Salah satu pengecekan yang tidak boleh dilewatkan adalah pengecekan pada sektor pendingin mesin khususnya pada bagian kipas radiator. Mobil jaman dulu, menggunakan kipas radiator yang langsung terhubung ke pulley mesin menggunakan V Belt. Namun untuk mobil-mobil sekarang, kipas radiator sudah digerakan oleh motor listrik. Kipas elektrik ini akan membuat efisiensi tenaga mesin semakin bagus serta mesin juga semakin hemat BBM.

Namun masalah yang sering hadir pada kipas elektrik ini adalah masalah kipas yang bunyi berisik, putaran kipas lemah hingga kipas tidak berputar. Dan apa saja akibatnya apabila kipas radiator pada mobil anda lemah? Saat kipas radiator lemah, maka hembusan angin pada kipas juga akan melemah dan ini akan menimbulkan beberapa efek seperti dibawah ini:
1. Mesin overheat

Overheating terjadi karena sistem pendinginan mesin tidak mampu mengurangi suhu mesin yang semakin meningkat. Salah satu penyebabnya karena hembusan kipas yang lemah, ini akan membuat proses pendinginan pada radiator akan semakin lama. Sehingga pendinginan juga akan semakin lama. Sementara itu, suhu mesin terus meningkat saat mesin hidup. Hasilnya ada satu titik dimana mesin akan overheat.
2. Mesin ngelitik

Mesin ngelitik adalah kondisi dimana ada bunyi ketukan saat mesin hidup. Dalam bahasa teknik, ini disebut dengan engine knocking. Engine knocking terjadi karena ada pre-ignition, dan pre-ignition ini terjadi salah satunya karena suhu mesin terlalu tinggi. Suhu mesin terlalu tinggi memicu terjadinya pembakaran dini sehingga akan menimbulkan suara ketukan atau ngelitik.
3. AC kurang dingin

Kipas radiator juga menjadi kipas untuk mendinginkan kondensor AC. Cepat lambatnya hembusan pada kipas radiator akan mempengaruhi suhu freon setelah didinginkan. Apabila hembusan kipas lemah, otomatis pendinginan freon kurang maksimal. Otomatis hembusan AC juga tidak terasa dingin meski suhu selektor AC telah kita set paling dingin.

