Connect with us

Did You Know?

Buat Towing, Mana Yang Lebih Penting, Horsepower atau Torque?

Perdebatan antara output daya mesin atau horsepower dan torsi sepertinya tak kan pernah lekang oleh waktu, apalagi jika saat ini anda sedang berniat membeli mobil baru, horsepower dan torsi pasti menjadi salah satu hal yang akan anda pertimbangkan.

Yaps, memang FnL pernah membahas soal ini di artikel yang berjudul “Horserpower VS Torque” tetapi nggak ada salahnya kami memberi gambaran lain yang lebih spesifik terutama untuk kebutuhan towing.

Sebelumnya perlu diketahui, apa sih perbedaan yang paling mendasar antara horsepower dan torsi? Katakanlah anda sedang berkendara di jalan raya, mesin akan berputar keras dan menghasilkan horsepower yang besar, sehingga memungkinkan anda berakselerasi dengan kecepatan tinggi, sementara torsi memberi tenaga low-end dan mampu bergerak cepat setelah kendaraan berhenti.

Sebagai contoh, pecinta torsi low-end dan tarikan besar yang ditawarkan mesin berkapasitas besar seperti mobil sport Chevrolet Camaro SS — mesin V8 memiliki torsi 408 lb-ft dimana memberikan banyak tarikan setelah berhenti. Sementara pecinta akselerasi jalan raya dalam hal ini horsepower lebih memilih mobil seperti Honda S2000 dengan tenaga 237 hp pada putaran 7.800 rpm tetapi hanya memiliki torsi 162 lb-ft.

Sejenis mobil diatas memang jago ‘ngebut’ tetapi di sisi lain tidak sesuai dengan kebutuhan berkendara sehari-hari. Meski begitu, kecil kemungkinan anda menempatkan mobil anda di trek balap atau balap drag. Namun ada satu titik dimana anda membutuhkan kendaraan dengan tenaga yang cukup untuk aplikasi praktis yakni towing. Entah menarik trailer, perahu, sepeda motor, mobil, dsb — kendaraan anda harus memiliki tenaga yang cukup untuk menarik beban dengan aman dan nyaman.

Jadi mana yang lebih penting untuk keperluan towing — horsepower atau torsi? Lanjut ke bahasan selanjutnya.

Mengukur Horsepower & Torsi

Pada dasarnya horsepower (hp) atau daya kuda (dk) adalah unit pengukuran gaya yang diterapkan pada suatu obyek, yang artinya satu tenaga kuda sama dengan 33.000 lb-ft per menit (4.562,41 kilogram-meter) atau energi yang dibutuhkan untuk memindahkan benda/ obyek seberat 330 pon (149 kg) 100 kaki (30,5m) per menit. Sederhananya, horsepower adalah kemampuan untuk mengangkut sebuah beban dalam jangka waktu tertentu atau jumlah tenaga yang mampu dihasilkan oleh sebuah mesin.

Torsi adalah gaya puntir untuk memutar objek pada titik porosnya. Seperti halnya memasang roda, saat anda memasang baut dengan kunci roda, anda menerapkan prinsip torsi. Beda dengan horsepower, bahkan jika kendaraan idle, torsi masih bekerja pada tempatnya. Torsi diukur dalam satuan Nm atau pon-feet, artinya gaya dalam satuan pon yang bekerja pada ujung tuas diukur dalam satuan feet/kaki. Misalnya, jika kunci pas roda panjangnya 2 kaki (0,6 m) dan anda meletakkan 100 pon (45,4 kg) gaya, berarti anda menghasilkan torsi 200 pon-feet (27.65 kg/m) ke dalam baut.

Setelah mengukur torsi anda dapat mengukur horsepower, rumusnya sederhana — kalikan torsi dengan putaran mesin (diukur dalam rpm), lalu dibagi 5.252 untuk menghasilkan tenaga kuda pada level rpm tersebut. Misalnya untuk menghitung tenaga kuda dari kendaraan yang memiliki torsi 350 lb-ft pada 4.000 rpm, berarti cara menghitungnya adalah (350 X 4000) / 5252 = 267 hp. Pada prinsipnya torsi mengukur seberapa banyak pekerjaan yang sudah dilakukan dan horsepower mengukur seberapa cepat pekerjaan itu dapat dilakukan.

Lantas bagaimana peran torsi dari sebuah kendaraan saat towing/ menarik obyek? Berikut ulasannya.

Torsi & Tenaga Low-End

Terkadang torsi juga diartikan sebagai tenaga low-end atau kemampuan kendaraan untuk berakselerasi pada level RPM rendah. Torsi menggerakkan kendaraan mulai dari keadaan idle, sampai bergerak atau melaju. Pada dasarnya diperlukan torsi besar untuk menyalakan kendaraan yang tergolong berat ketimbang ringan. Karena itulah torsi sangat berperan untuk towing dimana memungkinkan anda menarik beban berat. Jika anda sadari, iklan mobil sport lebih menawarkan soal angka horsepower, sementara iklan truk cenderung menawarkan torsi.

Kapasitas penarik/ towing kendaraan mengacu pada berat yang dapat ditarik dibelakangnya. Misalnya, truk Dodge Ram 3500 mampu menarik bobot hingga 16.000 pon (7.257,5 kg) — lebih dari dua kali lipat berat truk yaitu sekitar 7.000 pon (3.175,1 kg). Ini terjadi berkat torsi yang dihasilkan mesin truk untuk memutar crankshaft yang terhubung ke transmisi. Roda gigi transmisi kemudian mengubah torsi ini sehingga kendaraan dapat bergerak dan menarik muatan dengan aman.

Jika anda termasuk sering menderek, anda pasti tahu bahwa kendaraan harus dalam posisi gigi rendah ketimbang normal. Katakanlah transmisi 5 atau 6 kecepatan, berati kemampuan towing ada pada gigi keempat atau ketiga, karena banyak torsi yang dihasilkan pada gigi rendah. Ini juga menjadi alasan mengapa lebih sulit untuk berakselerasi dari berhenti atau menyalip mobil di jalan raya dengan gigi atas, tak peduli seberapa besar horsepower kendaraan yang anda miliki.

Bayangkan jika anda menarik muatan berat ke atas bukit yang curam, jelas anda pasti ingin naik secara perlahan dan menjaga RPM mesin di posisi rendah karena disitulah torsi keluar secara optimal. Memiliki tenaga mesin yang besar tidak menjamin daya towing dengan kecepatan rendah, untuk itulah dibutuhkan tenaga low-end yang dihasilkan torsi.

Semoga sampai sini kalian paham ya gaes, tapi bagaimana dengan peran horsepower ketika towing? Berikut penjelasannya.

Horsepower & Kecepatan/ tenaga High-end

Bisa dibilang horsepower bertugas dalam kondisi sebaliknya dari torsi lantaran menyembur pada level RPM tinggi. Berkat horsepower anda bisa menyalip mobil lain di jalan raya dengan menurunkan gigi, berakselerasi dan melewatinya. Saat anda berakselerasi, level RPM naik dan tenaga high-end atau putaran atas ikut bermain.

Tetapi dalam kondisi towing, hal diatas tidaklah semudah yang anda kira. Ketika anda mengendarai mobil sambil menarik muatan, anda akan cukup kesulitan menyalip mobil dalam waktu yang singkat untuk berakselerasi, ini karena adanya beban yang ditarik di belakang mobil anda. Intinya, anda tetap bisa menyalip mobil lain meski towing sekalipun, tetapi tidak bisa berakselerasi secara responsif.

Sekali lagi saya tegaskan, torsi memungkinkan anda melakukan banyak pekerjaan sementara horsepower dapat melakukan pekerjaan dengan cepat. Horsepower akan menyembur secara optimal ketika kendaraan sudah melaju dan menarik muatan yang berat di belakang kendaraan.

Memaksimalkan Kapasitas Towing

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar truk komersil dan beberapa truk heavy-duty dibekali mesin diesel. Ada yang tahu kenapa? Yaps, karena mesin diesel menghasilkan torsi lebih besar. Ini karena mesin diesel tidak memakai busi dan mengandalkan tekanan udara untuk pengapian bahan bakar, piston (silinder) harus melakukan jarak tempuh yang lebih jauh untuk mengompres udara yang cukup untuk pengapian. Jarak tempuh silinder ini disebut stroke, dan lebih banyak stroke berarti menghasilkan lebih banyak torsi.

Sebagai contoh, bandingkan antara dua mesin truk ini. Dodge Ram dengan mesin Cummins Turbo Diesel 6.7-liter memiliki 350 hp dan torsi 650 lb-ft, kemudian truk yang sama dengan mesin bensin Hemi V8 5.7-liter yang memiliki 383 hp dan torsi 400 lb-ft. Anda lihat kan dimana perbedaannya? Mesin bensin memang memiliki tenaga lebih besar, tapi torsi diesel sangat jauh lebih besar.

Sementara kapasitas towing keduanya tidak terpaut banyak — 15.650 pon (7.099 kg) mesin bensin dan 16.350 pon (7.416 kg) untuk diesel, soal tenaga low-end jelas mesin diesel jagonya tetapi perlu diketahui bahwa mesin diesel Dodge mendapatkan torsi sebesar itu hanya pada 1.500 rpm, sedikit di atas idle. Dengan mesin diesel, kendaraan anda tidak perlu kerja keras untuk mulai menarik/ towing karena tenaganya sudah tersedia sejak dinyalakan.

Sebuah truk bermesin bensin biasanya memiliki harga yang lebih murah untuk model base, sedangkan mesin diesel lebih mahal karena pada dasarnya truk diesel dirancang untuk mengangkut muatan yang besar. Kapasitas towing kendaraan bergantung pada banyaknya komponen, termasuk roda, ban, suspensi, dan transmisi. Tipikal kendaraan towing dengan kapasitas muatan yang besar biasanya memiliki mesin displacement yang lebih besar karena memberi banyak tekanan pada mesin sehingga torsi yang besar akan mengurangi tingkat keausan pada kendaraan.

Jadi apa kesimpulannya? Dari poin diatas membuktikan bahwa torsi lebih berperan penting daripada horsepower untuk kendaraan towing. Mengapa? Tenaga pada RPM rendah/ low-end menghasilkan torsi tingkat tinggi yang memungkinkan kendaraan anda menarik beban besar tanpa kerja keras. Seperti yang dijelaskan, beberapa truk diesel menghasilkan torsi hampir dua kali lipat lebih besar daripada horsepower pada level RPM rendah, artinya mesin diesel dapat menarik muatan lebih responsif.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect