Kembali lagi dengan Mogu-mogu AMF 2015 seri 2 Surabaya yang sudah berjalan sejak kemarin sabtu dengan round down acara latihan bersama dan pengenalan drift bagi para peserta pemula yang kebanyakan berasal dari Surabaya.
Pada hari kedua ini, Minggu (16/8) ini adalah merupakan acara utama nya yang dari pukul 9 pagi para peserta kembali melakukan latihan bersama yang akhirnya pada sekitar pukul 10, para peserta mulai melakukan kualifikasi.
Ada beberapa kejadian yang bikin shock dalam event ini. Fadil yang terkenal sebagai pembalap touring dari Jakarta Ban dan seorang drifter ini akhirnya turun pada AMF seri 2 ini yang pada seri pertama Fadil hanya sebagai penonton saja di Jogja. Namun sepertinya ada sedikit halangan yang harus dia hadapi. Saat masuk ke babak kualifikasi, as rodanya patah dan tersangkut di kon blok hingga membuat terbang mobilnya.
Amandio, Kalah Sebelum Bertempur
Kemudian ada Amandio yang sudah punya feeling tidak enak dengan mobilnya. Sejak awal dari Jakarta Amandio sudah merasakan bahwa mobil yang dia gunakan kurang proper untuk di gunakan pada ajang kali ini dan masih butuh persiapan yang lebih matang lagi. Namun bagaimana lagi, kendaraan yang dia gunakan di seri sebelumnya akan di gunakan sang owner untuk ikut di seri 2 ini juga. Yah, Amandio akhirnya berusaha semampunya.
Sampai di kota Surabaya, dia berusaha mensetting semaksimal mungkin, tapi permasalah power steering ,menjadi kendala utama. Di coba beberapa kali Amandio mengaku bahwa, mobil ini sulit di kendalikan. Dan puncaknya ada di babak kualifikasi, Amandio terpaksa harus menerjang pagar pembatas setelah power steering nya tidak mampu bekerja.
Amandio shock, dan sempat lemas di dalam mobil hingga harus mendatangkan medic ke dalam lapangan. Namun walaw begitu dia tidak terkena cidera atau luka sedikitpun. Tapi kesal yang mendalam hingga acara berakhir.
16 besar
Setelah babak kualifikasi, muncul lah susunan tandem 16 besar. Dika CH yang pada seri pertama menjadi juara 3 harus melawan Dipo Dwiki yang dengan mudah Dika CH masuk babak 8 besar yang harus melawan Raihan yang langsung masuk babak ini karena lawannya Amandio tidak mampu bermain lagi di lihat dari kondisi mobilnya.
Kemudian ada Chandra asal Jogja dengan membawa nama HTJRT yang harus melawan Bimo Androtama. Dan Chandra beruntung dapat masuk 8 besar, karena di first run mobil Bimo mengalami kerusakan pada As Roda. Sedangkan team mate Chandra, Reindy Riupassa yang sengaja menyewa mobil milik temannya yang bertenaga 320hp ini kalah telak setelah melawan Ikhsan yang bermain rapih. Reindy di first run terlihat bernafsu sekali sehingga melakukan beberapa kesalahan fatal yang mengurangi poin penilaian.
Perjuangan Ikhsan di AMF
Ikhsan, yang sebetulnya lebih dikenal sebagai mekanik freelance ini baru terjun secara langsung di drifting pada 1 tahun terakhir ini. Dan untuk menjadi seorang drifter bagi Ikhsan merupakan sebuah perjuangan keras. Seperti pada seri 2 ini, Ikhsan kembali menggunakan perjalanan darat selama 18 jam dari Jakarta menuju Surabaya. Capek? Jelas, namun dia masih harus mempersiapkan mobilnya dan beberapa mobil rekan-rekan drifter lainnya.
Namun tidak disitu saja perjuangan Ikhsan yang masih menggunakan mobil dengan mesin RB25 bernomor pintu 74 ini. Dia terkena sial (lagi), setelah di seri pertama dia harus memperbaiki mati-matian mobilnya yang patah baut bannya, di seri 2 ini kaca mobilnya harus pecah terkena tenda yang jatuh karena tertiup angin.
Kaca depannya pun harus di lepas agar tidak berbahaya, namun masalahnya itu menyalahi aturan regulasi drift. Sedangkan sparepart kaca mobil ini cukup sulit dicari, alhasil dia harus meminta keringanan kepada IMI sebagai pemegang regulasi.
Sabtu itu Ikhasan tidak dapat latihan karena ijin dari IMI belum turun, namun setelah negosiasi yang alot IMI memberikan ijin dengan syarat Ikhsan harus juga meminta ijin kepada teman-teman peserta drift dengan menandatangani petisi yang menyatakan Ikhsan layak untuk turun.
Di hari minggunya lah dia baru dapat melakukan latihan yang di lanjut dengan kualifikasi dan race.
Kembali lagi ke 16 besar, Fadil yang mobilnya mengalami patah as roda akhirnya dia bisa melakukan start walau dengan meminjam mobil Odie (satu mobil 2 nomer) yang harus melawan Evan dengan Skyfiro nya.. (Cefiro dengan oprasi wajah menjadi Skyline). Evan terlihat bermain dengan baik yang menghasilkan dia masuk babak berikutnya.
Begitu pula dengan Adi Indiarto yang juga merupakan co-driver dari H.Rayhan dari HRVRT di speed Offroad. Di babak ini dia melawan Odie yang merupakan owner dari mobil Cefiro yang sempat di pinjam Amandio di AMF seri 1. Tidak hanya piawai dengan membaca pacenote namun dia juga jago drifting yang berhak masuk ke babak selanjutnya.
Kemudian Lucky Reza yang juga merupakan bagian dari orang penting dalam AMF ini juga turun dengan menggunakan mobil Cefiro bermesin VH45 4500cc milik Nissan yang melawan pembalap muda pendatang baru Theoresta yang jauh-jauh datang dari Bali khusus untuk melawan para seniornya. Lucky mengakui bahwa tidak mudah juga melawan Theoresta yang entah dari mana dia bisa mendapatkan skill yang bisa di bilang bagus untuk, padahal jarang sekali ada lahan untuk berlatih drift di Bali. Namun memang jam terbang mempengaruhi, Lucky lah yang dapat maju ke babak berikutnya.
Kemudian ada M. Farhan yang di seri 1 menjadi juara di kelas rookie yang melawan Michael pendatang baru asal tuan rumah, Surabaya. Juri yang terdiri dari Loy Ay, Warnbro dan Dean Zen ini tidak butuh waktu lama untuk memutuskan Farhan yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Babak 8 besar.
Disana ada Rayhan yang melawan Dika CH, Chandra melawan Ikhsan, Evan melawan Adi Indiarto, Lucky melawan Farhan.
Pada sesi dimana Rayhan melawan Dika CH, Rayhan bermain dengan liarnya, bukan karena ciri khas namun memang tenaga mobilnya yang besar dan kurang cocok dengan lintasan kecil seperti ini. Namun dengan gayanya itu kita yang melihat dari luar saja udah ngilu sekali, namun dengan gayanya yang seperti itu chaser memang harus extra berhati-hati agar tidak melakukakan kesalahan. Dan akhirnya memang terjadi, entah kenapa Dika CH salah melakukan manuver switching yang akhirnya membuat mobilnya terhenti.
Namun berbanding terbalik dengan Dika CH yang bermain halus namun cepat, tapi dengan chaser Rayhan, Dika CH terlihat melakukan kesalahan pada salah sati clipping point karena Rayhan memang sangat menempel ketat dengan Dika CH. Sehingga, untuk babak ini Rayhan maju ke babak perempat final.
Race antara Chandra dan Ikhsan adalah race yang bisa dibilang pertandingan yang diulang kembali. Pada seri pertama Chandra juga sempat bertanding dengan Ikhsan, dan terjadi pula di seri 2 ini. Namun tidak perlu waktu banyak Ikhsan dapat melibas Chandra.
Mudah, karena memang secara spek mobil milik Chandra masih terlalu standart untuk bisa melawan Ikhsan. Chandra kesulitan dalam mengejar Ikhsan. Namun mereka bertarung secara sportif tanpa ada jurus-jurus yang saling merugikan.
Begitu pula dengan Adi Indiarto, yang akhirnya Evan yang berhak masuk ke babak berikutnya.
Sedangkan pertandingan antara Lucky melawan Farhan sempat menjadi pertarungan yang sengit. Lucky yang kali ini bisa dibilang sendang dalam keadaan letih karena dia juga mengurus banyak hal dalam event kali ini harus melawan Farhan yang diharapkan dapat bermain baik seperti seri sebelumnya.
Namun kenyataan berkata lain. Lucky memang beruntung, pada run ke 2 Farhan terlalu bernafsu sehingga di tikungan terakhir sebelum finish dia harus melintir. Tanpa banyak basa basi juri pun menyatakan Lucky yang beruntung masuk babak perempat final.
Babak Akhir Penuh Ketegangan
Berarti dalam babak ini ada Rayhan, Ikhsan, Lucky dan Evan.
Di putaran pertama pada babak ini Ikhasan harus bertarung melawan Rayhan. Masih dengan gayanya yang sadis itu Rayhan berusaha meninggalkan Ikhsan, namun Ikhsan yang power mobilnya lebih kecil dari Rayhan memang terlihat lebih berani nekat untuk mengejar Rayhan.
Saking nekatnya Ikhsan terlalu menempel body belakang Rayhan saat switching (berganti arah, berganti posisi) hingga Ikhsan harus merelakan lampu depan kanannya sehingga dia sedikit terhenti.
Kemudian saat Ikhsan menjadi yang didepan, bergantian terjadi insiden Rayhan menabrak pintu kiri belakang Ikhsan dan race tetap berjalan. Dari sekian banyak aksi mereka, Juri belum puas dan meminta untuk one more time (race sekali lagi).
Disaat inilah poin dihitung ulang. Namun terlihat pada 2 run ini Rayhan banyak melakukan Straight, dimana mobil tidak melakukan drifting secara benar atau justu lebih condong berjalan biasa. Jadi walaupun Ikhsan sangat keteteran dalam mengejar Rayhan, namun Ikhsan relatif melakukan drifting dengan clipping poin yang benar.
Selesai sudah pertarungan Rayhan dengan Ikhsan, sekarang gantian pertarungan Lucky melawan Evan. Dalam pertarungan ini dua drifter ini bermain sangat rapih, namun saking rapihnya juri belum dapat mengambil keputusan dengan 1 kali race, sehingga juri atas persetujuan penonton meminta untuk one more time.
Begitu pula dengan di race ke 2 pada kedua drifter ini, semua bermain dengan cantik. Namun sesuai dengan namanya, Lucky lah yang berhak melawan Ikhsan untuk penentuan juara 1 dan 2.
Setelah Evan melawan Lucky, dia harus meperebutkan juara tiga dengan melawan Rayhan, namun pada race ini di run ke 2 Rayhan melakukan kesalahan pada saat swithing hingga terjadi tabrakan fatal hingga vender kanan belakang Skyfiro milik Evan hancur berantakan.
Perebutan 1 dan 2
Huff.. Pertarungan yang sangat keras. Siapa yang sangka pertarungan di babak ini justru pertarungan para Rookie. Ya… Ikhsan dan Lucky masih duduk di kelas Rookie, namun mereka berhasil melawan para drifter yang sudah pro.
Ikhsan yang mendapat giliran pertama yang dikejar (lead) bermain dengan baik dari sejak start, bahkan Lucky sampai tidak bisa mepet dengan Ikhsan, namun sial, entah kenapa Ikhsan saat mendekati garis finish justru oversteer yang mengakibatkan mobil berputar-putar ditempat.
Saat Lucky gantian menjadi lead, dia bermain lebih baik dari Ikhsan walau ada satu cone (clipping poin) yang dia jatuhkan. Lucky berhasil meninggalkan Ikhsan sangat jauh. Dan dengan Lucky menyentuh garis finis, berakhir sudah drift competition Mogu-mogu AMF seri 2 Surabaya.
Namun pada saat itu juri belum mengumumkan siapa yang menjadi pemenangnya hingga nanti saat penyerahan piala di podium.
Diakui oleh Lucky malam itu mobilnya sangat “nurut” dengan kemauannya bermanufer. Lucky yang sudah beberapa kali mengikuti drift competition merasa bersyukur karena tidak ada kendala sama sekali pada mobilnya. Padahal sepengetahuan Fastnlow, Lucky di beberapa drift competition gagal karena bermasalah dengan mobilnya.
Begitu juga dengan Ikhsan yang sampai Surabaya merupakan sebuah perjuangan yang berat, belum lagi cobaan dengan pecahnya kaca mobil dan sulitnya mendapat ijin dari IMI untuk tetap turun drift sudah membuat lelah hati dan fisik, sehingga saat dia bisa masuk babak final itu adalah kejutan tersendiri baginya.
Kemudian pendapat dari beberapa drifter mengatakan kalau lintasan ini cukup tricky. Pertama karena ini adalah konblok, karena konblok inilah lintasan jadi bumpy/bergelombang, kemudian ada beberapa lintasan yang di tambal menggunakan semen yang berpengaruh pada grip mobil yang tidak stabil (ada yang licin dan ada yang tidak), belum lagi masalah cuaca Surabaya yang begitu panas saat siang, yang itu mempengaruhi tekanan ban.
Seperti yang diceritakan Ikhsan “gue pasang ban dengan tekanan ban 40psi, sebelum start bisa-bisanya naik menjadi sekitar 48psi dan setelah drift bisa sekitar 52psi” jadi ini benar-benar tricky.
Akhirnya Juri mengumumkan pemenang Mogu-mogu AMF 2015 Drift seri 2 Surabaya ini adalah Lucky, juara dua di pegang oleh Ikhsan dan juara 3 adalah Evan.
Bagi mereka bertiga dan Dean Zen (Juri) ini adalah cita-cita mereka sejak drift war 2012 yang menginginkan mereka bertiga berada dalam 1 podium. Ya.. ini adalah mimpi yang jadi nyata bagi mereka.





















































