Seri terakhir Indonesia Night City Slalom 2015 sudah berlalu, tapi sepertinya bukan menjadi akhir dari cerita tentang balap slalom tahun 2015. Masih ada beberapa hal yang tersisa dari apa yang terjadi kemarin Sabtu 31 Oktober 2015 di GOR Satria, Purwokerto.
Ok, kita cerita dari awalnya dulu. Seperti biasa, race di mulai dari sekitar pukul 10 pagi dengan pemimpin lomba tidak lain, tidak bukan Vito Siagian sedangkan yang menjalankan acara di bawah kendali Genta Auto&sport dan Mariachi Production.
Seperti yang kita ketahui, dalam seri ini ada 4 orang yang bakal bertarung mati-matian untuk menjadi juara nasional. Anjasara Wahyu, Mico Mahaputra, Valentino Ratulangi dan Demas Agil. Juara nasional disini adalah orang yang dapat memperoleh poin tertinggi di kelas F (FFA).
Sejak awal event di mulai entah kenapa ketegangan sudah mulai terlihat. Beberapa pembalap memang terlihat memang masih terlihat saling menyapa, namun tidak ada obrolan yang berarti diantara mereka. Wajah tegang menyelimuti mereka. Terutama (siapa lagi kalau bukan) Demas Agil.
Valentino yang biasanya adalah orang yang cukup expressive kali ini, tidak banyak tersenyum, bahkan tidak terlalu banyak keluar paddock untuk ber-interaksi.
Di heat 1 dan 2 (seperti biasa) tidak ada pertarungan yang saling menekan dari setiap peserta yang kali ini ada sekitar 150 starter. Hanya saja mereka sudah mulai memperhitungkan posisi start (nantinya) di babak final.
Apakah ada team order? Tidak terlalu jelas bagaimana teknisnya, namun agak sedikit diragukan bila sebuah tim tidak membantu untuk memenangkan pembalapnya.
Namun cukup disayangkan yang terjadi pada tim Jangkar Miring. Apabila sudah menstrategikan untuk team order, Valentino hanya akan akan di backup oleh Raditya P.A di Final F. Pasalnya pada heat awal Ananta melakukan kesalahan soal, dan Anggana menyenggol cone. Yang initinya akan sulit sekali mereka masuk babak final.
Sedangkan tim NFT dan TTI lebih mempersiapkan pembalap dari segi psikologi sang pembalap. Karena masalah kendaraan tentunya sudah dipikirkan jauh-jauh hari agar tidak bermasalah.
Final kelas Umum A
Pada Babak final kelas A, pertarungan lebih untuk memperjuangkan juara seri. Karena bila dilihat dari perolehan poin klasemen, Demas Agil terlalu jauh diatas untuk dikejar. Namun, masih cukup seru untuk di tonton.
Pasalnya mulai dari 10 pembalap terakhir yang start, terjadi kejar-kejaran perolehan catatan waktu terbaik. Seperti Reindy Riupassa yang membawa nama tim HTJRT sempat memperoleh catatan terbaik, namun langsung di rebut oleh Toto Michdar dan di rebut lagi oleh adiknya, Batara Michdar yang masih dalam satu tim NFT. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena Herdiko dari HTJRT kembali merebut catatan waktu terbaik mereka. Dan catatan waktu itu bertahan hingga akhir perlombaan. Sehingga Herdiko dari HTJRT lah yang berhak untuk juara seri kelas A umum.
Sedangkan sang pemimpin klasemen, terlihat santai sekali dan puas dengan posisi ke 4 di kelas A umum ini. Namun Demas sudah berhak untuk menjadi juara nasional yang mendapatkan sebuah mobil Toyota Agya.
Final kelas Umum F.
Yup, final ini yang paling menengangkan, pertarungan antar 3 tim, 4 calon juara yang semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Juara Nasional.
Cukup panas, muka para pembalap enggak ada yang nyantai.
Satu persatu pembalap mencatatkan waktu terbaik. namun sayang Mico yang pertama turun mewakili TTI tidak dapat menggeser catatan waktu terbaik sebelumnya. Sehingga tongkat estafet kemenangan ada pada Anjasara. Yup Anjasara berhasil menggeser catatan waktu terbaik sebelumnya menjadi 42.014.
Dan turut disayangkan sekali, catatan waktu Valentino tidak lebih baik dari Anjasara yang hanya memperoleh 42.126. Sehingga hilang sudah kesempatan untuk menjuarai Kejurnas Slalom 2015 ini.
Jadi tinggal melihat catatan waktu dari Demas yang mengharuskan dia menjadi yang tercepat alias juara 1 di kelas ini untuk mendapat poin sempurna. karena secara perolehan poin diantara 3 pesaingnya dialah yang paling rendah.
Tanpa banyak basa basi, dengan Brio bercorakkan batik khas Sulawesi Demas bermain sangat rapi dan cepat yang menghasilkan catatan waktu yang bisa dibilang tidak mungkin bisa dikejar, 40.964.
Jadilah di pembalap dengan double winner. Dan dia berhak atas 2 Toyota Agya. Luar biasa..
Di sela-sela itu Valentino mengucapkan selamat kepada Demas dan diapun mengatakan bahwa “mungkin ini yang terbaik buat saya”. Setelah semua itu terjadi suasana benar-benar mencair. Para pembalap terlihat dapat tertawa (entah tertawa sedih atau bahagia) lepas.
Para Juara
Seri terakhir ini akhirnya kita bisa melihat para juara-juara Nasional lainnya. Salah satunya juara pemula yang akhirnya 5 pembalap terbaik akan naik tingkat ke seeded B. Yaitu kelas pembalap satu tingkat di bawah seeded A yang berisikan para pembalap yang “tak tertahankan”.
HTJRT ada Adrian Septianto dan Reindy Riupassa, dari Hercules Slalom Team ada Oldy Ardhana yang berasal dari Semarang dan NFT ada Batara Michdar dan Jisir Bustami. Semua orang diatas ini untuk tahun depan akan bertarung di kelas pembalap berjabatan seeded B, yang berarti pertarungan akan semakin keras.
Yang jelas 5 seri Kejuaraan Nasiona Slalom 2015 berjalan begitu indahnya.
Terima kasih GT RADIAL, terima kasih Toyota Nasmoco, terima kasih Genta Auto & sport, terima kasih Mariachi Production, terima kasih untuk seluruh peserta, tim balap dan seluruh pihak yang berpartisipasi.
Sampai jumpa di 7 seri Kejurnas Slalom 2016.





















