PRPP Tawangmas yang dahulu merupakan tempat yang paling dihindari para dragster karena aspalnya yang penuh dengan lubang pada Jumat malam 13 November 2015 lalu berhasil menarik perhatian para dragster Jawa Tengah dan beberapa Dragster Ibu Kota.
Namun beda dengan Tawangmas sekarang, sepanjang lintasan sudah dilapis dengan aspal baru dengan kualitas baik. Walaupun hasilnya tanpa lubang, namun aspal terlihat sedikit licin.
SSC yang merupakan salah satu event organizer motorsport di Indonesia kembali menyelanggarakan kejuaraan Drag Race yang ini merupakan seri penutup dari beberapa rangkaian Drag Race yang di jadwalkan oleh SSC selama 2015 ini.
Di mulai dari sekitar pukul 6 sore dengan jumlah peserta mencapai 230 starter yang siap dengan mobil terbaik mereka. Saat start cuaca masih cerah, sehingga para dragster tentunya dapat mencetak catatan waktu terbaik mereka.
Namun sayang baru beberapa peserta melakukan start, Dedy N/A dari tim New Anugerah harus keluar jalur dan menabrak pagar pembatas yang mengakibatkan beberapa penonton terluka yang langsung dilarikan kerumah sakit dan sebuah Kijang kapsul harus menjadi “tembok penahan” Honda Nouva yang hitungannya masih baru saja jadi.
Kalau menurut beberapa saksi kejadian itu berawal saat mobil melakukan start dan akan masuk ke 2nd gear mobil tiba-tiba seperti tertarik ke arah kanan yang dimana disitu dekat dengan pagar pembatas (barikade), dan terjadilah kejadiaan naas itu. Setelah kejadian itu, mobil dan seluruh tim New Anugerah tidak melakukan start untuk seri ini.
Waktu sempat molor beberapa saat namun menurut Dedy Satria perwakilan dari IMI sekaligus pemimpin lomba tetap mengijinkan race tetap berjalan, namun dengan syarat hanya diperbolehkan menggunakan 1 lajur saja, yang dimana lajur itu cukup aman dan jauh dari penonton.
Kembali ke dalam perlombaan. Drag race kali ini membuka beberapa kelas antara lain seperti jadwal diatas.
Wisessa dengan Estilo-nya, M. Wasrik dengan Nouva Joker nya, SAR Speed, KAZ speed dan beberapa tim baru serta para dragster privateer lainnya sudah kembali siap untuk start, walau dalam hati kecil mereka sedikit was-was akibat kejadian itu.
Namun sayang, di tengah-tengah balapan, perlahan hujan mulai turun dan terpaksa race harus di hentikan untuk sementara, mengingat semakin lama hujan semakin deras dan kemanan semakin berkurang.
Otomatis waktu penyelenggaraan akan bertambah molor , padahal sejak awal briefing ketua lomba sudah menyatakan lomba akan berakhir pada pukul 1 dini hari.
Akhirnya sekitar pukul 10 malam, hujan sudah mulai reda, namun sebelum lomba dilanjutkan kembali, lintasan dibersihkan dari genangan air demi keamanan.
Namun, walaupun sudah dikeringkan resiko tergelincir tetap masih sangat besar, dan itu terbukti pada mobil milik SAR Speed yang sempat tergelincir saat melakukan pengereman setelah masuk garis finis. Dan begitu juga dengan Estilo Wisessa yang saat itu start di kelas Pro N/A.
Dan sudah dapat di duga sebelumnya, event ini hanya berjalan sebanyak 1 heat saja, karena dari sejak awal banyak hal yang menghambat jalannya acara sehingga mau tidak mau kelas yang di jadwalkan akan turun di heat ke 2 di batalkan.
Tepat pukul 2 balapan usai, dan dalam seri penutup drag race yang di selenggarakan oleh SSC ini juara utama yang memperoleh poin terbaik akan mendapat hadiah sebuah motor. Dan hadiah tersebut berhak diterima oleh dragster asal Semarang, M. Wasrik.
Selamat mas brooh…
HASIL CATATAN WAKTU
BONUS IMAGES


































