Di setiap daerah hampir bisa dipastikan punya arena balapan liar. Arena yang dimana biasanya memiliki jalan lurus yang sepi, jarang dilalui orang dan bahkan mungkin terletak dipinggiran kota. Contohnya ibukota pun juga memiliki arena itu. ASAF.
Yup, ASAF. Itu panggilan keren bagi anak-anak gaul Jakarta. Nama yang diambil dari singkatan Asia-Afrika yaitu sebuah nama jalan di tengah kota tepatnya di daerah Senayan. Jalan yang pada siang hari merupakan jalur kemacetan ini pada malam harinya dijadikan arena adu kecepatan secara liar.
Mereka start dari jalan depan Mall Senayan City (Sency) dan finish 200an meter kearah Gelora Bung Karno.
Jadwal mereka untuk balapan liar di ASAF ini sama sekali tidak terjadwal. Contohnya saat tim fastnlow datang, ini merupakan hari kamis dini hari. Hal itu tergantung polisi. Ada kah polisi berjaga pada saat itu? Kalau tidak ada, mereka bisa langsung tekan pedal gas dalam-dalam.
Menunggu sampai jalanan sepi mereka pun biasanya memulai start dari pukul 12 malam, dan balapan liar ini bisa sampai jam 3-4 pagi. Semakin pagi bukan semakin sepi tapi semakin ramai.
Dan hal ini dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk mecari nafkah. Mereka mengaku mendapat keuntungan lebih saat ada balapan liar seperti ini.
Mobil yang digunakan para dragster liar sebagian besar kendaraan yang sering kita lihat, seperti Mitsubishi Lancer, Honda Genio, Ferio, Jazz, Toyota Avanza, Toyota Starlet, Yaris dll. Tapi ada pula mereka yang menggunakan sport car seperti Nissan Fairlady, BMW M5 bahkan Nissan GTR R35.
Untuk ibukota, mobil ber “swap engine” itu sudah biasa bahkan yang sedang menjadi trend adalah mobil bermesin Diesel Turbo yang ternyata tenaganya jauh lebih gila dari pada mobil bensin dengan sedikit ubahan pada turbo boost atau dengan tambahan piggy back.
Entah bagaimana sejarahnya jalan ini bisa menjadi arena balap liar, tapi yang jelas jalan ini sudah terkenal dari sejak tahun 90an. Luar biasa, balapan liar di ASAF ini bisa dibilang sudah melegenda. Siap yang tidak tahu balap liar ASAF.









