Pertarungan 8 besar, dapat diartikan bahwa yang masuk babak ini merupakan para drifter pilihan yang memiliki skill tinggi (atau bisa saja beruntung), namun yang pasti permainan akan semakin memanas yang tentunya minim kesalahan.

Hal itu ditunjukkan dengan pertarungan antara Amandio dan Evan “cuan” Pratama. Tentunya Evan harus benar-benar menguras tenaga mobil barunya dan skillnya untuk melawan mobil dan skill Amandio.


Penuh asap, namun tidak bisa dipungkiri Evan terlihat kewalahan mengejar Amandio, namun sebaliknya di run kedua Dio menempel ketat Evan. Tanpa ada kesalahan, kedua drifter ini bermain cantik walaupun juri memberi nilai lebih atas performa Dio.

Pertarungan Greaves melawan Danny, yang seharusnya menjadi hal yang termasuk ditunggu-tunggu malah pada run pertama Danny (semacam) tidak siap start yang akhirnya ditinggal oleh Greaves, otomatis pada run pertama Danny tidak mendapat poin.

Di run berikutnya dimana Danny Lead berhasil di tempel ketat Greaves dan tanpa ada kesalahan dari Greaves, alhasil pembalap Australia ini masuk dalam babak 4 besar.

Brent Gordon yang merupakan “rookie of the year” di negaranya sana, berhasil bermain cantik hingga masuk dalam babak 8 besar. Pada debut Internasional pertamanya ini dia langsung berhadapan dengan drifter-drifter dunia, seperti yang terjadi pada babak ini yang dirinya bertemu dengan Andy Gray, dan hebatnya tetap menghasilkan pertarungan yang cukup ketat.



Walaupun akhirnya Gray berhasil memenangkan pertarungan itu karena Gordon melakukan kesalahan di run kedua.

Dan yang terakhir di babak 8 besar ini adalah pertarungan Rio. SB dan Rob Whyte, dimana ini merupakan pertarungan yang sangat ketat. Rio dan Whyte berhasil saling memberi tekanan, hingga Juri pun memutuskan untuk One More Time.

Di babak One More Time ini mereka masih bermain sangat menekan, tempel menempel (dor to dor) sering terjadi, namun sayang di tikungan terkhir Rio SB mengalami masalah pada pedal gas yang tersangkut, alhasil dia spin out dan poin yang sudah dia kumpulkan hilang begitu saja yang otomatis Whyte berhak untuk masuk babak selanjutnya.

Pada babak 4 besar kita sudah mendapatkan pesertanya. Amandio (Indonesia), Andy Grey (Skotland), Rob Whyte (Australia) dan Brendon Greaves (Australia). Memang sejak awal orang-orang ini terlihat mencolok dilihat dari skill drift nya yang memang mumpuni, jadi tidak bisa salah apabila merekalah masuk ke babak ini.










Dari pertarungan itu sang top qualifying Brendon Greaves berhasil bermain konsisten dengan berhasil memperoleh juara utama dalam Asian Drift Grand Prix seri 1 ini, di lanjutkan dengan juara dua yang dipegang oleh Rob Whyte dan yang ketiga adalah Amandio, dan Andy Gray hanya berhasil duduk diposisi keempat.

Selamat kepada Achilles dan MSlide yang berhasil membangunkan drift Indonesia dari kuburnya. Event ini benar-benar memberi pengalaman yang berbeda dan sangat berharga bagi para drifter Indonesia. Setidaknya 2015 ditutup dengan kepuasan dari para drifter yang haus event.

