Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Did You Know?

DO & DON’T Dalam Dunia Winching

Winch rentan membahayakan penggunanya jika digunakan dengan cara yang tidak tepat tanpa memperhatikan tindakan pencegahan dan faktor keamanan. Ya, seringkali kita masih saja melihat skenario yang salah dalam penggunaan winch, padahal banyak faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat winching. Misalnya, titik dimana anda berdiri saat winch mulai menarik muatan, hingga posisi tali yang benar. Tentu saja penggunaan winch yang salah tak hanya membahayakan anda sendiri, tetapi juga rentan berimbas pada keselamatan pengendara maupun orang disekitar kendaraan.

Seperti yang pernah kita bahas, tali winch tersedia dalam dua jenis yakni sling (kawat) dan sintetis atau familiar disebut tali plasma. Dari segi kekuatan, kedua jenis tali terbukti kuat meskipun memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tetapi bagi sebagian pengguna lebih menyukai tali plasma karena sejumlah alasan keamanan meskipun tidak resisten terhadap semua lingkungan dan penggunaan berat yang relatif intens.

Penggunaan winch yang benar dan tepat tentu tak hanya berpengaruh pada keselamatan anda, namun yang juga tak kalah penting untuk menghindari kerusakaan lingkungan dan piranti agar tetap bekerja dengan baik. Berikut dibawah ini adalah beberapa tips — do and don’t dalam dunia winching serta membahas beberapa aspek terkait. Terlepas dari seberapa luas pengetahuan atau teori anda tentang winch, akan lebih sempurna jika dibekali dengan pengalaman. Setuju?

  1. DO: Beberapa kecelakaan winching disebabkan oleh ketidaktahuan khususnya pemilik winch baru yang memiliki sedikit pengetahuan dan pengalaman menggunakan winch. Pemilik terkadang mengabaikan hal yang terkesan sepele tetapi justru penting terutama setelah menggunakan winch. Mungkin karena terburu-buru, sling atau plasma di drum winch seringkali kusut karena lilitan tidak dikembalikan sebagaimana mestinya bahkan mengakibatkan tali melintir. Begitu anda akan menggunakannya kembali, winch mengalami stuck karena tali tidak bisa terlepas dari drum. Tali yang melintir dapat menyebabkan kerusakan pada kepangan tali, alhasil tali tidak bisa bekerja dengan baik bahkan rentan putus karena kekuatannya berkurang. Dalam hal ini anda harus mengembalikan lilitan tali dengan benar serta memastikan tumpukkannya rata dan rapi.

  1. DON’T: Jangan pernah mengikatkan tali winch langsung ke pohon dengan teknik seperti di foto. Baik plasma atau steel, melilitkan tali secara ketat dapat merusak pohon, selain itu juga mengikis tali winch anda karena adanya gesekan. Ingat bahwa salah satu alasan offroad itu untuk bersenang-senang dan menyatu dengan alam, bukannya menghancurkan atau merusak apa yang ada disekitar anda. Hargai dan jaga alam sehingga kita bisa menggunakannya lagi di lain kesempatan. Cukup tinggalkan jejak dan kenangan (sedaaaaap).

  1. DO: Cara yang benar menggunakan pohon sebagai winching point adalah memilih pohon besar yang tidak rapuh dan menggunakan strap lebar seperti ini. Perhatikan penggunaan shackle D-ring yang menghubungkan kedua ujung strap dan tali winch secara bersamaan. Bagian terkuat dari pohon adalah pangkal pohon atau paling bawah. Posisi strap dibawah seperti ini juga untuk menghindari supaya strap tidak merosot, jadi jika pohon berada pada sudut yang aneh atau meruncing, cari pohon lain.

  1. DON’T: Menempatkan strap beberapa sentimeter diatas pangkal pohon seperti ini akan berpengaruh buruk pada akar pohon. Dengan teknik seperti ini, bukannya anda selamat dari rintangan tetapi anda justru sedang berusaha menumbangkan pohon bahkan pohon cenderung jatuh ke arah kendaraan anda. Terkadang dalam kondisi tertentu anda butuh winching point dengan posisi sedikit diatas, tetapi pohon tidak bisa digunakan dengan teknik seperti ini.

  1. DO: Skenario semacam ini wajar terjadi ketika anda berada di medan offroad yang berbatu, dimana tidak ada satupun pohon yang bisa dijadikan winching point maka batulah yang menjadi penyelamat. Sebelum anda melakukan winching, sebaiknya pastikan batu pilihan anda adalah yang terbesar di sekitar anda dan akan lebih baik jika batu menancap di tanah. Teknik dan aturan main winching ke batu sama dengan teknik winching ke pohon yakni harus menggunakan strap, jangan mengikatkan langsung tali winch ke batu.

  1. DON’T: Jika boleh saya bilang kondisi ini bak buah simalakama alias serba salah, mencoba lolos dari obstacle tetapi harus mengorbankan tali plasma bergesekan dengan batu yang tak terhindarkan dimana bukan ide yang baik. Yaps, kondisi tali yang meregang dibawah tekanan rentan terputus. Terlepas dari skenario ini, aksesoris aftermarket saat ini banyak menawarkan sarung pelindung tali atau disebut protective sheath jika kondisi memaksa tali winch bergesekan dengan batu.

  1. DO: Skenario semacam ini, dimana strap terlihat melilit di tali winch bukan tanpa alasan. Hal ini ditujukan untuk menambah beban pada tali winch jika tanpa diduga tali terputus. Akibat tali yang putus otomatis akan terpental dan kemungkinan bisa mencederai navigator maupun orang di sekitarnya tetapi karena adanya beban tambahan maka akan mengurangi bahaya dari tali yang terpental. Teknik memakai strap hanya salah satu alternatif jika anda tidak membawa recovery kit seperti dampener.

  1. DON’T: Setiap bentuk sebuah aksesoris pendukung recovery bukan hanya semata dirancang untuk kebutuhan estetika melainkan memiliki fungsi, salah satunya shackle ini. Membebani shackle D-ring seperti yang ditunjukkan di foto adalah cara yang salah. Jangan ditiru! Mungkin belum banyak yang paham bahwa shackle D-ring dirancang untuk menahan beban dengan posisi 90 derajat atau melintang dan dinilai lemah saat digunakan seperti didalam foto.

  1. DO: Yaps, tepat sekali ini adalah penggunaan shackle D-ring yang benar. Pastikan anda menggunakan shackle sesuai kebutuhan anda, biasanya produsen menyertakan kapasitas beban berupa tulisan emboss pada permukaan shackle. Misalnya kapasitas 3/4 digunakan untuk 18.000 lbs atau 8165 kg.

 

  1. DON’T: No-no-no, don’t try this at home! Kondisi seperti di foto, jujur saja terkadang masih saya temui di lapangan. Mungkin menarik atau mengulur tali dengan tangan kosong itu dianggap hebat, ingat kalian manusia biasa bukan superman. Pada beberapa kasus, kecelakaan saat winching dikarenakan tidak menggunakan sarung tangan bahkan parahnya harus kehilangan jari atau tangan. Dalam foto ini juga mengingatkan untuk memberi jarak yang dirasa aman antara tangan dan fairlead atau bibir winch. Tali yang sedang ditarik sangat rentan ‘menyedot’ tangan anda ke dalam winch. Tentu anda ingin pulang dalam keadaan utuh, bukan?

 

  1. DO: Yess, pakailah sarung tangan seperti di foto. Hampir semua produsen winch maupun aksesoris 4WD menawarkan sarung tangan kulit heavy-duty untuk menjaga tangan anda saat winching. Pula tak kalah penting untuk menjaga jarak antara tangan dan winch, disarankan berjarak lebih dari satu lengan saat mengulur atau menarik tali winch.

 

  1. DO: Layaknya tukang parkir, sinyal tangan dari navigator sangat diperlukan saat menggunakan winch. Memang tidak ada satu pun set sinyal tangan yang benar-benar universal tetapi sejumlah pegiat offroad biasanya sudah memiliki standar tersendiri. Misalnya, mengepalkan satu tangan yang berarti “berhenti”, atau memutar kedua jari telunjuk yang menunjukkan “roda spin”, dan sebagainya. Dalam hal ini, antara pengendara dan navigator biasanya sudah memiliki ‘chemistry’.

 

  1. DON’T: Berdiri diantara tali winch seperti ini berarti anda menantang maut. Jangan pernah mencobanya, anda pasti tahu alasannya dan hindari berdiri didekat winching point. Hal ini tidak hanya berlaku untuk navigator, tetapi siapapun yang terlibat termasuk wartawan foto.

 

Akhir kata, gunakan winch dengan bijak dan cara yang tepat. 🙂

Comments

Mitsubishi XPANDER AP4 Tampil Perkasa Di Hari Pertama Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Racers

Mitsubishi XPANDER AP4 Kembali Membuktikan Performanya Dengan Menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021

Rally

KEMBALI PERCAYA DIRI DI PUTARAN KETIGA, GIBRAN BAWA PULANG 4 TROPHY

Karting

SERI 3 KEJURNAS GOKART ESHARK CHAMPIONSHIP

Karting

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect