Memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing memang memberikan kebahagiaan tersendiri, itulah mengapa mereka disebut teman terbaik manusia. Seringkali hewan peliharaan pun turut diboyong saat anda bepergian menggunakan mobil. Namun tanpa anda sadari justru keberadaan hewan peliharaan di dalam mobil akan sangat mengganggu bahkan meningkatkan stress selama berkendara. Padahal menyetir butuh konsentrasi penuh karena jalan raya adalah salah satu spot paling berbahaya, sekian detik kelalaian berpotensi mengalami kecelakaan hingga nyawa melayang.
Hasil studi Volvo 2019 menemukan fakta terkait berkendara sambil membawa hewan peliharaan, penelitian ini mengungkapkan seberapa bahaya membiarkan hewan peliharaan anda bebas berkeliaran di dalam mobil.

Mengalihkan Perhatian dan Mengakibatkan Kecelakaan
Penelitian yang dilakukan oleh Volvo USA dan Harris Poll telah menyurvei 2.000 pengemudi berusia 18 tahun keatas, termasuk 1.433 pemilik hewan peliharaan. Selanjutnya dipilih 15 orang untuk diobservasi dan menguak dampak membawa hewan saat mengemudi, khususnya anjing.

Anjing yang dibiarkan bebas berkeliaran di dalam mobil mengakibatkan insiden lebih dari dua kali lipat. Sebagai perbandingan, ada 274 sampel menunjukkan anjing ditahan dengan benar (diikat atau dikandang) dan 649 sampel bagi mereka yang membiarkan anjingnya berkeliaran didalam mobil. Dalam hal ini perhatian pengemudi cenderung teralihkan dengan aktivitas anjing, entah duduk di kursi depan atau belakang. Selain itu, waktu pengemudi yang terganggu juga lebih dari dua kali lipat, rata-rata 1 jam 39 menit dengan anjing yang ditahan, dibandingkan 3 jam 39 menit untuk anjing yang berkeliaran.

Meningkatkan Stres
Studi Volvo meninjau bahwa membawa hewan peliharaan tanpa diiikat atau dikandang saat bepergian berdampak pada tingkat stres hewan dan juga manusia. Denyut jantung keduanya meningkat, anjing yang tidak diikat menunjukkan detak jantung 7 kali per menit lebih cepat dibanding anjing yang diikat. Sementara detak jantung manusia berkurang hingga 34 kali per menit ketika anjing mereka diikat.
Fakta juga menunjukkan bahwa 77 persen responden menganggap keselamatan anjing bukanlah prioritas bagi pengemudi. Sebaliknya 23 persen mengatakan mereka lebih baik meninggalkan anjing mereka dirumah karena alasan keamanan.

Tips
Elisa Mazzaferro, dokter spesialis hewan dari Universitas Cornell pun menegaskan bahwa membiarkan hewan peliharaan bebas berkeliaran didalam mobil dapat menimbulkan dampak serius bagi hewan maupun pengemudi, baik menyebabkan gangguan dan berpotensi cedera serius jika terjadi kecelakaan. Namun hal tersebut dapat dihindari dengan memastikan hewan peliharaan anda aman selama anda mengemudi, berikut tipsnya:
– Hindari hewan peliharaan berada di kursi depan. Jika terjadi tabrakan, anjing atau kucing dapat terlempar dari kursi meskipun mereka dapat dikendalikan, selain itu mereka juga berpotensi terluka jika airbag penumpang mengembang. Menurut penelitian, 70 persen pengemudi membiarkan anjingnya berada di kursi depan.
– Jangan pernah memangku hewan peliharaan saat anda mengemudi. Hal ini tidak hanya mengalihkan perhatian, tetapi hewan juga bisa terhimpit setir atau terlempar ke kaca depan atau jendela jika terjadi kecelakaan.
– Jangan membiarkan hewan peliharaan anda bebas berkeliaran. Selain mengalihkan perhatian, mobil yang berhenti secara mendadak dapat menyebabkan hewan peliharaan jatuh atau mengalami cedera. Sekitar 69 persen responden penelitian mengizinkan ini terjadi.
– Jangan membuka jendela mobil. Insting anjing yang kadang tak bisa dibendung membuat mereka lompat keluar dari jendela yang terbuka, tak hanya anjing kesayangan anda yang terluka tetapi juga mengganggu pengendara lain termasuk berpotensi tabrakan. Bahkan jika anjing terikat pun ini bukan ide yang baik, debu atau serpihan puing dapat mencederai mata mereka atau kemungkinan kebutaan. Sekitar 58 persen pengemudi membiarkan jendelanya terbuka.

Sejumlah responden menginginkan automaker untuk memprioritaskan keselamatan hewan peliharaan. Hampir dua pertiga mengatakan produsen harus menawarkan lebih banyak fitur keselamatan anjing di dalam kendaraan mereka dan hampir setengahnya mengatakan fitur keselamatan hewan peliharaan akan mempengaruhi pembelian kendaraan berikutnya.
Tak hanya Volvo, banyak automaker lain seperti Subaru, Chrysler, dan Land Rover menawarkan serangkaian aksesoris hewan peliharaan yang dirancang khusus untuk mengangkut ‘anak-anak bulu’ dengan aman. Ini termasuk dog harnesses, separator, kompartemen, kandang dan ramp.


