Connect with us

Rally

Beagle Jogja Rally Team Raih Prestasi Membanggakan Pada Seri Penutup Kejurnas Sprint Rally di Meikarta

Meikarta Motorsport Fest 2021 menjadi tuan rumah Kejurnas Sprint Rally 2021 Seri 4, Beagle Jogja Rally Team tentu turut berpatisipasi untuk semakin mengukuhkan eksistensinya. Bertempat di Central Park Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Seri 4 sekaligus Seri penutup ini terselenggara pada 27-28 November Lalu.

Trek tarmac adalah menu utama pada seri ini yang harus dicermati dan dipelajari oleh para pembalap. Persiapan dari tim Beagle Jogja sangat dimatangkan sekali mengingat ini adalah seri terakhir dari Kejurnas. Selama tujuh hari sebelum event dimulai, Beagle Jogja benar-benar mengebut dalam hal persiapan mobil. Banyak part mobil yang perlu diganti, di Can Am milik Marrel S. sendiri saja ada empat bagian utama yang perlu diganti sejak kerusakan yang ia terima di seri lalu.

Marrel sangat berterima kasih sekaligus takjub dengan dedikasi kru Beagle Jogja Rally Team. Sejak persiapan Seri 3 hingga Seri 4, kira-kira Manajer Tim, Bapak Bies, beserta kru secara totalitas tiada henti dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore menyiapkan mobil di workshop selama sekitar 36 hari.

“Syukur mobil aman semua, dan akhirnya kita menemukan juga part-part kuat yang kita butuhkan di Jogja”, ujar Marrel Suryokusumo

Beagle Jogja Rally Team sempat mengadakan latihan di sekitar Stadion Mandala Krida. Karena Seri 4 ini tajuknya adalah tarmac rally, maka latihan intensif selama empat jam dilakukan demi menemukan setup trek aspal yang terbaik. Sesi latihan ini ternyata juga berujung dari perlunya revisi di satu dua part dari mobil Can Am. Can Am milik Marrel ini memang basic nya untuk trek tanah, maka dari itu setup suspensi perlu dilakukan ubahan yg signifikan. Dengan bantuan Tiyok Suspension yang dari awal sudah membuat Can Am semakin rigid, diperolehlah setup aspal yang membuat Marrel cukup optimis.

“Rally tarmac Meikarta menurut saya seru sekali. Pertama, treknya kami pikir akan sama seperti pada tahun lalu, ternyata tidak dan justru ada bagian tanahnya yang lumayan seru. Treknya belok-belok dan ada section yang teknikal dimana kita harus precise sekali mengambil tikungan, tetapi ada juga section yang benar-benar highspeed kayak jalan tol”, ungkap Marrel.

Bagian trek highspeed adalah tempat dimana Can Am mengalami sedikit kesusahan. Bagaimana tidak, dengan tidak adanya gearbox dan hanya mengandalkan sistem CVT maka Can Am hanya bermain dengan satu gear yang dibatasi dengan top speed yang kalah tinggi dibandingkan para mobil pesaing. SS3 menjadi trek yang cukup memakan waktu bagi Marrel, ini disebabkan oleh ditutupnya bagian tanah pada SS3 akibat hujan dan hanya menyisakan banyak bagian trek yang lurus.

“Top speed kami hanya bisa menyentuh sekitar 130 km/h dan sedangkan lawan kami seperti Cherokee dan yang lain mereka punya gearbox hingga gigi lima yang mungkin bisa menyentuh 150 km/h ke atas. Jadi kami punya deficit sekitar 20 km/h”, ungkap Marrel.

Pada SS3 terbilang kehilangan banyak waktu, walaupun pada SS1, SS2 dan SS4 sebenarnya Marrel yang berada di kelas J3 masih bisa mengejar waktu melalu bagian trek teknikal dan trek tanah. Buktinya pada SS1 Marrel dengan Can Am berhasil leading dengan jarak catatan waktu menang 0,6 detik, kemudian di SS4 catatan waktu yang didapat sama dengan Cherokee tercepat di kelas J.

Marrel adalah satu-satunya pengguna Can Am atau UTV di grup J. Memang cukup nekat membawa mobil yang notabene dibuat khusus untuk trek tanah malah dipakai di trek tarmac. Namun, hal ini justru menjadi tantangan dan kebanggan tersendiri bagi Marrel yang bermesin tiga silinder untuk bisa melawan mobil sekelas Cherokee yang punya mesin enam silinder.

Satu-satunya tempat dimana Can Am bisa unggul adalah di bagian trek tanah, karena itulah diputuskan untuk memakai ban GT Radial Savero A/T Plus. Melalui trek tanah ini lah Marrel bisa memangkas catatan waktu. Marrel sampai memuji performa ban Savero A/T Plus yang punya grip tinggi sekali bahkan untuk bagian trek aspal.

“Walau Savero itu ban A/T ya, tapi gripnya itu gila tinggi sekali. Bahkan banyak orang kaget melihat saya pake ban A/T tapi gripnya tinggi sekali dan catatan waktunya mirip mobil Cherokee yang enam silinder, 4000cc, dan memakai ban aspal”, ujar Marrel yang mengakui ban-ban dari GT Radial berperforma tinggi dan punya reliability yang bagus sekali.

Anjasara Wahyu, rekan tim Marrel di Beagle Jogja Rally Team memakai ban Champiro SX2 dan meraih podium kedua di kelas F1 bersama navigatornya, Bapak Hongki Regina.

Sedangkan Marrel bersama Bapak Udie baboe menyabet podium kedua di kelas J3, podium kedua grup J, podium kedua di kategori Non Seeded dan menduduki posisi kedelapan secara overall. Secara overall juga, di seri penutup ini tim Beagle bisa menduduki peringkat kelima pada klasemen kejuaraan tim.

Marrel beserta segenap Beagle Jogja Rally Team mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak sponsor dan pihak lain yang terus mendukung hingga seri penutup ini. Prestasi yang membanggakan ini tak lepas dari dukungan dari GT Radial yang selalu memberikan performa yang maksimal.

Sampai jumpa di musim balap tahun depan.

 

Photo by @awingsky

 

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect