SEMARANG – Salah satu pereli 368 Motorsport, Fadil Wijaya, berhasil tampil gemilang pada seri keempat Kejurnas Sprint Rally 2025 yang berlangsung akhir pekan lalu (27-28/9) di Sirkuit POJ City, Semarang, Jawa Tengah.
Berbekal Honda Brio yang telah disesuaikan dengan regulasi untuk Kelas F.2, pereli asal Samarinda, Kalimantan Timur, sukses membalikkan keadaan setelah berjuang hebat meskipun sempat dilanda masalah sebelum balapan.
Dalam wawancaranya, Fadil, menjelaskan hal tersebbut dikarenakan mesin yang telah ia siapkan rupanya masih mengalami masalah.
“Jadi memang ada sedikit drama di seri ini. Sebelumnya mesin yang sudah kita siapkan untuk ikut di Semarang ini, ternyata begitu mau ditowing ada masalah karena di klep ada air yang masuk. Akhirnya, mesin yang lama kita pasang lagi, dengan spesifikasi standar. Jadi saya harus balapan dengan mesin standar dan harus melawan mereka di Kelas F.2,” ungkap Fadil, dalam wawancaranya.

Fadil Wijaya kembali bangkit di Kejurnas Sprint Rally Semarang 2025
Meski terdapat perbedaan spesifikasi mesin dengan pereli lain, tetapi Fadil, tetap tampil maksimal dan mampu memperbaiki posisi hingga akhir balapan.
“Kelas F.2 ini memang kelas neraka ya, sehingga kita memang harus mempersiapkan mobil dengan sangat matang. Dengan kondisi menggunakan mesin standar, artinya saya harus bekerja keras dan lebih berani late braking. Tadinya kita bisa gas lebih, tapi ternyata lawannya sekarang itu lebih sengit karena mereka rata-rata kan masih anak-anak muda usia 20 tahunan dan sangat kompetitif sekali,” tambahnya.
Pada Special Stage pertama, torehan waktu yang dibukukan oleh Fadil adalah 5 menit 44,5 detik. Ia berhasil mengoreksi catatan waktunya pada Special Stage kedua dan menorehkan wakktu tercepat 5 menit 38,1 detik.

Penggunaan mesinnya menjadi standar lantaran ada masalah teknis
Kemudian, pada Special Stage ketiga, ia terus menajamkan catatan waktunya dan sukses menyerang balik dengan torehan waktu 5 menit 37,1 detik.
Di penghujung sesi, pada Special Stage keempat waktunya terus membaik dengan mencatatkan 5 menit 29,2 detik.
“Saya cukup puas dengan hasil juara ketiga dan saya sangat puas dengan mobil meskipun pakai mesin standar dan itu tidak masalah dan sehat terus sepanjang balapan. Kemudian kerjasama dengan co-driver om Dedy juga berjalan lancar tidak ada masalah. Selama balapan juga tetap seru, track juga cukup bagus dengan panjang lintasan 5,82 kilometer sehingga high speed dan trickynya asik banget,” pungkas Fadil. (*)

