Seri ke 3 Indonesia Extreme Offroad Racing yang sempat di undur jadwalnya akhirmya berlangsung juga. Event balap offroad ini di laksanakan di atas lahan daerah BSD dengan peserta mencapai 202 starter.
Salah satunya adalah Pembalap offroad senior Danny yang turun menggunakan Jeep Cherokee XJ dengan membawa nama Marhan Racing Team. Pembalap berumur 44 tahun ini turun di Grup G4 di kelas G4.3 yang bersaing melawan para offroader yang rata-rata menggunakan Cherokee juga salah satunya Rihan Vahriza.
Pada hari pertama ini (sabtu, 13 Juni 2015) yang digelar sebanyak 2 SS, Danny berhasil melakukan ss pertama dengan sempurna, dengan catatan waktunya yang menduduki peringkat 9 dikelas. Namun ternyata sebelum menyentuh garis finis kompresi mesin menghilang, ternyata setelah di periksa blog mesin pecah.
Segera Danny dan tim mekaniknya menurunkan blog mesin yang ternyata sudah beberapa kali mengalami masalah. Selama ini permasalah blog sembuh dengan memapas head, hingga saat ini head sudah di papas hingga 2mm.
Tidak sempat mengambil blog mesin cadangan yang ada di bengkel, alhasil blog mesin Cherokee harian Danny menjadi pemecah masalah untuk sementara dapat berjalan di ss 2.
Setelah hampir 5 jam perbaikan mesin ternyata menjelang TC (Time Control) 2, mobil belum bisa di hidupkan. Terpaksa di SS 2 Danny tidak dapat turun start.
Hingga baru malamnya, Fastnlow mendapat kabar bahwa mobil sudah dapat menyala dan sudah di coba jalan. Sehingga di SS 3 Danny sudah siap turun tanah kembali.
Di balik semua cobaan yang terjadi pada Danny sahabat dekat sekaligus seniornya dalam balap Speed offroad, Hardy Sitorus yang juga turun menggunakan Jeep Cherokee XJ di kelas G6.3 group G6 hampir bisa dibilang tidak mengalami masalah berarti.
Hanya saja sempat mengalami rem tidak dapat kembali (terkunci dalam kondisi ngerem) di SS 1. Pembalap yang sudah turun di balap speed offroad sejak tahun 1997 ini mengaku enjoy dengan balapannya. Karena pada dasarnya dia tidak menargetkan juara.
Namun walaupun tanpa target, jam terbang sangat mempengaruhi, di SS 1 dia finis di urutan 7, padahal di kelas itu adalah kelas yang cukup panas. Di SS 2 dia mengaku catatan waktu turun sekitar 3 detik.









