Coil spring terbuat dari sebuah gulungan batang baja dalam bentuk koil. Dibandingkan dengan pegas daun (leaf spring), coil spring ada lebih panjang dengan demikian mempunyai pengaruh tahanan yang baik terhadap kejutan dan tidak terdapat gesekan bila terjadi defleksi. Hal inilah yang menjadikannya kelebihakan dalam meredam dan memberikan lebih nikmat dalam mengendarai.

Coil spring tidak memiliki sifat menyerap kejutan yang baik. Oleh karena itu, untuk menutupi kekuranan ini maka pada pegas coil dipasang shock absorber selalu digunakan bersamaan.

Karena itu, apabila coil spring digunakan pada sistem suspensi, diperlukan adanya dudukan pegas (spring seat) yang dipasangkan di kedua ujung-ujung coil spring. Sehingga beban bekerja tetap lurus pada dudukan juga dengan batang-batang penjamin (support bar) antara lain; seperti upper arm, strut bar, atau lateral rod untuk mencegah timbulnya gaya-gaya lain yang dapat mengganggu kestabilan.
Coil spring memunyai beberapa fungsi:

Menyediakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus, tetapi tidak dapat menahan tekanan samping
Menambah kemampuan cengkeraman ban terhadap permukaan jalan; seperti fungsi pegas yang lain
Menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke bodi secara langsung; seperti fungsi-fungsi spring yang lain.

Secara kekuatan, coil spring lebih kuat dibanding dengan per daun. Oleh sebab itu, jarang kita temui bahwa coil spring patah. Berbeda dengan per daun yang lebih sering patah karena proses pemakaian yang berlebihan atau sudah dipakai dalam jangka waktu yang lama.

