JAKARTA – Pencapaian pereli wanita Banteng Motorsport, Canya Prasetyo, pada putaran keempat Kejurnas Sprint Rally 2025 yang dilangsungkan di POJ City, Semarang, Jawa Tengah, pada akhir pekan lalu (27-28/9), berakhir dengan sesuai target yang diinginkan.
Meski Mitsubishi Evo X yang ia kemudikan sempat mengalami crash pada Jumat (26/9), namun semangat untuk berjuang dan meraih target terus dilakukan semaksimal mungkin.
Alhasil, Canya yang berpasangan dengan co-driver M Herkusuma, mampu menuntaskan persaingan di posisi kelima di Group M.

Mobil sempat mengalami crash namun kembali bisa diperbaiki (Foto: Nudhiya Ghulam)
“Ya memang tidak bisa dipungkiri setelah kejadian mobil terbalik, rasa percaya diri sedikit terpengaruh. Tapi beruntungnya saya tidak larut dengan kejadian tersebut, dan bisa dilihat pada hari berikutnya progresnya mampu tampil lebih baik dan masih bisa memanage mobil,” ujar Canya, saat berbincang dengan FastnLow.
Pada SS pertama putaran keempat, torehan waktu yang dikemas oleh ia adalah 5 menit 25,1 detik. Kemudian pada SS kedua, catatan waktunya menjadi lebih cepat dari sebelumnya, di mana ia membukukan 5 menit 19,7 detik.
Menariknya, di 2 SS penutup yang dilangsungkan pada Minggu (28/9), puteri dari Prasetyo Edi Marsudi ini kembali memperlihatkan kelasnya dengan mengukuhkan waktu 5 menit 14,1 detik pada SS ketiga dan 5 menit 08,3 detik pada SS keempat.

Canya dengan trofi kemenangan peringkat kelima di Group M (Foto: NUdhiya Ghulam)
Kendati mobil relinya mengalami kerusakan minor di sektor kaki-kaki pasca mobil terbalik, namun tim mekanik langsung bergerak cepat untuk memperbaiki dan melakukan setup lagi agar performa Canya Prasetyo bisa tetap tampil maksimal.
Dikatakan oleh dara yang juga seorang guru pilates ini, Mitsubishi Evo X berkelir merah putih mengalami kerusakan ball joint dan tie rod.

Mitsubishi Evolution X jadi andalan Canya Prasetyo, pereli Banteng Motorsport (Foto: Nudhiya Ghulam)
“Akhirnya tim mekanik langsung melakukan perbaikan, dan Alhamdulillah bisa kembali balap lagi,” tambahnya.
Sementara bicara perolehan, meskipun dirinya mampu tampil dominan di Kelas Wanita dengan meraih podium tertinggi, tetapi bagi Canya target utama yang menjadi misinya adalah mampu tampil impresif di Group M yang lebih banyak didominasi oleh pereli senior dan kaum Adam.

Canya (ketiga dari kanan) merajai Kelas Wanita (Foto: Nudhiya Ghulam)
“Dari saya pribadi targetnya adalah sebenarnya lebih ke Group M, dan kalau di Kejuaraan Wanita bisa unggul, Alhamdulillah banget. Kalau di Group M itu saya pingin banget bisa sekompetitif pereli lainnya karena kan banyak yang senior jadi saya targetkan untuk bisa lima besar, dan Alhamdulillah di seri keempat ini tercapai bisa berada di peringkat kelima,” pungkasnya. (*)

