THAILAND – Setelah menempuh hampir 1.000 kilometer pada etape ketiga Asia Cross Country Rally 2023 yang berlangsung dari Thailand menuju Laos pada 13-19 Agustus 2023, pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia, Tubagus Moerinsyahdi atau yang akrab disapa TB Adhi berhasil membawa unggul tim pabrikan tersebut.
Berdasarkan hasil dari 3 Special Stage yang sudah dilangsungkan, pereli yang berpasangan dengan Jatupron Burakitpachai telah mengumpulkan total waktu 7 jam 59 menit 55 detik.
Bagi TB Adhi, keterlibatannya ia dalam skuad tim Toyota Gazoo Racing Indonesia ini sudah diimpikan sejak lama. Pasalnya, menurut ia AXCR tidak hanya sekedar rally semata, tetapi juga sebuah hal yang lebih dari itu.

TB Adhi (kiri) dan Jatupron Burakitpachai (kanan) (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
“Yang pasti sangat bersyukur sekali dapat kesempatan dari Toyota Gazoo Racing Indonesia untuk menjadi salah satu driver dan mengambil peran di AXCR 2023. Yang pasti jujur saja, saya sudah menginginkan ikut AXCR ini sudah dari 2 tahun lalu di mana saya mulai mengikuti kompetisi Speed Offroad sebagai modalnya,” ujar TB Adhi.
Terkait performa mobilnya, pereli yang dikenal baik tentang kapabilitasnya di ajang balap tanah ini menjelaskan bahwa meski harus melakoni kompetisi dengan mobil standar, namun hal tersebut bukan sebuah kendala.
“Mobil yang saya pakai ini adalah Toyota Fortuner tahun 2022 dengan mesin terkini 2.8 liter dan mobil ini memang memiliki performa yang sangat baik, tapi hanya saja memang saya banyak minta beberapa penyesuaian untuk disesuaikan dengan karakter mengemudi saya agar hasilnya bisa maksimal,” ujar TB Adhi.

Toyota Fortuner berhasil membuktikan kemampuannya di lintasan AXCR 2023 (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
Dengan perolehan yang ia torehkan tersebut, menempatkan dirinya di peringkat kedua klasemen sementara dan hanya terpaut sekitar 2 menit dari rekan satu timnya, Takuma Aoki, yang mengemas total waktu tercepat 7 jam 57 menit 47 detik.
Sementara itu, kompetisi AXCR 2023 ini masih menyisakan 3 etape lagi dan akan menempuh jarak kurang lebih 1.000 kilometer dan mulai melintasi perbatasan Thailand – Laos.
“Saya jalani saja, dan kebetulan tim juga tidak menargetkan hasil yang tinggi hanya saya diminta untuk mempelajarai hal-hal yang ada di AXCR ini,” tandasnya (*)

