Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Cars

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: pinterest.com

Drifting bukanlah hal yang baru bahkan dalam dunia balap mobil, drifting adalah teknik yang acapkali digunakan. Ketika pembalap mobil berbelok dengan kecepatan tinggi, terutama di awal sejarah kompetisi balap mulai bermunculan dan ban tidak memiliki grip seperti jaman sekarang — bagian belakang terkadang akan mengayun keluar atau spin-out dan dengan segera pembalap akan mengembalikan putaran drift dan kembali melaju.

Saat ini bahkan ban memungkinkan memiliki grip pada dinding vertikal, kemampuan drift tanpa spin-out adalah trik yang patut ditiru dalam sebuah balapan. Jelas, pembalap terbaik yang dapat mengendalikan drift, memanfaatkannya sebagai keuntungan. Namun pembalap yang mengambil jalur ‘tidak ideal’ pada belokan dan terlambat mengerem, menyebabkan mobil kehilangan traksi tetapi memiliki peluang jauh lebih besar ketimbang pembalap yang tidak bisa mengendalikan drift.

Drift paling simpel ditandai dengan mobil bergerak menyamping melalui satu belokan, tetapi bisa menjadi lebih kompleks dari itu. Pada level pro, pembalap dapat melakukan drifting melalui beberapa belokan yang berlawanan tanpa roda mencengkeram jalan. Tak ayal jika konfigurasi belokan S yang ketat menjadi sketsa paling ideal untuk mengasah skill drifting. Daripada penasaran, untuk mengetahui cara kerja drifting termasuk teknik dasar, dan seputar kompetisi, yuk kita kupas satu-satu.

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: wikihow.com

 

Teknik Dasar

Pada dasarnya ada dua teknik utama yang biasanya diaplikasikan pengemudi untuk melakukan drift yakni mengopling dan mengerem. Hampir semua drifting menggunakan mobil berkonfigurasi rear wheel-drive meskipun tak menutup kemungkinan menggunakan mobil front wheel-drive, tetapi relatif jarang. Dengan teknik kopling, saat pengemudi mendekati belokan, Ia akan menginjak kopling dan masuk ke gigi dua, kemudian akan memutar mesin hingga sekitar 4.500 rpm. Ketika Ia melepaskan kopling, ada lonjakan besar daya ke roda karena mesin berputar begitu cepat. Hentakan daya yang tiba-tiba ini membuat roda belakang berputar sangat cepat dan bagian belakang mobil akan berayun ke belokan.

Pada teknik dasar dengan rem, pengemudi akan menarik rem darurat ketika memasuki belokan, menyebabkan roda belakang terkunci dan kehilangan traksi sehingga menghasilkan efek drifting. Teknik seperti ini bisa dibilang satu-satunya teknik yang dapat diaplikasikan pada mobil berpenggerak roda depan. Sementara pada mobil RWD, setidaknya ada selusin teknik drifting dan drifter pro seringkali menggunakan beberapa teknik dalam sekali jalan.

Setelah mengenal teknik dasar drift, bagian tersulit adalah saat berkompetisi yang tentunya membutuhkan banyak latihan. Tipikal drifter ekspert menggunakan kombinasi kontrol throttle (akselerator) dan gerakan kemudi untuk mengendalikan drift, dimana tidak memungkinkan mobil untuk diluruskan, mengembalikan traksi atau memperlambat putaran. Drifter terbaik dapat mempertahankan drift melalui beberapa belokan berturut-turut. Yaps, tentu saja itu adalah skill drifting tingkat tinggi dengan mengeksekusi beberapa teknik satu demi satu untuk mempertahankan kontrol drift.

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: diariomotor.com

 

Gimana Sih Caranya ‘Nge-drift’?

Teknik drifting pertama yang perlu dikuasai pengemudi sebenarnya adalah teknik balap reguler. Pergerakan tumit dan ujung kaki memungkinkan pengemudi downshift dengan lembut dan cepat untuk meningkatkan RPM sambil secara bersamaan melakukan pengereman. Tujuan dari teknik pemindahan gigi ini adalah untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan mesin dan kecepatan roda agar drivetrain tidak tersentak saat downshifting.

Nah, gimana caranya? Saat kaki kanan anda menginjak rem, anda menekan kopling dengan kaki kiri lalu shift ke netral dan lepaskan kopling. Sementara kaki kanan tetap pada rem, geser kaki kanan anda ke pedal gas hingga RPM sesuai dengan kecepatan roda (biasanya meningkat sekitar 1.500 rpm per satu gigi downshift). Setelah mencapai RPM yang tepat, lepaskan pedal gas, lalu injak rem dan kopling lagi sambil menurunkan gigi. Setelah anda dapat memainkan shifting ala pembalap berarti anda sudah siap menguasai teknik drifting.

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: cecas.clemson.edu

Teknik berbasis kopling:

– Clutch-kick drift: Mendekati belokan, pengemudi menahan kopling, tambah RPM dan downshifts. Kemudian lepaskan kopling, mengakibatkan lonjakan daya yang membuat roda belakang kehilangan traksi. Ini adalah teknik drifting paling dasar menggunakan kopling.

– Shift-lock drif: Mendekati belokan, pengemudi menurunkan gigi dan biarkan RPM turun untuk memperlambat drivetrain. Kemudian lepaskan kopling, menyebabkan roda belakang segera melambat dan mengunci sehingga mereka kehilangan traksi.

 

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: cecas.clemson.edu

Teknik berbasis rem:

– E-brake drift: Saat pengemudi masuk belokan, tarik rem darurat untuk mengunci roda belakang sambil membelokan stir dan ujung belakang mobil akan berayun keluar menghasilkan efek drift. Ini adalah teknik drifting paling dasar menggunakan rem.

– Braking drift: Saat pengemudi masuk belokan, injak rem guna mendorong bobot mobil ke roda depan yang menyebabkan roda belakang naik dan kehilangan traksi. Kemudian aplikasikan kombinasi pengereman dan shifting untuk menahan drift tanpa roda belakang terkunci.

– Long-slide drift: Pada trek lurus yang panjang mendekati belokan, dengan kecepatan tinggi diatas 100 mph / 161 kpj, pengemudi menarik rem darurat untuk memulai drift panjang dan mempertahankannya pada belokan.

 

Teknik drifting lainnya:

– Power-over drift: Pengemudi berakselerasi saat masuk dan melewati belokan untuk menghasilkan efek ujung belakang berayun sebagaimana bobot bergeser keluar. Teknik ini membutuhkan banyak tenaga kuda.

– Feint drift: Pengemudi menyetir mobil keluar belokan, mendorong bobot mobil ke roda luar kemudian dengan cepat kembali ke belokan. Ketika suspensi mobil menendang ke belakang, bobot bergeser dengan sangat cepat sehingga ujung belakang bergerak keluar untuk memulai drift.

– Jump drift: Memasuki tikungan, pengemudi memantulkan ban belakang bagian dalam untuk menggeser bobot mobil ke roda luar dan menyebabkan kehilangan traksi untuk memulai drift.

– Dynamic drift (Kansei drift): Memasuki belokan dengan kecepatan tinggi, pengemudi seketika melepaskan pedal gas untuk memindahkan beban ke roda depan, memulai drift ketika ban belakang kehilangan traksi.

– Swaying drift: Teknik ini sangat mirip dengan feint drift kecuali jika dimulai pada trek lurus panjang sebelum belokan. Setelah mobil mulai drifting, pengemudi memainkan stir untuk mengendalikan drift dalam bentuk ayunan dari sisi belakang mobil.

– Dirt-drop drift: Pengemudi menjatuhkan ban belakang dari trek balap ke tanah. Teknik ini membantu untuk memulai drift, dengan mempertahankan kecepatan untuk menahan drift melalui beberapa belokan atau meningkatkan sudut drift dalam satu belokan.

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: motul.com

 

Tipikal Modifikasi Mobil Drift

Setelah mengetahui sejumlah teknik diatas, drifting bukanlah hal alami yang terjadi begitu saja melainkan butuh teknik, skill dan latihan yang perlu diasah. Namun guna mendukung mobil yang mumpuni untuk drift dan menjaganya dalam kondisi baik sebagai mobil drifting, tentu ada beberapa modifikasi yang wajib ditambahkan.

Ini mencakup upgrade horsepower dan sistem pendingin untuk mengantisipasi terjadinya tekanan atau stres pada mesin dan kebutuhan tenaga, termasuk upgrade suspensi untuk mendukung teknik drift weight-shifting (pengalihan berat) dan memasang limited-slip differential sehingga pengemudi lebih mudah mengendalikan mobil selama drifting melalui lebih dari satu putaran atau belokan.

Adanya limited-slip differential bertugas untuk mentransfer torsi ke roda mana pun yang memiliki traksi, baik satu atau keempatnya. Drifter biasanya akan menonaktifkan fitur kontrol traksi dan atau sistem anti-lock-brake agar ban lebih mudah kehilangan traksi, serta tekanan angin ban menjadi sekitar 10 psi di atas tekanan normal untuk mengurangi cengkeraman ban di jalan. Karena ban belakang pada mobil drift berpotensi terbakar hanya dalam beberapa putaran drifting, drifter biasanya menempatkan ban mahal pada roda depan dan ban murah di belakang. Sejauh ini ban merupakan pengeluaran terbesar dalam olahraga drifting.

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: bmw24.rajce.idnes.cz

Pada dasarnya konfigurasi RWD menjadi pilihan ideal sebagai mobil drift, serta mempertimbangkan beberapa aspek seperti mobil ringan yang relatif murah, high front-to-rear weight ratio, tenaga kuda yang mumpuni dan light flywheel sehingga putaran mesin lebih mudah. Beberapa mobil drift yang populer diantaranya Toyota Corolla AE86 GTS, Nissan Silvia S13 atau S14, Nissan 180SX, Nissan Skyline GTS-T, Nissan Sil-Eighty dan Mazda RX-7. Mobil Jepang cenderung lebih ringan di bagian belakang daripada yang lain.

Anda juga akan menemukan berbagai macam model di olahraga drifting termasuk mobil Eropa dan Amerika. Namun terlepas dari pabrikan mana pun, sebagian besar drifter pro pasti akan mengatakan bahwa dengan level skill yang mumpuni, anda dapat menggunakan mobil apa saja sebagai mobil drift.

Begini Nih Cara Kerja Drifting, Teknik dan Seputar Kompetisi

sumber: wallpapersafari.com

 

Kompetisi Drifting

Penjurian pada kompetisi drift sangat berbeda dari jenis balap mobil lainnya, ini lebih seperti menilai kompetisi ice skating ketimbang NASCAR tanpa meninggalkan persyaratan keselamatan seperti kursi balap lengkap dengan harness di kokpit, rollcage dan pengemudi wajib mengenakan helm.

Tipikal trek drifting lebih pendek dari jenis balap mobil lainnya — memiliki setidaknya satu hingga enam putaran/ belokan yang berbentuk seperti U-turn, serangkaian S atau lingkaran besar yang  pada dasarnya merupakan putaran tunggal tanpa akhir.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa kompetisi drifting dinilai secara subyektif, bukan dengan timer. Terbagi dalam dua tahap putaran yakni solo yang dilakukan di awal kompetisi, dan tandem yang dilakukan setelah lolos kualifikasi dari tahap solo. Sesuai sebutannya, tahap solo melibatkan satu mobil yang melakukan drift di trek dan juri akan memberikan 100 poin untuk setiap aksi.

Kriteria penilaian meliputi:

– Driving line: Lintasan yang dilalui mobil melalui belokan harus ketat, ditandai dengan hidung mobil dekat dengan bagian dalam belokan. Untuk poin ekstra, pengemudi juga dapat menampilkan aksi untuk menjaga bagian belakang mobil dekat dengan bagian luar belokan.

– Speed: Lebih cepat lebih baik. Juri menyukai entri berkecepatan tinggi, berbalik, dan keluar.

– Angle: Sudut drift adalah sudut mobil selama belokan relatif sejajar terhadap arah trek. Semakin banyak ujung belakang, semakin baik. Elemen ini juga termasuk jumlah waktu sudut yang dipertahankan. Pada dasarnya, sudut drift yang ideal ditunjukkan dengan mobil tegak lurus terhadap arah trek melalui seluruh belokan.

– Performa / eksekusi – Dalam drifting, kecakapan memainkan pertunjukan diperhitungkan. Juri memberikan poin performa berdasarkan elemen-elemen seperti gaya mengemudi keseluruhan dan asap yang dihasilkan oleh ban saat drift. Drifter jaman dulu bisa mendapatkan poin ekstra dengan membuka pintu saat drifting atau menjulurkan tangan atau kaki keluar jendela, tetapi kini tidak diperbolehkan lagi di sebagian besar kompetisi.

sumber: pinterest.com

Setelah lolos dari tahap solo, tahap selanjutnya adalah tandem. Pada tahap ini, dua mobil diadu di jalur yang sama, bergantian sebagai mobil yang memimpin dan mobil yang mengejar. Ini ditujukan untuk menemukan peserta yang bisa menampilkan drift paling baik dibawah tekanan.

Mobil yang memimpin harus menghindari mobil yang mengejar dan pada saat yang bersamaan melakukan drift yang ideal — sementara itu, mobil yang mengejar berusaha mengacaukan mobil yang memimpin dengan menghalangi sekaligus berusaha melakukan drift idealnya sendiri. Pengemudi yang spin-out atau menyebabkan kontak/ sentuhan mobil, secara otomatis gugur dari tahap tandem. Dalam tahap ini, juri memberikan poin penilaian secara komparatif, sehingga satu pengemudi selalu berada di posisi teratas.

 

 

 

Comments

Bergabung dengan Team Baru, Gibran Semakin Menorehkan Prestasi

Karting

GR Yaris, Mobil Andalan Toyota Untuk Menangkan Ajang World Rally Championship Segera Hadir di Indonesia

Cars

Kembalinya Kejurnas Gokart di New Normal

Karting

Putaran Pertama ISSOM 2021 Hadirkan Rivalitas Dua Tim Pabrikan dan Sedikit Kejutan Lainnya.

Race event

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect