Connect with us

Special News

Arce Sang Mekanik Slalom Dengan Harapan Besar

Berawal dari dunia balap liar yang sedang ngtrend di tahun 80 – 90 an dengan menggunakan mobil miliknya sendiri, akhirnya Arce Meyer memutuskan untuk menekuni hobinya dalam dunia motorsport. Padahal dirinya pernah merasakan pendidikan dalam bidang marketing di Negeri Kincir Angin selama 5 tahun.

Awalnya semua dilakukan dengan melakukan modifikasi pada mobil miliknya, kebetulan orang tua memiliki bengkel. “Seharusnya saya membantu untuk mengerjakan mobil konsumen tapi malah mobil sendiri yang saya oprek. Hahaha,”

Pertama kali terjun ke dunia slalom pada 2005, Arce diajak sang kakak untuk mendampinginya. Semenjak dari itu, Arce yang sangat gemar dalam melakukan memodifikasi mulai tertarik dunia Slalom. “Suzuki Swift yang jadi korban pertama, saya pasang rem tangan dari Mitsubishi sehingga bisa digunakan untuk slalom,” ungkap pria kelahiran 17 April ini.

Bahkan AS roda mobil Toyota Yaris yang mudah jebol akhirnya diubah dengan menggunakan AS roda dari Toyota Altis agar lebih kuat. Tantangan terberat bagi Arce saat tahun 2008 akhir. Pada waktu itu, timnya akan menggunakan mobil Honda Jazz. “Banyak yang bilang ini mobil untuk touring, akhirnya saya berhasil merubah rem belakangnya dengan kawin silang antara Toyota Vios dan Mitsubishi dan hasilnya Amandio yang di kelas Pemula mampu dapat juara,”

INCS seri 5 HTJRT 7

Arce yang mempunyai kebiasaan untuk melakukan kostum, bukan plug n play. Keuntungannya, terbukti dengan as roda yang sudah dirubah dapat bertahan hingga dua musim balap atau 2 tahun. Riset pun selalu dilakukan untuk menyempurnakan dalam modifikasi yang dilakukan. “Balapan slalom bukan balapan yang murah dengan pembalap yang dikontrak tinggi, hingga komponen mahal yang digunakan sehingga develop pun wajib dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal.”

Memang dalam balap slalom ada kelas yang mewajibkan mobil tidak boleh mengalami modifikasi pada bagian mesin tetapi kaki maupun suspensi dapat diatur sehingga mampu menyesuaikan karakter dari pembalap hingga lintasan.”Menyempurnakan hingga memaksimalkan menjadi siasat terpenting agar memiliki kelebihan dibanding mobil pesaing lainnya.”

Berkat kemampuannya, Arce pun dipercaya oleh tim besar untuk menjadi mekanik andalan. Mulai dari tim slalom Achilles, Total Slalom Team, Nos Fajar Trans (NFT) dan dikontrak oleh Haji Tjandra Racing Team (HTJRT) di tahun 2016.

Slalom pun dipilih karena tidak terlalu menyita waktu bagi Arce. “Selain lebih mendebarkan, slalom tidak membutuhkan waktu banyak untuk mengerjakan mobil maupun ketika balapan.”

HTJRT LATIHAN SLALOM GT RADIAL ACHILLES 1

Dengan beragam pencapaian dan konsisten, Arce pun diangkat menjadi anggota komisi teknik roda empat. Namun Arce masih khawatir dengan proses pembibitan untuk pembalap slalom yang berjalan cukup lambat. “Memang banyak pembalap tua masih memiliki prestasi bagus tapi tidak ada pembalap muda yang bisa bersaing atau mendapatkan prestasi.”

Tahun ini, Arce memang memiliki target untuk membantu pembalap muda dapat berprestasi.”Saya ingin pembalap muda atau kelas 2 mampu bersaing dan dilihat oleh pembalap diatasnya agar regenerasi dapat berjalan dengan baik.”

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect