Connect with us

Did You Know?

Apa Perbedaan Antara Busi Dingin Dengan Busi Panas

Sama-sama berfungsi buat memantik campuran bensin di ruang mesin, tapi kok ada istilah busi panas atau busi dingin? Busi adalah salah satu komponen pada sistem bahan bakar yang berfungsi untuk mengeluarkan arus listrik bertegangan tinggi dan mengubahnya menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya. Timbulnya loncatan bunga api pada busi disebabkan karena adanya perbedaan tegangan diantara kedua kutup elektroda busi (kurang lebih 10.000-15.000 volt pada sepeda motor). Sobat Guru Otomotif, peran busi pada kendaraan sangatlah besar, tanpa adanya busi maka tidak terjadi pembakaran pada ruang bakar mesin sepeda motor.

Karena syarat terjadinya pembakaran sendiri adalah adanya bahan bakar, udara, dan api untuk membakar, selain itu timing atau saat pembakaran juga harus tepat. Maka dari itu, komponen atau sistem yang bertugas untuk mensuplay percikan api dan mengatur saat pembakaran campuran bahan bakar dan udara pada sepeda motor adalah sistem pengapian. Kembali ke busi, busi memercikan bunga api melalui kedua elektrodanya (positif dan negatif), diantara dua elektrode busi tersebut terdapat celah yang telah ditentukan jaraknya. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Sementara besarnya atau jarak kedua celah busi tersebut biasanya berbeda dan ada spesifikasi khususnya.

Komponen Busi

Busi memiliki komponen-komponen diantaranya: terminal, keramik insulator, elektroda tengah, casing, glass seal, resistor, gasket, copper core, nose insulator, centre electrode, dan ground elektrode atau elektroda negatif. Oleh karena busi bekerja pada ruang bakar yang mengalami tekanan yang tinggi, maka perubahan suhu pada busi secara drastis terjadi dari sangat panas menjadi dingin dan berlangsung secara terus menerus. Busi juga harus tahan getaran dan tekanan yang keras, maka dari itu busi dibuat dari bahan yang tahan terhadap perubahan suhu dan tekanan tinggi tersebut. Ada dua jenis busi yang umum kita kenal yaitu busi panas dan busi dingin. Busi panas disebut Hot Type Spark Plug dan busi dingin disebut Cold Type Spark Plug.

Busi Panas

Punya kemampuan susah melepas panas dan mudah jadi panas dibanding busi standarnya. Busi tipe ini enggak cocok bila bekerja pada temperatur ruang bakar tinggi. Sangat cocok bila dipakai untuk kendaraan standar (sesuai bawaan pabrik). Jika temperatur ruang bakar mencapai sekitar 850º Celcius, maka akan terjadi proses ‘pre-ignition’, di mana bahan bakar akan menyala sendiri sebelum busi memercikkan bunga api. Kondisi ini biasa disebut overheating (pemanasan ekstrem) dan warna busi menjadi putih pucat.

Busi Dingin

Mudah melepas panas dan mudah jadi dingin. Busi tipe ini tak tepat bila bekerja pada temperatur ruang bakar yang rendah. Lebih cocok dipakai untuk kendaraan khusus buat balap atau yang sudah di modifikasi pada sektor mesin. Jika temperatur ruang bakar terlalu rendah, hingga di bawah 400º Celcius, maka akan terjadi proses ‘carbon fouling’.

Yakni bahan bakar tak mampu terbakar sempurna sehingga bahan bakar yang tak terbakar akan menumpuk pada busi. Dan warna busi menjadi hitam kering. Penumpukan endapan karbon ini akan menyebabkan tumpukan kerak karbon yang lama-lama jadi keras dan bisa jadi sumber panas kedua (arang) setelah busi. Hal inilah yang menyebabkan gejala ‘detonasi’ atau ‘knocking’ (ledakan kedua, setelah busi memercikkan bunga api).

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect