Setelah hari pertama pelaksanaan event AM1 Borneo Drift Challenge 2015 yang diadakan pada Sabtu (17/10) HTJRT sudah sempat berkali-kali melakukan latihan bersama. Hari itu memang di khususkan untuk latihan bersama walaupun kondisi cuaca yang tidak menentu, yaitu hujan yang beberapa kali terjadi. Dan semua itu dapat dilalui oleh tim yang dibawa H. Candra ini cukup dengan baik (ada-lah kalau cuma nyenggol-nyenggol tembok dikit)
Pada keesokan harinya, kegiatan pertama yang harusnya dimulai sekitar pukul 8 pagi waktu Malaysia, terlihat harus sedikit terhambat karena pada hari itu daerah Sabah di guyur hujan sangat deras ditambah banyaknya angin, sehingga mereka hanya melakukan latihan dan belum memulai pertandingan ataupun kualifikasi. Dari latihan tersebut, mereka menunjukkan hasil yang semakin baik dan semakin bisa mengendalikan mobil.
Walaupun ada sedikit kejadian yang cukup mengejutkan terjadi pada Alinka. Tenang, Alinka pujaan bangsa Indonesia masih sehat wal-afiat sampai sekarang.
Setelah menunggu hujan reda dengan latihan, sekitar pukul 13.30 waktu Malaysia, kualifikasi pun dimulai dan akhirnya memang cuacanya benar-benar membaik. Dalam arti hujan yang deras banget tadi cuma sekali. Namun, efeknya lintasan aspal di Borneo Palinda Park ini menjadi sangat licin. Selain karena banyak genangan, track ini memang tergolong masih baru, jadi batu-batu aspalnya masih mudah terlepas.
Seperti biasa, dalam balap drift kita membutuhkan sekelompok Juri dan untuk kali ini ada 3 juri yang terhormat, yaitu Loy Ay dari Malaysia yang merupakan head of judge dan dua lainnya dari Jepang. Nah salah satunya Tanaguchi yang dulu jadi juri juga di Drift War 3 Jakarta.
Penjurian kali ini terlihat lebih ketat, karena ternyata dari sekian banyak peserta yang mendaftar tidak semua lolos qualifikasi, termasuk juragan rel kereta kita, H. Candra. Namun 3 drifter Indonesia lainnya dapat melenggang cantik ke race utama dengan poin yang cukup baik.
Giliran pertama race adalah kelas Novice (pemula) yang didalamnya terdapat Reindy Riupassa dengan mobil Nissan Silvia S14. Dalam kelas ini hanya ada 4 peserta yang lolos dan dengan mudah Reindy Riupassa mendapatkan peringkat utama. Memang selama race, Reindy bermain dengan sangat rapih tanpa kesalahan berarti.
Setelah peserta kelas Novice sudah pada habis, race langsung dilanjutkan dengan kelas Pro yang disana pesertanya juga cukup banyak dan 3 pembalap Indonesia pun ada didalamnya (termasuk Reindy).
Alinka yang termasuk dalam urutan awal untuk start langsung berhadapan dengan Wan Borneo dari Provinsi Kinabalu dengan AE86 nya. Terlihat disana memang Alinka melakukan beberapa kesalahan, terutama saat initiate saat dia nge-Lead. Para juri sempat memberikan “one more time” karena memang terlihat Wan Borneo juga banyak melakukan kesalahan. Namun kesempatan itu tidak dapat di eksekusi Alinka dengan baik. Alhasil dengan sekali race Alinka harus kembali ke paddock.
Kemudian race dilanjutkan antara Akbar Rais VS Max Lan Jipun asal Malaysia. Akbar terlihat bermain cantik dengan sedikit trick-trick ala Akbar. Untuk kali ini memang agak sulit menilainya karena dua peserta ini bermain dengan cukup cantik. Namun dewi fortuna berpihak oleh Akbar, dan berhak melaju ke babak 8 besar.
Sedangkan Reindy pada 1 kali race dirinya harus mengakui keunggulan Mah Lao asal Kota Kinabalu yang ternyata bagi para drifter Malaysia, dia termasuk “the drift king”-nya Malaysia.
Di babak 8 besar, Akbar Rais harus bertemu dengan Mah Lao. Ini pertarungan antara Nissan 200SX standard dan Nissan Silvia S15 full spek. Namun, untung pada saat lintasan sangat licin, sedikit gerimis ditambah track yang relative kecil, jadi tenaga besar tidak terlalu berpengaruh dan Akbar masih memiliki kesempatan untuk menang.
Namun sayang, teori diatas semua terpatahkan oleh Akbar yang melakukan kesalahan berupa “Missed Gear”. Akbar tidak dapat memasukkan shift gear ke gigi 3. Dan akhirnya Mah Lao menang mudah oleh Akbar.
Untuk selanjutnya para drifter Indonesia hanya bisa menonton aksi para drifter lokal sambil merasakan sejuknya udara perbukitan. Tidak perlu diragukan lagi, skill mereka (memang seharusnya) sangat baik, karena di negara ini, fasilitas untuk drifting cukup memadai. Terutama dengan variasi kendaraan penggerak belakang bertenaga besar yang sangat melimpah. Setelah berduel dan saling menunjukkan aksinya, akhirnya sampai juga saatnya untuk pembagian piala.
Sudah pasti, Reindy Riupassa yang juga turun di kelas novice dapat membawa bendera Merah Putih kebanggan Indonesia ke puncak juara.
Seperti yang sudah dibicarakan saat awal event ini akan diselenggarakan, Piala yang akan diberikan terbuat dari stang, dan piston asli yang dirangkai sendiri oleh Larry Chang yang tidak lain adalah Owner dari TONNKA.
Dan Juara pada event kali ini adalah Mah Lao yang juga berhasil mengalahkan Akbar Rais. Dan Akbar Rais sendiri cukup terkejut karena dia juga berhak atas Juara ke-7 Kelas Pro, sedangkan Alinka lebih terkejut lagi, karena dia mendapat piala juga yaitu Piala Wall Champion. Haha, piala ini diberikan kepada pembalap yang paling banyak menabrakkan mobil ke dinding. Tapi nggak masalah, buat Alinka sendiri yang cewek ikut ajang Borneo Drift ini saja udah keren.
Nggak cuma dapet piala Wall Champion, Alinka juga sempat diberi suatu kehormatan untuk nge-drift bareng sama Ibu Rosnah Abdul Rashid Sherlin Timbalan, selaku Menteri Kerja Raya Malaysia.
Selama event AM1 Borneo Drift Challenge 2015 ini berlangsung, Malaysia selaku tuan rumah memberi sambutan yang sangat hangat dan welcome. Bahkan Loy Ay yang juga berasal dari Malaysia memberikan kesan dan penilaian yang baik. Menurutnya skill tim HTJRT sangat oke dan bagus. Tapi Loy Ay sendiri memang mengakui factor kendaraan yang mereka gunakan sangat memperngaruhi performa. Loy Ay yang pernah beberapa kali ke Indonesia mengatakan bahwa mobil di Indonesia sebanding dengan yang dipakai para juara, jadi kalau mereka kalah di Malaysia dengan mobil yang standar itu wajar.
Di balik itu semua, acara ini nggak akan berjalan lancar tanpa kerja sama dan koordinasi yang baik. HTJRT tidak lupa mengucapakan terima kasih kepada Malaysia dan Khalyfa yang banyak menjamu tim Indonesia, para drifter Mah Lao, Along, Ucop, Larry Chang dan seluruh orang yang ikut berpartisipasi untuk semua fasilitas dan kebaikan serta ramah tamah yang diberikan selama event AM1 Borneo Drift Challenge 2015 ini berlangsung.
Canteeekk kaliii…
Bonus Images:

































