Connect with us

Rally

Begini Rupanya Cara Membuat Pacenote di Sprint Rally

Cara bikin pacenote sprint rally
Pembuatan pacenote sprint rally (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)

JAKARTA – Hadirnya Co-driver di sisi driver bukan sekedar teman sepanjang balapan berlangsung. Tetapi, ia juga memiliki tugas penting untuk membacakan pacenote atau catatan rute reli yang terdiri dari jarak, rute serta kondisi lintasan yang akan ditempuh selama bertarung di atas lintasan.

Adapun pacenote tersebut adalah sebuah catatan yang menggambarkan rute reli dan berisi mengenai informasi detail tentang bagian rute, seperti tikungan, kecepatan, jarak, dan bahaya yang perlu diwaspadai.

Untuk membuat sebuah pacenote, Co-driver tidak asal membuat dan menebak berapa jauh jarak dari satu tikungan ke tikungan berikutnya. Driver dan Co-driver bekerjasama untuk merumuskan seperti apa penulisan yang nantinya akan digunakan pada saat balap.

Adi Indiarto, Co-driver Ryan Nirwan dari Toyota Gazoo Racing Indonesia, menjelaskan bahwa dalam pembuatan pacenote ia menggunakan alat penghitung meter yang dipasang di dalam mobil untuk mengukur jarak dengan sangat akurat.

Pembuatan pacenote sprint rally

Pembuatan pacenote juga mengandalkan alat Monit Meter (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)

 

“Jadi saya menggunakan ada yang namanya Monit Meter. Alat ini yang menentukan jarak dari tikungan pertama ke tikungan berikutnya, dan itu satuan jaraknya melihat dari alat tersebut. Jadi enggak asal memperkirakan jaraknya berapa,” jelas Adi Indiarto.

Dalam penggunaannya, pada saat survei, alat tersebut sudah ia gunakan namun dengan kondisi angka nol (0). Hal ini dikarenakan untuk mempermudah menghitung baik itu jarak keseluruhan lintasan, ataupun untuk menghitung per section di setiap Special Stage (SS)

“Dari alat itu kita juga tahu informasi mengenai kilometer dan meter. Jadi ada dua, yang di bagian bawah itu untuk total meter untuk menghitung jarak Special Stage (SS). Dan satu lagi kita pakai untuk menghitung jarak dari satu tikungan ke tikungan berikutnya,” tambah pria yang juga seorang drifter ini.

Selanjutnya, pada saat pembuatan pacenote ini, co-driver mengucapkan tikungan yang disertai dengan angka. Seperti Kanan 3, Kiri 3, atau Kanan 2 serta Kiri 4. Penyebutan Kanan atau Kiri tersebut berdasarkan arah tikungannya, dan angka yang disebutkan diambil berdasarkan posisi angka di jam. Jika disebutkan Kanan 3, maka tikungan yang dilalui akan membuat sudut 90 derajat.

Pembuatan pacenote

Adi Indiarto – Co-Driver Toyota Gazoo Racing Indonesia (Foto: TGRI/Andra Nidiawan)

 

Setelah pacenote tersebut rampung dibuat dan masih bahan kasar, ia bersama Ryan Nirwan akan memanfaatkan sesi latihan sebanyak tiga kali run. Adapun setiap run tersebut, benar-benar dimanfaatkan untuk memperhalus atau memfinalisasi pacenote tersebut agar sempurna dan siap digunakan untuk setiap Special Stage.

“Jadi kita tuh kalo balap kan dikasih tiga kali kesempatan untuk survei. Pertama kita bikin dari awal sampai selesai, terus kedua kita halusin dan ketiga kalinya harus sudah fix,” pungkas Adi. (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect