Connect with us

Did You Know?

Arti Kode – Kode Pada Transmisi Mobil Matic

Mobil matic jaman sekarang sangat diminati ketimbang mobil bertransmisi manual. Karena hanya terdapat dua pedal yakni pedal gas dan pedal rem. Sementara pedal kopling dihilangkan, itu akan lebih mudah dikendalikan menggunakan dua kaki kita. Namun, meski namanya mobil matic tetap disediakan tuas transmisi. Dan ternyata, masih banyak pemilik mobil matic yang benar-benar mengetahui arti dari kode huruf dan angka pada tuas transmisi matic. Alasannya kode ini berbeda dengan transmisi manual. Oleh sebab itu, mari kita ulas secara mendalam arti kode-kode pada tuas transmisi matic beserta kegunaannya itu untuk apa.

1. P (parking)

P adalah singkatan dari Parking, atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “Parkir”. Fungsi kode P ini adalah untuk mengunci roda mobil. Sehingga, meski kita memarkirkan mobil matic di jalanan menurun kalau posisi tuas ada di P maka mobil tidak akan berjalan sendiri. Saat menghentikan kendaraan/memarkir kendaraan kita wajib memposisikan tuas transmisi ke P agar roda mobil bisa terkunci. Pada posisi ini putaran mesin terputus ke roda sehingga meski kita geber mesin, mobil tetap diam.

2. R (reverse)

R adalah singkatak dari Reverse atau kalau diartikan “mundur”. Fungsinya jelas, digunakan untuk memundurkan kendaraan. Jadi kalau anda akan memundurkan kendaraan, tinggal posisikan tuas transmisi ke posisi R.

3. N (Netral)

Posisi Netral sebenarnya sama seperti P dimana putaran mesin terputus dengan roda. Namun pada posisi N, roda mobil tidak terkunci. Sehingga mobil masih bisa didorong. Posisi N ini sering digunakan ketika mobil dalam keadaan mogok yang mengharuskan untuk didorong. Kalau posisi tuas masih di P, mobil tidak akan bisa didorong karena rodanya terkunci. Namun kalau ada di posisi N, roda mobil bebas sehingga bisa didorong.

4. D (drive)

Drive adalah perintah untuk menghubungkan putaran powertrain dari mesin ke roda. Sehingga ketika kita posisikan tuas ke D, maka mobil akan berjalan. Posisi ini diambil ketika kita akan menjalankan kendaraan, saat sudah masuk posisi D maka kita tinggal gas-gas saja untuk menentukan kecepatan mobil. Sementara perpindahan speed gigi akan diatur secara otomatis oleh mekanisme transmisi matic.

5. Kode 3, dan 2

Dibawah kode D biasanya ada angka, angka itu menunjukan kontrol manual speed gigi. Jadi kalau kita posisikan tuas ke angka 2 maka kita memerintahkan transmisi untuk berada di speed 2. Speed dua adalah range kecepatan mobil dari medium-high. Umumnya mobil matic menggunakan kode 2 saja, tapi ada beberapa mobil yang ada kode angka 3 disamping D. Itu artinya angka 2 untuk medium speed, sementara angka 3 untuk speed high speed. Jadi ini memang hampir sama dengan posisi D, tapi kalau di posisi D transmisi matic bisa mengatur speed gigi dari low sampai ke high. Namun kalau kita pilih kode angke 2 maka pengaturan speed gigi hanya ada di medium sampai high (seperti transmisi manual) Kode ini cocok diambil ketika kita sedang melintas di jalan Tol.

6. Kode L

L adalah singkatan dari Low, artinya “rendah”. Rendah disini bisa diartikan sebagai low speed, jadi kalau kode angka 2 untuk medium-high berarti kode L untuk low-medium speed. Kalau kita posisikan tuas transmisi ke posisi L, maka sama seperti kita mengemudikan mobil manual menggunakan gigi 1-2. Kode ini cocok diambil ketika kita sedang melintasi daerah pegunungan yang banyak tanjakannya.

7. Shift lock

Sebagai tambahan saja, ada satu lagi tombol namun ini bukan tombol elektronik melainkan sebuah mekanisme untuk mengunci perpindahan tuas gigi. Mekanisme ini disebut shift lock, tomolnya bisa anda temukan diarea atas tuas transmisi. Fungsinya sebagai pengunci tuas transmisi sehingga kalau kita tidak tekan tombol shift lock maka tuas transmisi tidak mau dipindahkan. Namun tuas ini hanya berfungsi pada posisi P saja, artinya kalau kita akan memindahkan tuas transmisi dari N ke D tidak perlu menekan tombol shift lock.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect