Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Cars

Dampak Covid-19 Terhadap Industri Otomotif Global

Industri manufaktur global saat ini berada di tengah-tengah evolusi. Adanya kebutuhan konsumen baru, teknologi canggih AI dan otomotisasi, serta lingkungan perdagangan yang tak menentu hanyalah sebagian faktor yang harus dihadapi perusahaan otomotif selama beberapa tahun terakhir. Namun awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan kondisi yang serba tak menentu karena adanya pandemi Covid-19, tentu saja situasi ini menjadi semakin genting bagi produsen otomotif yang juga mempengaruhi rantai suplai dan mengganggu operasi manufaktur di seluruh dunia.

Rantai Suplai

Perusahaan yang paling rentan adalah mereka yang sangat bergantung atau hanya memiliki pabrik di China, baik suku cadang dan material. Iya, seperti yang kita tahu, banyak perusahaan yang terpaksa mencari sumber produksi di wilayah ini demi menekan biaya rantai suplai melalui offshoring dan outsourcing. Karena wabah Corona, gangguan dalam rantai suplai mengakibatkan produksi terhambat karena kurangnya suku cadang.

Sebagai contoh, industri otomotif global, yang mengimpor lebih dari 34 miliar dolar suku cadang mesin dari China setiap tahunnya, akan terkena dampak signifikan. Faktanya, perusahaan di seluruh rantai suplai harus membuat keputusan sulit – memperlambat atau menghentikan produksi, memasok produk dan mengevaluasi kembali pendapatan.

Beberapa produsen kendaraan dan daftar yang terus bertambah setiap harinya, harus menghentikan produksi pabrik mereka diluar China. Sebut saja salah satunya, Fiat Chrysler Automobiles NV mengumumkan pada 14 Februari lalu bahwa untuk sementara menghentikan produksi di pabrik Serbia karena tidak mendapat suplai dari China. Automaker lain juga mengumumkan bahwa mereka memantau situasi dengan cermat dan akan membuat keputusan berdasarkan produk yang tersedia. Yaps, pasokan pun habis pada akhir Februari.

Baik industri otomotif maupun lainnya, dampak dari masalah ini dimulai pada bagian paling bawah dari rantai pasokan — dalam hal ini spare part dan material yang berasal dari China dimana sudah mengalami penundaan selama kurang lebih 60 hari dan kemungkinan akan lebih lama dari yang diperkirakan tergantung dari penyelesaian wabah Corona. Karena penundaan rantai suplai, tentu berdampak pada produksi automaker untuk meluncurkan kendaraan baru sesuai yang dijadwalkan sebelumnya.

Selain itu, Cina merupakan salah satu pasar terbesar untuk penjualan otomotif, dan pada bulan Februari penjualan mobil turun hingga 80%, yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan industri untuk memenuhi perkiraan pendapatan tahun ini.

Industri Otomotif Uni Eropa

Iya, tak bisa ditampik bahwa wabah ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat dan ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan akan menjadi konsekuensi besar bagi industri otomotif termasuk sebagian besar anggota European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA). Asosiasi ini telah mengumumkan penutupan sementara pabrik karena anjloknya permintaan, kekurangan suplai, dan kebijakan pemerintah serta upaya dalam menghindari paparan infeksi Corona dan karantina diantara karyawan mereka.

Dilansir dari laman resmi ACEA, Eric-Mark Huitema, Director General, mengatakan, “Jelas ini adalah krisis terburuk yang pernah ada berdampak pada industri otomotif. Semua manufaktur terhenti dan jaringan ritel ditutup secara efektif, pekerjaan sekitar 14 juta orang Eropa kini dipertaruhkan. Kami menyerukan aksi yang kuat dan terkoordinasi di tingkat nasional dan UE untuk memberikan dukungan likuiditas segera bagi perusahaan mobil, pemasok dan dealer mereka.”

ACEA akan mengambil langkah-langkah kebijakan yang telah diumumkan dan memberikan dukungan sesegera mungkin bagi karyawan dan perusahaan. Selain itu, ACEA bersama Presiden Komisi Eropa akan melakukan dua hal yakni:

– Pertama, akan mengambil langkah konkret untuk menghindari kerusakan fundamental yang mungkin tidak dapat dipulihkan dan mendasar pada sektor ini dengan hilangnya pekerjaan, kapasitas, inovasi dan kapabilitas penelitian.

– Kedua, Eropa harus bersiap-siap untuk menstimulus pemulihan sektor industri otomotif, yang akan menjadi kunci kontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi Eropa secara luas.

“Kami siap bekerja dengan Komisi Eropa, pemerintah nasional dan stakeholder lainnya untuk menavigasi melalui krisis yang sedang berlangsung saat ini,” tegas Eric.

Menurutnya, ditengah situasi genting yang tengah berlangsung, penting untuk menjaga produksi dan pasokan suku cadang tetap berjalan, serta jaringan layanan kendaraan. Ini penting tidak hanya untuk pemeliharaan logistik vital tapi juga untuk tugas layanan darurat seperti ambulan, damkar, penegak hukum, organisasi bantuan dan layanan publik (medis) lainnya.

“Obat-obatan, makanan, bahan bakar, peralatan, dan suplai suku cadang di seluruh UE harus terjamin dalam segala hal,” imbuh Eric.

Saat ini pabrik kendaraan di seluruh UE mengoperasikan sekitar 229 unit kendaraan rakitan dan pabrik produksi, yang secara langsung memperkerjakan 2,6 juta orang Eropa di bidang manufaktur. Sementara sektor otomotif yang lebih luas menyediakan pekerjaan secara langsung dan tidak langsung untuk 13,8 juta orang di UE. “Kesehatan orang-orang tersebut merupakan tulang punggung bagi industri kami dan keluarga mereka, sama pentingnya bagi produsen mobil Eropa,” tutup Eric.

Tentu saja sektor industri otomotif di negara manapun tengah berjuang untuk mendapatkan komponen yang mereka butuhkan, sementara di sisi lain ada pembatasan pengiriman di seluruh benua. Bagaimanapun pabrik-pabrik mobil membutuhkan pasokan suku cadang dan material yang stabil tapi pergolakan di seluruh dunia yang disebabkan oleh wabah Covid-19 sangat mengganggu rantai suplai yang paling krusial.

Ketika industri otomotif tengah dihadapkan tekanan biaya yang sangat besar dengan menghabiskan milyaran dolar untuk mengembangkan kendaraan bebas emisi atau rendah emisi untuk memenuhi peraturan emisi baru yang sangat ketat dan menghindari denda yang berpotensi besar — pertanyannya sekarang adalah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mungkin rantai suplai yang cukup terhambat bisa mengatasi gangguan produksi kendaraan dalam jangka pendek, tapi tak ada satupun yang tahu berapa lama bencana wabah ini akan segera berakhir.

Hopefully soon!!!

By: Lie

 

 

 

Comments

Mitsubishi XPANDER AP4 Tampil Perkasa Di Hari Pertama Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Racers

Mitsubishi XPANDER AP4 Kembali Membuktikan Performanya Dengan Menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Rally

KEMBALI PERCAYA DIRI DI PUTARAN KETIGA, GIBRAN BAWA PULANG 4 TROPHY

Karting

SERI 3 KEJURNAS GOKART ESHARK CHAMPIONSHIP

Karting

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect