Berawal dari keinginan mudik yang nyaman dengan kendaraan pribadi, Hendra Saputra mulai memodifikasi mobil Suzuki XL7 miliknya. Ubahannya memang masih berkonsentrasi pada urusan kaki-kaki dari mobil yang habitatnya tidak banyak di Indonesia ini. Dengan merubah menjadi 4×4, pria yang akrab dipanggil Jange dan keluarga dapat mudik ke daerah Ciptagelar, Jawa Barat pun jadi nyaman.
” Awalnya dulu sempat pakai Jimny dan Vitara tetapi kalau pas mudik, pasti macet. Dua mobil sebelumnya memang bisa melalui medan semi offroad tapi tidak nyaman. Apalagi AC sangat penting saat terkena macet lebih dari dua jam.”
Sebenarnya mobil Suzuki XL7 di luar negeri merupakan kendaraan 4wd, namun yang masuk ke Indonesia hanya tersedia dalam tipe 2×4 saja. Hal ini yang membuat Jange lebih mudah dalam memodifikasi mobilnya.” Enaknya Suzuki bisa subtitusi komponennya sehingga tidak perlu mengakali untuk melakukan banyak perubahan.”
Modifikasi yang dilakukan dengan mengganti four wheel, gardan depan, transfer case menggunakan Gen 1 (G16). Kopel depan tetap menggunakan Gen 1 tetapi diperpanjang 11 cm. Sementara As roda depan menggunakan Suzuki Gen 2 (Escudo 2.0) dipercaya untuk menggantikan As roda yang lama. Begitu pula pada suspensi depan yang hanya diberi tambahan agar lebih tinggi, sedangkan per maupun suspensi belakang diganti agar menjadi seimbang. 
Urusan final gear yang masih standar yakni 841, membuat Jange tidak terlalu sulit menambahkan final gear bagian depan.”Kebetulan mobil ini juga menggunakan final gear 841 dibagian belakang, sama dengan milik Gen 1 jadi tinggal menambahkan saja.”
Sementara Gear Box manual dengan lima percepatan dari Suzuki XL7 yang juga telah tersedia ruang untuk memasang TC depan semakin mempermudah Jange dalam memodifikasi mobil kesayangannya. “Ada ruang yang untuk TC depan jadi tidak perlu melakukan perubahan besar, membuka dan menambahkan TC untuk depan saja. Jadi kopel belakang tidak perlu diganti hanya kopel depan yang diganti dengan Gen 1.”
Memang sangat mudah dalam memodifikasi Suzuki XL7 menjadi 4×4 karena kendaraan ini pada dasarnya sudah 4wd di luar negeri. Terbukti dengan telah tersedia tempat memasang tuas 4wd, cukup membuka konsol di dekat tuas transmisi. Begitu pula dengan switch untuk indikator di dashboard. Cukup menghubungkan kabel pada soketnya sehingga lampu indikator 4wd akan menyala ketika difungsikan.
Termasuk braket untuk gardan pun juga telah tersedia, “Jadi tinggal mempersiapkan baut aja, bahkan di As roda pun tidak membutuhkan braket khusus. Paling tidak ubahan ini tidak membutuhkan pengelasan dan bukan modifikasi secara ekstrem,” ungkap Jange sebagai pemilik Jange Autoparts ini.
Dibagian dapur pacu, Jange masih menggunakan mesin bawaan Suzuki XL7 yang berbahan bakar bensin. Mesin H25 V6 dengan 2500cc dianggap masih mampu diajak menempuh jarak jauh, apalagi sekedar kondangan. Sedangkan winch yang sempat ingin dipasang tetapi gagal dilakukan karena takut mempengaruhi beragam sensor di mobil ini.”Takut aja, mobil ini sudah masuk mobil mewah dengan beragam sensor yang tertanam. Nanti malah indikatornya bermasalah, ya paling tidak bisa nyaman untuk mudik dan enak digunakan ketika kondangan maupun harian.”
Dan untuk makin mempelancar mudiknya, led bar 80cm pun dipasang agar membantu penerangan ketika memasuki daerah yang masih minim lampu. Selain itu, rack untuk membawa segudang oleh-oleh pun telah dipasang.
Urusan Interior, sepaket jok Recaro dipercaya Jange agar menambah kenyamanan selama berkendara. Dan telah dibuktikan beberapa waktu lalu dengan mudik sekeluarga ke Ciptagelar, hasilnya semua menjadi nyaman.




