
“Kami sempat memimpin balapan, tapi tambahan waktu pit stop karena podium hari Sabtu membuat kami kehilangan posisi. Namun Zac melakukan pekerjaan yang luar biasa dan kami bisa mempertahankan posisi kedua sampai finis,” ungkap Glenn.
Menurutnya, hasil positif di Queensland merupakan buah dari persiapan panjang yang dilakukan tim, termasuk pengembangan set-up mobil dan latihan intensif menggunakan simulator.
“Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim. Set-up mobil yang disiapkan Uncle Rueben sebagai chief engineer sangat membantu. Pit stop kami juga semakin baik dan simulator memberi kontribusi besar dalam persiapan balapan,” jelasnya.
Selain dukungan tim, kehadiran keluarga yang menyaksikan langsung di Queensland Raceway juga menjadi motivasi tambahan bagi Glenn sepanjang akhir pekan.
“Saya sangat bersyukur. Saya senang, tim senang, sponsor juga senang. Kehadiran keluarga saya di Australia memberikan semangat ekstra selama balapan berlangsung,” ujarnya.
Bagi Glenn, podium ganda di Queensland bukan hanya soal pencapaian pribadi. Ia berharap hasil tersebut juga bisa menjadi kebanggaan bagi Indonesia di kancah motorsport internasional.
“Semoga hasil ini bisa membuat Indonesia bangga, keluarga saya bangga, dan teman-teman saya bangga. Ini untuk marwah Indonesia,” tutup Glenn. (*)

