Setelah tahun 2013 lalu Drift berhasil dibuatkan sebuah kejuaraan nasional, tahun 2014 ini, dan hingga detik ini masih belum ada kabar tentang kejurnas drift akan berlangsung kembali. Kalau dilihat dari kalender event otomotif tahunan, 2014 ini memang tidak ada kejurnas drift yang berlangsung.
Hanya saja, kemungkinan besar pada akhir bulan Agustus tahun ini, bakal ada sebuah kejuaraan drift yang akan berlangsung di Kemayoran Jakarta. Kejuaraan yang dipelopori oleh Denny Pribadi, Amroe dan beberapa rekan lainnya bakal mengusung tajuk “DRIFT++”. Walaupun gelaran event ini hanya sebatas Club Event, tapi diharapkan bisa mengembalikan semangat drift Indonesia.
Tapi ngomong-ngomong masalah kemajuan drift, sebenarnya ada apa sih dengan dunia drift Indonesia, kok sampai sekarang tidak ada perkembangan yang signifikan sampai drift itu sendiri menjadi sebuah olahraga yang menasional.
Dari hasil beberapa wawancara dengan para pelaku drift, ternyata permasalahannya adalah tempat latihan. Para drifter mengeluhkan tempat latihan yang sangat minim. Untuk tempat latihan sendiri ada 2 kategori. Bagi yang berani nekat dan ambil resiko, mereka bisa latihan malam-malam di jalan raya yang agak besar (liar) dan bagi yang tidak mau beresiko mereka akan menunggu sampai ada jadwal latihan bersama dan itupun jadwalnya tidak tentu.
Memang kalau diperhatikan drift masih kurang tempat untuk latihan. Selama ini, para drifter (contohnya: Jakarta), untuk latihan mereka harus menyewa lapangan parkir kemayoran dengan biaya sewa lapangan yang cukup mahal, sedangkan tidak semua drifter memiliki kantong yang cukup tebal. Atau kalau yang gratis ada sebuah lahan (jalan yang jarang dilalui kendaraan) di daerah BSD yang biasa dibuat latihan para drifter, tapi resikonya itu adalah lahan perumahan yang tentu saja bisa mengganggu ketenangan mereka dengan suara-suara mobil 300hp++.
Selain masalah tempat latihan, masalah jumlah event drift juga berpengaruh dalam kemajuan drift itu sendiri. Sebetulnya dari tahun ketahun peminat drift Indonesia semakin bertambah. Tetapi memang sedikit yang berani nyemplung ke dunia drift professional. Entah kenapa. Tapi mungkin salah satu faktornya adalah karena tidak adanya event drift yang di khususkan untuk para pemula. Karena sebetulnya event-event seperti itulah yang dapat melatih kemampuan drift para pembalap yang akan melanjutkan ke tahap professional.
Sedangkan kalau langsung di”hajar” dengan mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang bertaraf nasional, yang dikhawatirkan para pemula malah takut bersaing dengan pembalap lainnya yang sudah lebih jago nge-drift-nya.
Bukan hanya takut, tapi power mobil yang mereka gunakan akan sangat terbelakang dibanding mobil-mobil pembalap professional.
Jadi, memang sampai saat ini masih sedikit pilihan untuk memajukan dunia balap Drift Indonesia, apa lagi sampai bisa go Internasional.
Any solution??




