ADGP yang semula merupakan sebuah kejuaraan drift tahunan di Australia saat ini sudah mulai mengembangkan sayapnya untuk membuat event di Asia. Dengan merubah nama Australian menjadi Asian pada Australian Drift GrandPrix (ADGP) akhirnya untuk pertama kali membuat event di Indonesia.

Indonesia akhirnya diputuskan oleh ADGP sebagai seri pembuka untuk musim balap 2015/2016. ADGP bermula dari kegiatan rutin para komunitas drift di Australia yang hampir setiap minggunya mengadakan latihan bersama atau event kecil-kecilan yang akhirnya terbentuklah ADGP sebagai event drift besar di Negara Kanguru itu.
ADGP DI INDONESIA.

Bermula dari AMF Drift yang akan mengadakan seri terakhir di Jakarta, sebuah produsen ban Indonesia yang juga merupakan sponsor dari event tersebut, Achilles memiliki ide untuk mengajak tim ADGP untuk membuat event di Indonesia. Dan ternyata oleh ADGP disambuat baik yang akhirnya dijadikan seri perdana dari serangkaian event ADGP.

Seri penutup AMF yang diselenggarakan pada hari rabu dan kamis lalu dilanjutkan oleh ADGP pada hari jum’at dan sabtu-nya. Sebanyak 24 starter yang siap turun di ajang ADGP ini. Belasan peserta dari Indonesia, Australia, Malaysia dan Jepang turut meramainkan ajang Drift Internasional ini. Termasuk juara-juara dunia Formula Drift Daigo Saito dan Robbie Nishida.
BAGAIMANA DENGAN JALANNYA EVENT?
Pada hari jum’at diawali dengan briefing yang dipimpin oleh Brett Wilkinson sebagai racing committee (RC) dari ADGP. Disana dia menjelaskan tentang peraturan dan larangan-lararanga dalam kompetisi ini.

Sekitar pukul 11 siang latihan dimulai secara bergiliran, yang dilanjutkan pukul 2 siang untuk latihan tandem. Dengan kondisi cuaca yang sangat cerah mereka bisa bermain dengan maksimal.

Namun kesialan menimpa Chris Day dari Australia yang salah melakukan initiate yang mengakibatkan dia harus menabrak tembok pembatas.

Cukup parah, yang terkena adalah bagian bagasi mobil yang berisi tengki bahan bakar dan knuckle kaki-kaki bagian kiri belakang. Dari kejadian itu Chris Day harus segera memperbaiki kerusakan mobilnya apabila ia ingin dapat melakukan babak qualifikasi.

Namun tidak dia saja yang terkena sial, Rengga yang menggunakan Cefiro berkelir merah ini, pada saat initiate seperti sedikit ragu-ragu, dan hasilnya dia pun menabrak tembok pembatas ditempat yang sama dimana Chris Day menabrak. Namun beruntungnya dia tidak mendapat kerusakan terlalu parah. Hanya mengalami kerusakan bagian bumper dan lampu-belakang.

Selebihnya semua berjalan lancar dengan pengawasan yang super ketat dari RC ADGP untuk keamanan lintasan, regulasi kendaraan, wearpack, helm hingga peraturan peliputan bagi para awak media.

Dengan peserta Australia yang didominasi dengan mesin-mesin LS yang rata-rata hingga 600-700hp mereka sering berhasil melakukan drifting panjang dengan menempel dengan dinding pembatas yang pada seri ADGP ini sedikit dilakukan perubahan, yaitu dinding yang dibuat lebih melingkar dibanding saat kejuaraan AMF yang sedikit lebih berbentuk kotak.

Hingga pukul 4 para drifter masuk dalam babak qualifikasi, dimana dalam babak ini nantinya akan menentukan lawan tandem mereka untuk kejuaraan di hari esoknya.

Di sesi ini semua tampak serius, tidak seperti dalam ajang drifting nasional seperti biasanya. Karena mulai dari saat inilah para drifter bertarung untuk memperjuangkan harga diri tim maupun bangsa mereka.

Tapi sayang, Robbie Nishida tidak dapat melakukan babak qualifikasi ini, karena mobil yang dia pinjam dari Odhi mengalami kerusakan pada kopling, lebih tepatnya kehabisan kampas kopling yang tidak mungkin dipaksakan untuk turun babak ini.
Namun bukan berarti Robbie tidak bisa masuk dalam ajang pertarungan di hari esoknya, dia tetap akan masuk namun Robbie tidak akan mendapat poin qualifikasi tsb.

Chris Day akhirnya dapat memperbaiki mobilnya tepat waktu, sehingga dia dapat melakukakan qualifikasi, walaupun dari 2 run yang dia lakukan, mobilnya selalu melintir. yang penting sudah usaha bro..

Setelah babak qualifikasi berjalan dengan lancar, saatnya mendengarkan hasil perolehan poin dan hebatnya urutan 5 besar terdiri dari 1. Brendon Greaves, 2. Rio.SB, 3. Andy Gray, 4. Daigo Saito dan 5. Emmanuel Amandio.

Dengan berakhirnya briefing, maka berakhir pula hari pertama dengan babak qualifikasi.

Namun dibalik suksesnya qualifikasi, ternyata ada beberapa kendaraan yang mengalami kerusakan. Seperti Amandio yang lagi-lagi menyewa 200sx bermesin 2JZ dari sang juara nasional slalom, Demas Agil.
Kerusakan ada pada blog mesin yang air radiatornya (nyebrang) sehingga membuat blog mesin overheat. Tim mekanik dari Dem’s Autotechnic terpaksa harus lembur untuk menyelesaikan mesin 2JZ – 500whp ini.

Tidak hanya Amandio, namun tanda-tanda kerusakan juga terjadi pada Regi Fiandisa yang diketahui dalam oli mesinnya terdapat gram dari metal. Tidak ambil pusing, Regi langsung membawa lari mobilnya ke AHT Garage miliknya untuk mengganti mesin.
Akankah selesai tepat waktu? Mari kita cari tahu di artikel selanjutnya….. (bersambung)

