JOGJAKARTA – Setiap gelaran Kustomfest, penyelenggara kerap menampilkan sesuatu yang membuat pengunjung terkesima. Kepuasan para pecinta kustom kulture tidak hanya dimanjakan dengan hasil karya anak bangsa, namun menjadi lebih klimaks lewat penampilan mobil dan motor kustom yang diboyong dari luar negeri.
Salah satu yang memikat audiens adalah penampilan VW Kodok Type 1 Moon Bug yang dikelir kuning kehijauan garapan Mooneyes. Rumah modifikasi asal Jepang ini memang bisa dikatakan kerap meramaikan Lebaran anak kustom di Indonesia.

Melihat secara penampilannya, bentuk VW Kodok ini masih menyerupai versi standarnya. Mungkin ubahan yang dilakukan oleh Masashi Tasaki, dari One Low selaku builder Moon Bug, memfokuskan pengerjaan mobil ini pada sektor jeroan atau mengoprek mesin. Dalam bincangnya bersama Fastnlow di sela-sela Kustomfest 2022 yang digelar di Jogja Expo Center, Jogjakarta, 1-2 Oktober 2022 lalu, ia menjelaskan perihal hasil karyanya tersebut.
Menurut Masashi Tasaki, setelah diracik sedemikian rupa melalui tangan dinginnya, tenaga yang dihasilkan dari mesin berkubikasi 2.300 cc ini adalah sebesar 250 horse power. Hasil tersebut menjadi begitu impresif mengingat mobil ini diperuntukkan untuk ajang balap drag race di Jepang.

“Mobil ini memang benar-benar disiapkan khusus untuk mengikuti ajang balap drag race di Jepang. Tidak pernah lepas dari podium satu atau dua saat balapan,” jelas Masashi Tasaki, saat berbincang dengan Fastnlow.
Untuk membangun dan membuat mobil ini begitu kompetitif saat berada di atas lintasan, waktu yang dibutuhkan oleh builder ini terbilang cukup lama. Setidaknya, butuh waktu kurang lebih satu dasawarsa untuk bisa merampungkan mobil ini dari kondisi awal sampai seperti sekarang ini.

“Pengerjaan sekitar 10 tahun. Ini meliputi body work, transmisi, serta mesin. Semua saya yang mengerjakannya, semuanya membutuhkan waktu 10 tahun,” tambah Masashi Tasaki, kala itu.
Jika mengintip sedikit spesifikasinya, ia menjelaskan bahwa mesin ini dibekali dengan 94 mm untuk bore, dan 84 untuk stroke. Alhasil, dengan hasil tuning yang dihasilkan tersebut, membuat Volkswagen Kodok ini bisa digeber hingga 8.600 rpm.

Berbekal tampilan yang sudah begitu racing ini, untuk penggunaan sistem transmisinya cukup mengusik pertanyaan kami. Kami mengira jeroan tersebut sudah menggunakan produk aftermarket, tetapi, menurut pengakuannya ia tidak melakukan penggantian, dan masih menggunakan perangkat aslinya.
“Transmisi ini asli dengan empat percepatan,” bebernya singkat.


Melongok sektor interiornya, Moon Bug ini telah mengalami perubahan yang cukup besar. Mulai dari penggunaan jok racing, seatbelt empat titik, sampai penggunaan lingkar kemudi aftermarket menjadi salah satu resep keindahan pada kabin VW Kodok tersebut. Tidak ketinggalan pula sektor kaki-kaki, di mana untuk penggunaan velg dan ban sudah diperhitungkan dengan matang agar dapat memberikan akselerasi yang lebih baik saat berada di atas lintasan balap.






