Connect with us

Event

Team Banteng Masih Belum Menunjukan Tanduknya.

Event perdana Indonesia Extreme Offroad Racing 2015  yang diadakan di markas besar Jhonlin Racing Team Batulicin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada hari Sabtu dan Minggu lalu sudah menarik perhatian Prass 86 untuk menurunkan 3 tim balapnya dibawah nama Banteng Motorsport.

dema agil batu licin  kalimantan speed offroad kejurnas IXOR 2015 race balapan 4x4

Banteng Motorsport yang menjagokan Demas Agil sudah merancang strategi untuk langsung memberi tekanan terhadap lawan walaupun ini masih seri pertama dari tujuh seri yang akan dilaksanakan sepanjang 2015 ini.

demas terbakar

Sayang Demas Agil dengan si “Monster Curut” nya sudah mengalami masalah di  SS pertama. Ada sebuah kabel terputus yang membuat selang rem juga ikutan terputus. Dan hal itu membuat oli rem bocor dan mengenai knalpot sedangkan oli tersebut mudah terbakar. Terlihat dari jauh, bagian bawah mobil Demas sudah terbakar sejak ¼ lap kedua, sedangkan mobil masih di bejeg oleh Demas hingga dihentikan oleh marshal. Syukur Demas dan sang adik Febrizky dapat cepat keluar dari mobil dan api cepat dapat di jinakkan.

demas agil

Halangan tidak berhenti disitu saja, di SS kedua Demas tanpa sadar menggunakan 2 wheels (4×2) entah siapa yang memindahkan tuas yang jelas selama 2 lap, Demas berusaha keras untuk mengendalikan mobil yang hanya menggunakan tenagadari 2 ban saja.

demas shake down batu licin  kalimantan speed offroad kejurnas IXOR 2015 race balapan 4x4

Di SS 3 dan 4 semua berjalan lancar, walaupun di SS 4 lintasan sangat licin setelah diguyur hujan. Demas dan adiknya Febrizky sangat tidak puas dengan balapan seri pertama ini, apalagi dihampir seluruh SS mobil tidak bisa di gas pol karena kampas koplingnya selip, “ saya harus menjaga RPM agar tidak lebih dari 4000, diatas itu  kopling pasti selip” ujar Demas Agil yang juga salah satu Brand Ambassador dari GT Radial.

Bimo banteng sport UTV batu licin  kalimantan speed offroad kejurnas IXOR 2015 race balapan 4x4

Kemudian ada Bimo Pradikto dan Nadia Giaskari pendatang baru dalam dunia speed offroad yang menggunakan UTV di kelas G1.1. Dari SS awal mereka sudah mengalami beberapa kendala pada kendaraannya. Contohnya Nadia yang di SS pertama dia hanya menggunakan 2 wheels sehingga tidak dapat mengendalikan mobilnya dengan baik dan berakhir dengan mobil terbalik (klontang) sebelum menyentuh garis finis. Ternyata setelah diperiksa As roda depan patah.

Nadya in action

Mereka tidak terlalu memaksakan diri untuk mendapat podium, namun keberuntungan sepertinya sedang berpihak kepada Bimo yang sejak awal hanya berharap bisa bejeg gas dengan aman dan finis. Tapi Bimo yang sampai SS 3 cuma bertengger diposisi 6 ternyata mendapat angin segar karena Mago Sarwono yang tadinya diposisi 5 harus turun posisi karena mengalami kendala pada mobilnya. Alhasil terpaksa Bimo harus menggantikan posisinya diposisi 5. Sungguh beruntung.

Berikut hasil perjuangan tim Banteng Motorsport:

G 1.1
Pos Driver Vehicle SS 1 SS 2 SS 3 SS 4 Penalty total

5

Bimo

UTV

05:50.982

05:07.453

05:26.505

04:35.490

21:00.430

8

Nadia

UTV

DNF

04:35.472

05:24.733

04:52.932

06:00

27:39.357

G 2.1

6

Toto

Suzuki

05:39.442

DNF

DNF

–

03:00

–

G 2.2

2

Piuk

Jimny

05:17.295

05:06.582

05:30.228

05:16.739

21:10.844

4

Tridono

Jimny

05:24.864

05:15.465

05.45.733

05:07.369

21:33.431

G 3.2

2

H. Endang

Jimny

04:51.841

04:39.751

05:00.608

05:15.539

19:47.739

G 4.2

15

Eno C

Jeep

04:43.615

04:49.475

06:35.367

–

01:00

G 6.3

6

Prass

Jeep

04:47.880

04:42.445

04:44.428

05:51.197

20:05.950

9

Demas

Tubular

DNF

04:29.277

04:26.237

05.29.117

01:00

21:38.208

10

Donny

Jeep

04:45.366

04:49.354

04:52.422

–

 

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect