JAKARTA – Dua putera bangsa yang memiliki komitmen tinggi dalam ajang motorspoort, Loqy Siregar dan Bambang Feriyanto, secara resmi direkrut oleh FIA (Federation Internationale de l’Automobile) untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan balap dunia.
Loqy Siregar yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat sekaligus Head of FIA APAC Rally Working Group, mendapatkan undangan khusus dari Michael Smith, Chief and Sporting Technical SAMF.
Keterlibatan sosok engineer berbadan gempal dan berkacamata ini, akan membantu Michael Smith pada gelaran WRC Saudi Arabia yang akan berlangsugn pada 26-29 November 2025.
Meski sempat hopeless lantaran Visa khusus dari Kerajaan Arab Saudi sempat terkendala, namun pada awal pekan ini dokumen tersebut akhirnya dirilis dan ia telah bertolak ke Arab Saudi pada Kamis (20/11).

Loqy Siregar (kiri) bersama Mohammed bin Sulayem President FIA
Dengan terpilihnya ia sebagai salah satu panitia pada ajang rally paling bergengsi di dunia ini, diharapkan bisa menjadi sebuah pembelajaran baik bagi dirinya sendiri ataupun untuk industri motorsport Tanah Air, khususnya rally.
“Pengalaman di WRC ini harusnya menjadi pembelajaran saya untuk sharing ke teman-teman nantinya, mengingat kalo jadi kan Indonesia berencana menjadi tuan rumah salah satu putaran WRC 2027.” ujar Loqy Siregar yang juga bos bengkel Riverside ini.
Sementara Bambang Feriyanto, juga turut mencuri perhatian dari organisasi olahraga otomotif dunia tersebut. Dalam keterangannya, terpilihnya dia sebagai salah satu panitia pada ajang FIA Eco Rally merupakan sebuah hal yang tidak pernah terbayangkan.
Dalam penuturannya, sosok yang kini tercatat sebagai Anggota Komisi Time Rally IMI Pusat di bawah kepemimpinan Moreno Soeprapto, menceritakan seperti apa perekrutan bergengsi tersebut. Di mulai pada awal 2024, saat itu ia lebih dulu diajak oleh Adi Wibowo dan Loqy Siregar untuk mengikuti meeting online dengan Carlos Funes, dalam sosialisasi FIA untuk cabang balap Eco Rally (Time Rally untuk di Indonesia).

Bambang Feriyanto (kiri) bersama Carlos Funes
“Eco Rally itu kalau di Indonesia identik dengan cabor Time Rally, tetapi di sana pesertanya harus mengendari kendaraan listrik (EV), yang dipandu dengan soal berbentuk Tulip. Setelah itu, saya diberikan kesempatan untuk melakukan studi banding di salah satu putaran dunia 2025 Bridgestone FIA ecoRally Cup di Belgia,” tukas Bambang Feriyanto, yang juga dedengkot di ajang Time Rally Indonesia.
Inin merupakan kabar yang sangat baik sekaligus prestisius. Kesempatan yang diberikan oleh FIA kepada dua putera bangsa ini turut mengangkat nama Indonesia melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan memiliki kualitas.
Tidak hanya mengangkat pride secara personal, tetapi perekrutan tersebut juga membawa kabar baik untuk IMI, sebagai regulator olahraga bermotor di Indonesia, akan mempunyai SDM yang handal dan telah berpengalaman di event international. (*)

