Connect with us

Subscribe

Cars

Awal Kepunahan Rem Tangan Pada Mobil

Perkembangan teknologi membuat penggunaan rem tangan pada mobil perlahan ditinggalkan oleh para produsen kendaraan yang mulai menerapkan rem tangan elektrik. Fitur Electronic Parking Brake (EPB) semakin banyak dikenalkan oleh pabrikan. Rata-rata mobil mewah sudah menerapkannya dan meninggalkan model manual. Di Indonesia saja, kita bisa menikmati fitur ini di mobil seharga mulai dari Rp 200 jutaan.

Kenyataannya, penggunaan EPB sudah semakin banyak meninggalkan rem parkir konvensional. Pernyataan itu didapat dari hasil penelitan yang dilakukan oleh CarGurus. CarGurus, sebuah website jual-beli otomotif yang berbasis di Amerika Serikat dan Inggris. Hasil penelitian didapat dari menganalisa 32 merek mobil terkemuka di pasaran, mulai dari Alfa Romeo sampai Volkswagen, termasuk merek Jepang dan Korea.

CarGurus menemukan, hanya 37% mobil baru dijual yang masih mengadopsi rem tangan tradisional. Fakta mengejutkan lain, hanya merek Dacia dan Suzuki yang tetap mempertahankan rem tangan di semua modelnya. Namun hasil penelitian itu hanya untuk pasar Inggris. Negara lain sudah pasti hasilnya berbeda. Jadi angka yang didapat CarGurus, hasil meneliti semua mobil baru dari 32 merek di pasar Inggris saja.

Memang cakupannya tidaklah terlampau luas. Tapi pasar Inggris cukup menggambarkan perkembangan otomotif dunia. Yang pada realitanya, mobil zaman sekarang semakin diisi oleh fitur elektronik pengganti mekanis. Semua itu didasari atas peningkatan kenyamanan dalam penggunaan.

Hampir semua merek mobil premium sudah beralih ke EPB. Beberapa masih menggunakan rem parkir di kaki, atau tuas biasa untuk mobil sport. Investigasi CarGurus menemukan Audi, Jaguar, Land Rover, Lexus, Mercedes-Benz dan Porsche sudah tidak lagi pakai rem tangan konvensional di semua modelnya.

Fakta yang nyaris serupa, sebetulnya juga ditemui di pasar otomotif Indonesia. Hampir semua merek punya fitur EPB di dalam lineup jualan APM. Bahkan merek se-mainstream Toyota dan Honda pun juga ada. Hanya model entry level sampai menengah yang tetap menggunakan rem tangan biasa. Dan benar juga apa kata CarGurus, Suzuki di Indonesia tidak ada yang pakai EPB.

Karakter konsumen bisa menjadi penentu kemajuan teknologi sebuah kendaraan. Jika mayoritas pasarnya masih belum melek teknologi maju, tentu pabrikan mempertimbangkan untuk tidak memasarkan produk yang terlalu canggih.

Jika melihat kebutuhan dasar, fungsi EPB maupun rem tangan biasa sejatinya sama saja. Yang berbeda cuma mekanisme kerja. Fitur EPB tinggal menarik dan menekan tuas kecil tanpa perlu tenaga ataupun usaha berlebih seperti tuas rem tangan jadul. Tuas EPB mengaktifkan motor kecil yang mengunci rem belakang. Makanya terdengar suara motor bekerja ketika EPB aktif.

Keuntungan lain, desain interior jadi terlihat mewah dan rapi, tanpa ada tuas rem tangan panjang. Selain itu, EPB biasanya sepaket dengan fitur elektrik lain seperti automatic hill-hold yang mampu posisi mobil saat beranjak jalan di tanjakan. Akankah era kepunahan rem tangan segera tiba? Mungkin saja, bagaimana menurut kalian?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

7 Teknologi Mobil Hasil Adopsi Dari Motorsport

Did You Know?

Ternyata Mr. Bean Memang Doyan Ngebut

Did You Know?

Fungsi Dan Kegunaan Dari Coil Spring

Did You Know?

Kupas Tuntas Film Ford VS Ferrari, Fakta atau Fiksi? – Part 2

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan