
Cuma 1 mobil ini yang terlihat standart habis waktu event Slide fest 2014 di Kemayoran lalu. Mungkin enggak bakal aneh kalo mobil ini terparkir di tempat parkiran mobil. Tapi yang bikin penasaran adalah, mobil ini juga ikutan nge-Drift di sesi drift session pada event tersebut.
Saya perhatikan terus BMW E30 ini sampai ketauan siapa yang punya. Ternyata yang punya adalah Adhi Sardjan atau yang lebih terkenal dipanggil Jurek. Saya pertama kali diperkenalkan oleh Julian Johan saat ajang SMN X-offroad tempo hari.
Setelah ngobrol-ngobrol, akhirnya saya menanyakan apa sih yang ada didalam kap BMW hitam yang bisa melakukan drift dengan putaran penuh. Saya berekspektasi, mobil ini sudah swap engine, minimal menggunakan mesin M60 dengan konfigurasi mesin “V” yang sering diaplikasikan di mobil-mobil BMW drift pada umumnya.
Ternyata ekspektasi saya terlalu berlebihan. Mobil ini masih menggunakan mesin standartnya, M40B18. Dilihat kasat mata cuma ada perubahan pada Air filter carbon custom dan selebihnya standart banget. Jeroannya tidak ada perubahan sama sekali aku Jurek. Cuma setting setelan Cam, merubah header menjadi 4-2-1 dan down pipe dibesarkan menjadi 2,5 inc. Semua terbuat dari bahan stainless. Saya masih tidak percaya, kok bisa mobil yang hanya bertenaga 114 dk itu mudah untuk nge-drift. Kemudian Jurek mengajak saya untuk ngobrol di paddock nya.
Saya dipersilahkan untuk menumpang mobil ini sampai paddock. Di dalam kabin Jurek menyalakan AC mobil dan Audio nya yang masih berfungsi dengan baik, jog penumpang belakang pun masih terpasang dengan cantik. Enggak cuma itu, lampu kabin semua masih menyala. Saya kagum, karena tidak banyak mobil keluaran lawas perangkatnya berfungsi dengan baik, apa lagi mobil ini untuk drift. Kemudian dalam perjalanan, Jurek sempat membuat mobil ini nge-Slide. Haha. Di paddock, saya banyak ngobrol dengan Jurek yang orangnya kocak banget.
Mobil ini, dia sendiri yang menyeting nya. Dia mendapat ilmu merombak mesin dari sang ayah yang juga penggemar otomotif sekaligus jago mengoprek mesin. Tidak banyak perubahan yang dilakukan di mobil ini. Selain mesin yang dibiarkan standart, suspensi pun hanya mengganti shock breaker bekas milik sang ayah dan per diganti dengan menggunakan Toyota Avanza yang karakternya lebih keras. Dan selain itu semuanya dibiarkan standart.
Jurek, ternyata sudah lama berkutat di dunia drift ini. Dia mulai mencoba nge-slide di jalan sejak tahun 2004. “Awalnya sih main-main dijalanan, eh..ternyata sekarang malah nge-trend dan baru tau kalau di luar sana mainan kaya gini namanya Drifting,” ucap Jurek dengan gaya kocaknya.
Dari sejak itulah banyak teman-teman Jurek yang mempercayai mobilnya untuk dia garap untuk drift. Sampai sekarang sudah banyak mobil yang dia oprek untuk drift, “Sampai bingung yang mana aja mobil yang udah gue kerjain”.
Dari hasil ngobrol-ngobrol ini akhirnya saya mendapat pengetahuan bahwa untuk sekedar bisa nge-Drift, yang terpenting adalah “man behind the wheel” nya dan selanjutnya mesin mobil sebagai pendukungnya.
Thanks Jurek, senang bisa berkenalan dengan orang yang low profile seperti anda







