Pernahkah kalian atau mungkin teman bahkan saudara kalian mengisi bahan bakar mesin diesel dengan bensin? secara logika hal ini memang sudah menyalahi prosedur. Akan tetapi terkadang yang melakukan hal tersebut biasanya lupa bahwa mobil yang dia gunakaan adalah mobil bermesin diesel.

Hal seperti ini pernah terjadi pada supir ayah saya. Dimana pada saat itu populasi mobil solar belum sebanyak sekarang. Jadi pada saat itu supir ayah saya membawa mobil Toyota Kijang Kapsul yang bermesin diesel. Nah disaat isi bahan bakar dia lupa bahwa mobil Kijang yang dia gunakan itu bermesin diesel.

Karena Toyota Kijang pada saat itu memang terkenal dan laku keras yang bermesin diesel. Hingga pada akhirnya mobil Kijang tersebut harus masuk ke bengkel untuk turun mesin. Mungkin beberapa dari kalian banyak yang bertanya memang separah itu ya, gara – gara salah isi bahan bakar sampai turun mesin.

Pertama kita harus mengetahui karakter dari mesin diesel yaitu high compression. Bahkan kompresi yang dibutuhkan untuk melakukan pembakaran bisa sampai menyentuh perbandingan 30:1. Maka dari itu, pada ruang bakar mesin diesel tidak diperlukan bahan bakar yang mudah meledak.
Akibat Salah Mengisi Bahan Bakar

Kesalahan mengisi bahan bakar di SPBU dari yang seharusnya mobil diisi dengan solar tapi malah diisi dengan bensin akan berakibat sangat fatal. Itu sama halnya memasukkan bahan bakar yang high explosive ke dalam mesin yang memiliki kompresi tinggi. Jika dibiarkan, akan terjadi knocking.

Selain itu, dampak langsung yang dirasakan adalah suara mesin menjadi sangat kasar. Apalagi jika kesalahan saat isi bahan bakar ini dilakukan pada mobil yang tangkinya kosong.

Memang tarikan pada mobil mungkin jadi lebih mudah. jika dibiarkan maka mesin akan overheat tentunya akan merusak komponen-komponen didalam mesin. apabila penanganannya sudah telat, mau tidak mau mobil harus di overhoul atau turun mesin dan biaya yang dibutuhkan sangatlah banyak.
Bagaimana Cara Mengatasinya?

Cara paling simpel yaitu kemudikan mobil secara perlahan dan jangan ngebut agar tidak terjadi overheating. Carilah bengkel mobil terdekat dan kuras tangki bahan bakar hingga bersih. Jika penanganan ini langsung dilakukan, biayanya tidak semahal biaya turun mesin. perkiraan kurang lebih Rp 500 ribu untuk menguras tangki bahan bakar.

