Connect with us

Rally

Dari Mimpi Menuju Realita, Julian Johan Akan Menghadapi Dakar Rally 2026

Julian Johan siap lakoni Dakar Rally 2026
Jejelogy tiba di Arab Saudi untuk maksimalkan persiapan

JAKARTA – Julian Johan, pereli Indonesia yang telah mengumumkan akan berpartisipasi pada ajang Dakar Rally 2026, telah tiba di Arab Saudi pada 28 Desember 2025. Rupanya, ada alasan khusus terkait kedatangannya yang lebih awal tersebut.

Saat berbincang dengan FastnLow melalui pesan singkat, putera pertama pereli nasional Ismail Johan ini menjelaskan beberapa hal. Salah satu yang membuat dirinya datang lebih awal karena ingin memaksimalkan persiapan jelang laga tersebut.

“Jadi tanggal 28 Desember kemarin saya dan tim sudah tiba di Kota Yanbu, Arab Saudi. Memang jadwalnya lebih cepat untuk kita datang dibandingkan peserta lain yang baru tiba pada 30 atau 31 Desember 2025. Ini karena saya berharap bisa memiliki waktu lebih untuk beradaptasi, terlebih dengan cuaca yang sangat berbeda di Indonesia, serta untuk memberikan mental agar lebih tenang dan fokus untuk menghadapi pertarungan nanti,” ungkap Julian Johan.

Julian Johan siap lakoni Dakar Rally 2026

Land Cruiser 100 yang menjadi amunisinya di ajang Dakar Rally 2026

 

Selanjutnya, kehadiran dirinya lebih awal di negara minyak ini juga untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi. Di samping itu, jelang hari pertama penyelenggaraan Dakar Rally 2026, pereli yang akrab disapa Jeje juga terus melakukan persiapan final untuk kendaraan seperti setting jok, setting seatbelt, dan beberapa hal lainnya termasuk briefing peserta.

“Setelah itu, pada 3 Januari 2026, baru dimulai Dakar Rally 2026. Jadi pada hari itu kita akan melakukan SS Proglogue atau istilahnya pemanasan yang nantinya akan berguna untuk menentukan posisi start untuk tanggal 4 Januari 2026. Jadi SS Prologue ini lintasannya juga tidak panjang, hanya pendek saja,” tambah Jeje.

Julian Johan siap lakoni Dakar Rally 2026

Julian Johan (kiri) dan Mathieu Monplaisi (kanan) sebagai co-driver

 

Meski secara keseluruhan persiapan telah dilakukan dengan optimal, namun tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya mengalami nervous atau gugup untuk melakoni debutnya di ajang rally paling ganas di dunia. Terlebih, ini menjadi ajang yang memang menjadi mimpi sejak Jeje kecil, sehingga ada banyak pikiran yang berkecamuk di dalam benaknya.

Bahkan, jika melihat persaingan di Kelas Classic yang ia ikuti, lawannya tidak sedikit di mana tercatat sebanyak 97 peserta yang siap menjadi rival. Setidaknya dua hal tersebut menjadi faktor yang harus ditaklukan baik sebelum balapan ataupun selama balapan berlangsung.

“Rasa gugup pastinya ada, rasa nervousnya itu ada. Tapi wajar saja karena Dakar Rally ini adalah balap yang jadi impian saya sejak kecil. Tapi di satu sisi, kalau kita berbicara tentang medan yang dilalui yaitu gurun pasir dan sejenisnya, sebenarnya itu membuat saya tidak terlalu beban atau pressure. Karena saya memang terhitung anak bawang untuk bisa menaklukan medan seperti ini. Beda seperti saat saya mengikuti AXCR, yang mana medannya itu seperti tanah, lumpur, dan sejenisnya,” tukas Jeje yang sebentar lagi akan dikaruniai anak pertama.

Julian Johan siap lakoni Dakar Rally 2026

Sesi latihan Julian Johan di Maroko

 

Melihat persaingan dengan rivalnya di atas lintasan bakal sengit, sesungguhnya hal tersebut bukan faktor utamanya yang menjadi targetnya. Melainkan, satu hal yang harus dilakoni sejak awal balap hingga akhir adalah ia dapat memastikan mobil dalam kondisi baik, navigasi yang sesuai, serta dapat menyentuh garis finish pada 14 Januari 2026.

Tidaklah mudah untuk menaklukan medan berpasir, namun mengingat ini menjadi mimpi kecil seorang Jeje, manajemen emosi serta kepiawaian di balik kemudi menjadi hal yang juga harus diperhatikan.

Do the best for yourself, and Indonesia!

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect